YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 47


__ADS_3

Sudah hampir 20 menit Gio menunggu Yasmin yang masih di toilet. Sedangkan pak Pram sudah pamit kembali ke kantornya. Gio mencoba menghubungi Yasmin, namun sampai tiga kali Yasmin tak juga menjawabnya. Perasaan Gio pun mulai tidak tenang, akhirnya Gio memutuskan menyusul Yasmin ke toilet. Saat sampai di lorong menuju toilet, Gio di kejutkan dengan Yasmin sedang berdebat seorang lelaki yang tidak Gio kenal dan lelaki itu cukup tampan. Melihat Yasmin di tarik oleh lelaki itu, Gio langsung emosi. Tapi Gio belum mau menghampiri mereka karena ia masih mau mendengarkan perdebatan mereka berdua.


Deg


Jantungnya Gio berdegup kencang, dadanya begitu sesak setelah mendengar ternyata Yasmin juga di hianatin oleh kekasihnya, bahkan mereka sudah tunangan dan akan menikah. Gio menyentuh dadanya yang terasa sesak dan nyeri. Ia bisa merasakan sakit yang di rasakan Yasmin. Karena ia baru saja mengalaminya, yang melihat secara langsung kekasih yang kita sayangi sedang asik memadu kasih dengan orang lain.


Gio semakin emosi mendengar lelaki brengsek itu mau membawa Yasmin pergi jauh.


"Enak aja Lo! Uda nyakitin Yasmin dan sekarang mau Lo bawa pergi! Gak akan gue biarin Lo bawa Yasmin dan rebut Yasmin dari gue!" monolog Gio dengan mengepalkan kedua tangannya. "Yasmin hanya milik. Gio dan selamanya hanya milik Gio Faresta Adijaya." ucap Gio tanpa sadar mengklaim kalau Yasmin adalah miliknya.


Saat melihat lelaki itu menarik Yasmin kembali, Gio bergegas menghampiri mereka.


"Lepasin Dia!" Rangga langsung menghentikan langkahnya, lalu menatap tajam lelaki yang ada di depannya.


"Minggir! Jangan ikut campur bro, ini urusan saya dengan calon istri saya!" ucap Rangga datar. Gio hanya tersenyum kecil sembari menatap tajam Rangga juga.

__ADS_1


"Lo gak dengar apa yang di ucapkan dengan wanita ini? kalau dia tidak mau ikut sama Lo!" balas Gio.


"Sudah saya bilang jangan ikut campur!" Ucap Rangga yang mulai kesal dan emosi karena jalannya di hadang oleh Gio.


"saya berhak ikut campur, karena wanita yang Lo tarik itu calon istri saya!" ucapnya yang juga mulai emosi.


"Hahaha." Rangga tertawa lepas mendengarnya. "Jangan ngaku-ngaku deh Lo kalau Yasmin calon istri Lo. Lebih baik lo minggir!" Rangga kembali menarik Yasmin. Gio lalu menatap Yasmin yang menangis berusaha lepaskan diri dari Rangga. Melihat Yasmin menangis Gio langsung memukul Rangga.


Bugh


Yasmin langsung memekik karena tiba-tiba Gio memukul Rangga hingga tersungkur ke lantai.


Rangga tersenyum licik menatap kepergian Yasmin dan juga Gio. "kita lihat saja nanti siapa yang bakalan mendapatkan Yasmin." ucap Rangga sembari bangkit dari lantai.


*

__ADS_1


Dua puluh menit mereka sampai di kantor ADIJAYA GRUP. Gio langsung memarkirkan mobilnya di basemen. Melihat keadaan Yasmin yang kacau Gio tidak mungkin membawa Yasmin dari lobi. Gio akan membawa Yasmin lewat lift dari basemen agar tidak banyak di lihat karyawan lain.


"Yasmin kita sudah sampai. Ayo turun." ucap Gio sembari membuka seat belt nya. "Yasmin kamu gak apa-apa kan?" Tanya Gio yang melihat Yasmin diam saja. "Yasmin.. hei." ucap Gio sembari menyentuh lengan Yasmin. Membuat Yasmin terkejut dengan sentuhan Gio.


Kemudian Yasmin menoleh kearah Gio, spontan Yasmin memeluk Gio sembari menangis terisak. Awalnya Gio terkejut, tapi mendengar tangisan Yasmin yang sangat menyayat hatinya. Membuat Gio merasakan sesak yang teramat sangat. "menangis lah jika itu bisa membuat hati kamu lebih lega." ucap Gio sembari mengelus rambut Yasmin untuk menenangkan nya.


Setelah merasa puas menangis, Yasmin melepaskan pelukannya dari Gio. Ia jadi merasa malu dengan bosnya itu karena sudah memeluknya.


"Uda selesai nangisnya?" tanya Gio sembari menatap Yasmin gemas karena melihat mata dan hidungnya merah habis menangis.


"Maaf tuan Uda buat jas tuan basah." ucap Yasmin merasa bersalah Uda membuat jas bosnya basah.


"Tidak masalah, kalau itu sudah buat hati mu lebih lega." balas Gio tulus.


"Terimakasih, tuan Uda bantu saya lepas dari mas Rangga." Ada rasa tidak suka Gio, saat Yasmin memanggil mas ke lelaki lain.

__ADS_1


"Ya Uda ayo kita turun, kita obati dulu tangan kamu yang memar. Ujar Gio membantu membukakan seat belt Yasmin.


Sedangkan Yasmin baru sadar kalau tangannya sampai memar, karena ulah Rangga yang memegang tangannya begitu kuat.


__ADS_2