YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 115


__ADS_3

Seorang wanita cantik tengah berada di sebuah rumah yang ia tidak tahu rumah siapa. Wanita itu duduk di sebuah kursi dengan tangan dan kakinya terikat. Ia juga bingung tiba-tiba saja ada beberapa pria bertubuh kekar datang ke apartemennya dan langsung membawanya gitu saja tanpa memberinya kesempatan untuk bertanya. Kemudian ia tidak sadar dan tak mengingat apa pun lagi, karena mereka membekapnya dengan sapu tangan.


"Ya tuhan.. aku ada dimana ini?" ucap wanita itu. Saat melihat keseluruhan ruangan yang tidak ia ketahui tersebut. Ia sudah merasa sangat lelah seharian di sekap di sebuah ruangan. Wanita itu terus bergerak, berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya.


"Auu!" pekik wanita itu yang merasakan tangannya sangat perih karena ikatan talinya cukup kuat. "Sebenarnya siapa mereka yang sudah menculik ku?" monolognya.


Terdengar suara seseorang berbicara di luar, membuat wanita itu berteriak meminta tolong.


"Hei siapa diluar..! tolong.. tolong aku.." teriaknya.


Tak berapa lama pintu ruangan tersebut di buka. Kemudian masuklah seorang lelaki tampan berjalan menghampiri wanita itu dengan tatapan tajamnya.


"Gio..!" ucap wanita itu setelah melihat siapa yang masuk kedalam ruangan tempatnya di sekap.


"Hai Salsa. Mantan kekasihku." sapa Gio dengan menyeringai menatap wanita yang ada di depannya.


Ya, wanita yang disekap di ruangan tersebut adalah Salsa.


"Gio syukurlah kamu datang. Gio cepat tolong aku, bukakan ikatan tali ini." ucap Salsa senang karena Gio mau menyelamatkan nya. Tanpa ia ketahui bahwa Gio lah yang sengaja menyekapnya di ruangan ini.

__ADS_1


"Apa! menolong mu?! Ck, kamu pikir aku datang kesini mau menyelamatkan dirimu?!! Hahaha.." Gio langsung tertawa menggelegar. Mendengar tawa Gio seperti itu, membuat Salsa sedikit merinding. Karena selama ini ia tidak pernah mendengar Gio tertawa seperti itu yang menurutnya sangat mengerikan.


"Ja-jadi kenapa kamu ada di sini?!" tanya Salsa bingung.


"Bukannya kamu wanita yang pintar dan juga licik Salsa?! jadi tentunya kamu tahu dong kenapa aku ada di sini." ucap Gio sembari menyeringai licik.


Kemudian anak buah Gio memberikan sebuah kursi, lalu Gio duduk di kursi tersebut tepat di depan Salsa.


"A-apa maksud mu Gio?! ja-jangan bilang, kamu yang menyuruh kedua lelaki itu menculik ku di apartemen..!"


"Wah ternyata kamu cukup pintar Salsa, bisa langsung menebaknya." jawab Gio.


"Jadi benar kau yang menculikku Gio? tapi kenapa?" tanya Salsa bingung kenapa Gio menculiknya.


"Gi-Gio lepasin! aku sulit bernapas! a-apa kau ingin membunuhku?!"


"Aku tidak akan sudih mengotori tangan ku untuk membunuh mu!" balas Gio yang melepaskan tangannya dari rahang Salsa. "Dasar wanita murahan! Apa yang kau pikirkan, hah?! kau berharap dengan mendorong istriku dari tangga, lalu Yasmin meninggal kamu bisa menggantinya, gitu?! Waw.. sangat bagus sekali rencana mu, Salsa! Perlu kamu ingat, Salsa. Aku sangat-sangat mencintai istriku melebihi apa pun. Walaupun kau menggoda ku berkali-kali, bahkan sampai kau membuka seluruh pakaian mu di depan mata ku sekalipun, aku tidak akan pernah tergoda oleh mu! tahu kenapa?" Gio menghentikan ucapannya sembari menatap tajam wanita yang ada di depannya dengan tatapan ingin membunuh. Karena wanita itu sudah membuat dirinya jauh dari istrinya.


"Kenapa?" tanya Salsa

__ADS_1


"Karena tubuh ku hanya menginginkan tubuh milik Yasmin saja. Bahkan tanpa Yasmin membuka pakaiannya pun, tubuh ini sudah sangat bergairah melihatnya!" Sarkasnya. Membuat Salsaa merasa direndahkan dan terhina. "kenapa menatap ku seperti itu? kamu merasa terhina dan di rendahkan, iya? bukannya kau wanita seperti itu.. demi uang dan barang-barang branded kamu rela memberikan tubuhmu dengan lelaki." tambah Gio lagi.


"Gio..!" bentak Salsa yang tidak terima dengan ucapannya tentang dirinya.


"apa?! kamu tidak terima!" Ucap Gio menyeringai licik.


"Tapi aku beneran mencintai kamu tulus Gio.." sudah di hina seperti itu Salsa masih tetap tidak mau menyerah.


"Aku tidak perduli dengan cintamu itu. Karena seluruh rasa cinta ku hanya untuk Yasmin. Sekalipun aku tidak bersama Yasmin, aku tidak akan pernah kembali padamu! Dan satu lagi, siap-siap lah untuk masuk kedalam penjara atas perbuatanmu pada istriku dan juga Mama ku!" ucap Gio tegas.


"Apa! penjara?! tidak, aku tidak mau masuk penjara Gio..!" teriak Salsa.


"kamu takut Salsa?! seharusnya kamu sudah tahu apa resikonya jika sudah melakukan kejahatan! Tapi sebelum kamu aku masukan kedalam penjara ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu dan dia juga ingin bermain-main sedikit dengan dirimu untuk yang terakhir kalinya." ucap Gio tersenyum tipis.


"Siapa?!" tanya Salsa penasaran dan juga takut.


"Kau lihat saja nanti, kau juga sangat mengenalnya. Nikmatilah sebelum masuk buih, Salsa!" Gio langsung beranjak dari kursi. Kemudian berjalan menuju pintu.


"Gio please jangan masukkan aku ke penjara. Iya aku salah, aku minta maaf tapi jangan masuk aku ke penjara..!" teriak Salsa. Tapi Gio tidak memperdulikannya dan berlalu begitu saja dengan menutup kencang pintunya.

__ADS_1


"Hai bro. Gue kira Lo tidak jadi datang kesini." ucap Gio sembari menyalami lelaki yang ada di hadapannya sekarang.


"Gak mungkin dong.. lagian gue sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya! Karena wanita itu sudah seenak nya saja pergi dan menipuku selama ini." balas lelaki itu.


__ADS_2