YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 43


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu. Semakin hari rasa cinta yang di miliki Yasmin ke Gio semakin hadir di hatinya. Yasmin sudah berusaha untuk menghilangkan rasa itu, tapi apa mau di kata. Mereka satu tempat kerja, setiap harinya mereka berjumpa dan satu lantai juga. Jadi rasa itu bukannya hilang tapi semakin bertambah dan berkembang di hatinya. Tapi Yasmin tahu diri, siapa dirinya dan siapa seorang Gio. Lagian Yasmin masih trauma untuk menjalin hubungan dengan seseorang.


Tetapi ada rasa ketakutan pada dirinya sendiri, Ia takut mama Mita akan kecewa padanya karena hubungannya dengan bosnya hanya sebuah kebohongan saja. Mama Mita sangat baik padanya, ingin rasanya ia jujur tentang hal itu. Tetapi tidak ada keberanian untuknya jujur. Yasmin Uda pernah meminta pada bosnya untuk jujur, tapi bosnya itu belum mau untuk jujur pada mamanya soal hubungan mereka yang sebenarnya. Mungkin ia akan sangat senang dan bahagia jika hubungan mereka beneran. Tapi sayang, hubungan mereka hanyalah untuk melunasi ponsel bosnya yang hancur karena kecerobohan nya.


Begitu juga dengan Gio, rasa cemburu yang ia rasakan jika melihat Yasmin dekat dengan lelaki lain termasuk dengan Leo. Membuat dadanya serasa ingin meledak. Tapi ia masih belum mau menyimpulkan kalau ia Uda jatuh cinta pada Yasmin. Karena ia masih menunggu seseorang yang sudah lama ia nantikan. Kalau dengan Salsa, meskipun ia belum memutuskan hubungannya dengan Salsa tapi ia sudah jarang bertemu dengan wanita itu. Demi untuk berbaikan dengan mamanya, Gio harus berbohong lagi pada mamanya tentang hubungan dengan Salsa.


"Yasmin, kamu biar di antar oleh supir kantor saja." ucap Gio pada Yasmin. Hari ini mereka berdua baru saja keluar dari bandara Soekarno Hatta. Sudah Lima hari Gio dan Yasmin berada di luar negri untuk meninjau proyek mereka. Dan Gio sengaja mengajak Yasmin ikut dengannya agar bisa membantu mengurus keperluan nya dan satu lagi agar Leo tidak mendekati Yasmin kalau ia tidak ada.

__ADS_1


"Saya naik taksi aja tuan." balas Yasmin karena tidak enak.


"Tidak apa-apa, saya harus pergi ke sesuatu tempat dulu. Jadi biar kamu di antar oleh supir kantor saja."


"Iya tuan. Kalau gitu saya pulang duluan." pamit Yasmin pada Gio. Setelah pamit pada bosnya Yasmin langsung masuk ke dalam mobil yang sudah menjemput mereka tadi.


"Jalan pak.." ucap Gio yang tak mau lama-lama menatap Yasmin. Setelah melihat mobilnya sudah tak terlihat lagi, baru Gio naik taksi dan menuju apartemen Salsa. Gio Uda janji setelah pulang dari luar negeri Gio akan jalan bersama Salsa. Hari ini ia mau memberikan kejutan pada Salsa, karena tepat hari ini Salsa ulang tahun. Gio tidak memberi tahu Salsa kalau hari ini ia pulang.

__ADS_1


Satu jam Gio baru sampai di Apartemen Salsa. Tepat di depan pintu Gio menekan bell Apartemen Salsa, tapi Uda tiga kali ia pencet bellnya Salsa tidak membukakan pintunya.


"Dia kemana sih?!" ucap Gio mulai kesal. "Apa di gak ada di apartemennya.. perasaan setengah jam yang lalu gue kirim pesan, katanya dia di apartemen." ucapnya lagi. Karena tak kunjung di bukakan pintunya, Gio akhirnya menekan passwordnya karena sebenarnya Gio tahu password pintu Apartemen Salsa, karena apartemen yang di tempati Salsa adalah milik Gio.


Pintu pun terbuka, Gio langsung masuk kedalam. Di ruangan tamu sepi tidak ada wanita yang ingin ia temui. Gio pun mencoba melihat kekemar wanita itu.


Dengar perlahan Gio jalan menuju kamar Salsa. Saat akan membuka pintu Gio mendengar suara ******* seseorang dari dalam kamar. Gio berpikir sejenak, gak mungkinkan ia salah masuk apartemen. 'Kalau salah, kenapa password pintunya benar. Terus itu..' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Gio kembali mendengar ******* dan kali ini agak lebih keras, dengan pelan Gio membuka pintu kamar. Alangkah terkejutnya ia melihat siapa yang berada di dalam kamar itu. Gio langsung menutup pintunya lagi pelan agar tidak kedengaran pada mereka. 'Pantas saja kau tidak mendengar suara bel pintu, ternyata sedang asik di dalam kamar.' batinnya. Gio mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras menahan emosi. Tapi Gio bukannya pergi dari apartemen, ia malah duduk santai di sofa sembari memainkan ponselnya.


__ADS_2