
Tepat jam dua siang Gio dan juga Yasmin sudah berada di ruangan dokter kandungan.
"Gimana perkembangan calon anak kami Dok?" tanya Gio pada Doktet Jiah. Saat ini perut Yasmin sedang di USG.
"Oke, perkembangannya sangat bagus, detak jantung nya berdetak dengan normal, berat badan nya juga bertambah." jawab Dokter Jiah saat melihat layar monitor. "Alhamdulillah pak, calon anak kembar anda keduanya berkembang sangat baik." tambah Dokter Jiah lagi.
Gio seketika membelalakkan matanya. "Apa tadi Dok? calon anak saya kembar?" tanya Gio masih tak percaya yang baru saja ia dengar.
"Iya, Pak Gio. Calon anak kalian adalah kembar. Lihat ini, pak Gio bisa lihat di monitor ada dua bayi disini." jawab Dokter Jiah. Kemudian Gio menatap monitor tersebut, ya walaupun tidak begitu mengerti tapi ia bisa melihat dilayar itu ada dua bayi.
"Apa Pak Gio belum mengetahui kalau istri anda hamil anak kembar?" tanya Dokter Jiah sembari menatap bingung kepada Gio dan juga Yasmin yang sudah duduk di depannya. Sementara Yasmin hanya tersenyum saja melihat kebingungan suaminya. Kemudian Gio beralih menatap sang istri.
Ya, Yasmin hamil anak kembar. Waktu itu Yasmin pun terkejut kalau ternyata ia hamil anak kembar, karena pada saat ia memeriksa pertama kali dengan mertuanya, itu belum kelihatan. Dan pada saat ia akan pergi ke Bali, Yasmin sempat memeriksa kandungannya kembali, Dokter mengatakannya kalau ia hamil anak kembar.
"Sayang..."
"iya mas, anak kita kembar. Aku memang sengaja tidak memberitahukan mu, karena ini adalah kejutan.." ucap Yasmin.
Gio langsung memeluk Yasmin, lalu memberikan kecupan ke seluruh wajah istrinya itu. "Mas, malu ih ada Dokter Jiah." bisik Yasmin wajahnya sudah merah merona karena malu pada Dokter Jiah.
"Eh iya. Maaf Dok, soalnya saya terlalu bahagia mendengar kalau ternyata calon anak kami kembar." ucap Gio yang masih tidak percaya ia mendapatkan bayi kembar. Gio menitihkan air matanya, tapi ini air mata kebahagiaan. Kemaren ia sempat kehilangan calon anaknya yang pertama. Dan sekarang Allah menggantikannya dengan anak kembar.
"Tidak apa-apa pak, itu hal biasa." ujar dokter sembari tersenyum melihat Gio dan Yasmin.
Saat berjalan di lorong rumah sakit, Gio tak henti-hentinya tersenyum. Ia sangat bahagia, istrinya hamil anak kembar. ia terus saja mengecup tangan istrinya.
__ADS_1
"Mas, kamu sepertinya sangat bahagia." Gio menghentikan langkahnya sembari menatap sang istri.
"Iya, mas sangat bahagia. Terimakasih sayang." Gio mengecup kening istrinya dengan sayang.
"Terimakasih, untuk?" tanya Yasmin yang juga menatap Gio.
"Terimakasih, karena sudah memberi ku anak kembar. Terimakasih karena sudah hadir didalam hidupku. Please jangan pernah tinggalkan mas lagi, sayang. Mas gak bisa hidup tanpa kamu dan calon anak kita." jelas Gio sambil mengelus perut buncit istrinya.
"Sama-sama mas.." balas Yasmin
"Maafkan mas, di saat-saat awal kehamilan kamu mas tidak ada di samping kamu, sayang.." ucap Gio menatap sendu Yasmin karena merasa bersalah.
"Tidak apa-apa mas, itu sudah lewat dan sekarang kita bisa sama-sama menjaga calon anak kita sampai aku melahirkannya." Gio langsung memeluk Yasmin.
"Terimakasih sayang. Terimakasih." ucap Gio lagi sambil mengecup seluruh wajah Yasmin.
"Hahaha.. iya sayang maaf." Mereka pun melanjutkan langkahnya menuju parkiran rumah sakit.
Brukk
Yasmin dan juga Gio terkejut, tiba-tiba saja ada anak kecil menaberak mereka.
"Sayang hati-hati.." ucap Yasmin dengan lembut penuh kasih sayang berbicara kepada anak itu.
"Mas, ini anak siapa ya? kok di tinggal bermain sendiri, dan tidak ada yang mengawasi, lagi." Yasmin melihat sekeliling, mencari orang tua dari anak tersebut.
__ADS_1
"Mas juga gak tahu, sayang.." jawab Gio yang langsung berjongkok mensejajarkan tubuhnya pada anak kecil itu.
"Sayang, mama kamu mana?" tanya Gio pada anak itu.
"Kasian banget mas, mana cantik banget lagi! Gemesin banget sih kamu sayang.."
Sedangkan anak cantik itu hanya diam saja menatap mereka berdua sembari asik memakan biskuit.
"Mas, kok wajah anak ini seperti tidak asing ya?"
"Maksud kamu?" tanya Gio tak mengerti.
"Maksud aku, dia mirip seseorang. Tapi aku lupa siapa?" jelas Yasmin.
"Nesya... Nesya..! kamu dimana sayang?!" teriak seorang wanita memanggil putrinya.
"Mas, apa kamu dengar?"
"Iya, sayang. Sepertinya itu orang tua dari anak cantik ini." ucap Gio.
"Nesya.. sayang.." panggil seorang wanita itu lagi pada putrinya.
"Ma.. mama.." celoteh anak cantik tersebut.
"MasyaAllah mas, gemesin sekali anak ini.." ucap Yasmin sembari mengelus pipi tembem nya.
__ADS_1
"Ya ampun sayang, kamu disini?" ucap Wanita itu sembari berjalan menghampiri putrinya yang lagi berdiri di dekat seseorang.
"Kamu?" ujar Yasmin terkejut saat melihat wajah wanita itu yang sudah mendekat ke putrinya.