YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 40


__ADS_3

Dengan jalan perlahan Yasmin memberanikan diri untuk naik keatas untuk melihat keadaan bosnya, setelah Leo menyuruhnya masuk kedalam kamar melihat keadaan bosnya itu. Leo sendiri sedang duduk santai di ruang tamu, sambil menunggu Dokter yang akan memperiksa keadaan Gio.


Sampainya diatas, Yasmin mengetuk pintu kamar Gio. Lalu ia masuk kedalam kamarnya Gio setelah mendapat jawaban dari dalam. Dilihatnya Gio sedang berbaring di atas ranjang serta tubuhnya ditutupi dengan selimut tebal.


"Tu-tuan.." sapa Yasmin dengan suara lembutnya. Mendengar suara lembut Yasmin, Gio langsung membuka matanya dan berusaha bangun sembari memegang kepalanya yang terasa pusing. "kalau kepalanya pusing jangan dipaksakan untuk bangun, tuan tetap berbaring aja." ucap Yasmin.


"Yasmin bisa kesini sebentar?" ucapnya yang menyuruh Yasmin mendekat padanya. Yasmin sendiri ragu untuk mendekat ke ranjang Bosnya itu. "sebentar aja Yasmin." ucap Gio lagi. Mau gak mau Yasmin mendekat ke ranjang Gio dan Gio mengisyaratkan tangannya dengan menepuk pinggiran ranjang agar Yasmin duduk di pinggir ranjang tersebut.


"Ta-tapi tuan.." ucap Yasmin yang tidak enak.


"Yasmin.." Gio menatap tajam Yasmin. Yasmin langsung duduk di pinggir ranjang tepat sebelah Gio karena mendapat tatapan tajam dari lelaki itu.


Gio menatap Yasmin sejenak, hari ini sekretarisnya itu kelihatan sangat cantik, membuat dada Gio berdetak kencang seperti biasanya.


"Saya minta maaf karena tinggalin kamu dengan mama." ucap Gio.


"Gak apa-apa kok tuan, pasti urusan tuan sangat penting." balas Yasmin. Mendengar jawaban dari Yasmin yang tidak marah, membuat dada Gio terasa sesak karena Yasmin tidak marah padanya. Padahal mereka tidak memiliki hubungan apapun, tapi Gio merasakan dadanya sesak karena Uda berbohong pada Yasmin.


"kalau tuan sakit kenapa gak tinggal di rumah mama Mita aja.." ujar Yasmin. "seenggaknya kalau di rumah mama ada yang merawat.." tambahnya lagi.


"Saya gak mau ngerepotin mama dan gak mau buat mama kuatir." Ucapnya berbohong. Enggak mungkin kan ia bilang kalau dirinya sudah di usir dengan mamanya. Mamanya juga tidak memperbolehkan dirinya pulang sebelum memutuskan hubungannya dengan Salsa.

__ADS_1


"Apa tuan sudah makan?" tanya Yasmin. Gio menatap Yasmin sejenak kemudian menggelengkan kepalanya.


"Kok belum makan.. tuan harus makan, kalau sakit jangan sampai perutnya kosong." ucap YASMIN tanpa sadar memberi perhatian pada Gio. Ada rasa hangat di hatinya dengan perhatian dari Yasmin, padahal hanya di tanya sudah makan atau belum.


"Gimana saya mau makan bangun aja susah." balas Gio.


"Kok tuan gak suruh pacarnya yang mengurus tuan yang lagi sakit..?"


"Dia lagi sibuk jadi gak bisa datang kesini." jawab Gio bohong. Padahal yang sebenarnya dari dulu Gio tidak memperbolehkan pacar-pacarnya datang maupun masuk ke Apartemennya kecuali mama dan Leo, tapi sekarang nambah satu, yaitu Yasmin.


"Ya uda saya buat kan bubur dulu untuk tuan." ucap Yasmin yang langsung beranjak dari ranjang bertepatan seorang Dokter masuk kedalam kamar Gio bersama dengan Leo.


"Yas.." sapa Leo membuat Yasmin sadar dari lamunannya.


"Eh, iya pak Leo." balas Yasmin.


"Kamu mau kemana?" tanya Leo.


"ini pak mau kedapur, saya mau membuatkan bubur untuk tuan Gio." jawab Yasmin sembari membuka pintu kamar Gio.


"Oke."

__ADS_1


Kemudian Yasmin keluar dari kamar dan jalan menuju dapur milik Gio.


"Lo tuh kebiasaan bro, pasti jarang minum air putih. Kalau banyak pekerjaan tuh jangan sampai lupa banyak minum air putih atau air hangat. Lo itu hanya kena dehidrasi. Makanya demam seperti ini." Ucap Dokter Bima Prasetyo yang dibilang masih teman semasa di SMA dulu, walaupun tak begitu dekat. Tapi Bima tahu semua tentang kehidupan Gio.


"Tapi gak terlalu serius kan bro..?" tanya Gio.


"enggak, tapi Lo harus banyak istirahat dulu. Oke gue kasih Lo obat karena gue Uda bawa tadi dari apotik rumah sakit. Filing gue selalu benar Lo pasti dehidrasi." jawab Bima sembari tersenyum-senyum.


"Ngapa lo senyum-senyum gitu. Jangan bilang Lo naksir sama gue." ucap Gio datar.


"Hahaha.. gue masih normal ya bro. Enggak gitu, Nih ya.. setahu gue, selama gue jadi Dokter pribadi Lo, Lo gak pernah tuh bawa wanita ke apartemen Lo. Tapi tadi yang baru gue lihat apa?!" ucap Bima seraya mengejek Gio.


"Itu bukan urusan Lo! Uda sana pulang. Uda selesai kan perikasanya..!" kesal Gio.


"Hahaha.. oke oke, gue balik dulu. Jangan lupa di minum obatnya dan jangan Lo paksain untuk kerja. Lo harus banyak istirahat dulu." tutur Bima.


"Iya, bawel Lo.!" Bima pun langsung beranjak sembari tersenyum menatap Gio yang mulai kesal padanya. Kemudian Leo mengantar Dokter Bima yang akan pergi. Tetapi saat turun mau kelantai bawah mereka berpapasan dengan Yasmin yang akan naik keatas dengan membawa semangkuk bubur untuk Gio. Mata Bima dan Yasmin saling bertatapan. Yasmin langsung tersenyum dan membungkuk tubuhnya memberi hormat pada Bima.


Deg


Seketika jantung Bima berdetak dengan kencang. Karena melihat wajah Yasmin, mengingatkan Bima pada seseorang yang sangat ia rindukan. Apalagi senyum yang di miliki Yasmin, sangat-sangat mirip dengan seseorang itu. 'Ya Allah apa ini?' tanya nya dalam hati sambil meletakkan telapak tangannya di dadanya.

__ADS_1


__ADS_2