YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 131


__ADS_3

"Mama apaan sih! masuk kedalam langsung main jewer telinga aja." kesal Gio. "Mah, Gio bukan anak kecil lagi, yang kalau berbuat salah langsung di jewer telinganya." protes Gio sembari mengelus-ngelus telinganya yang terasa sakit karena mamanya.


"Itu karena kamu sudah buat menantu mama menangis!" Bentaknya. "Ingat Gio, istri kamu lagi hamil. Ibu hamil itu harus selalu bahagia. Bukannya malah di buat sedih atau menangis..!" ujar Mita yang juga kesal pada putranya.


"Yasmin menangis mah?!" tanya Gio yang memang tidak mengetahui nya.


"Iya! Karena ucapan kamu tadi di mobil." jawab Mita.


"karena ucapan ku di mobil?" Tanyanya lagi sembari mengingat kembali apa yang sudah ia ucapkan pada sang istri sampai membuat istrinya itu menangis.


"Ya Allah.." ucap Gio saat mengingatnya.


"Makanya kalau apa-apa itu jangan langsung emosi, bicarakan baik-baik." Mita kembali menjewer telinga putranya.


"Aduh mah sakit, tau.. udah dong mah..! Iya maaf, Gio minta maaf karena udah buat menantu mama menangis." Gio meringis menahan rasa sakit dan panas telinganya yang di jewer kembali pada mamanya.


"Gio, kamu kan tahu Yasmin sifatnya seperti apa. Yasmin sangat baik kesemua orang dan sifat nya sama seperti Nilam, ibu kandungnya. Kalau kamu tidak bisa menyetujui permintaan nya? Kan bisa menjelaskan nya dengan baik-baik. Bukan malah bicara seperti itu padanya. Sayang, perasaan ibu hamil itu sangat sensitif.. apa lagi dia hamil anak kembar. Jangan sampai buat dia stres, itu akan mempengaruhi kandungan nya." ucap Mita menjelaskan dan menasehati putranya.


"Mama udah tahu kalau Yamin hamil anak kembar?" Mita menganggukkan kepalanya sambil tersenyum senang. "Berarti Gio yang terakhir mengetahui nya dong..!" Mita mengangkat kedua bahunya. Lalu Gio menghela nafasnya panjang. "Terus sekarang Yasmin dimana ma?" tanya Gio yang sudah merasa bersalah pada Yasmin karena ucapannya. Itu karena ia tadi emosi, jadi kata-kata tersebut keluar gitu aja dari mulut nya.

__ADS_1


"Dia ada dikamar, lagi istirahat. Kasian Yasmin, dia menangis sampai terisak karena sakit hati oleh perkataan kamu. Dasar anak nakal!" ucap Mita sembari beranjak dari sofa. "Udah sana kamu minta maaf sama menantu mama, sekarang. Dan bicarakan lagi dengan baik-baik soal permintaannya." Mita langsung berjalan keluar dari ruangan kerja putranya.


Tidak lama mamanya pergi, Gio pun beranjak dari sofa lalu berjalan keluar dari ruangan kerja nya menuju kamarnya dengan langkah lebar. Ia sudah kembali membuat kesalahan dan ia harus cepat meminta maaf. Kalau tidak.. "Ya tuhan, jangan sampai itu terjadi.." batinnya. Mendadak muncul rasa takut kalau istrinya itu akan pergi meninggalkannya lagi. "Sayang maafin mas." Lirihnya.


Sampai di dalam kamar, Gio melihat istrinya tengah berbaring di ranjang dengan tubuhnya membelakangi dirinya. Dengan jalan perlahan Gio mendekati Yasmin, ia pun naik keatas ranjang dan langsung memeluk istrinya itu dari belakang.


Gio mencium kepala istrinya. Melihat tidak ada pergerakan dari tubuh sang istri. Mungkin istrinya benar-benar sudah tidur dengan nyenyak. Gio merapatkan tubuhnya ke tubuh istrinya, kemudian tangannya memeluk perut istrinya yang tidak rata lagi sembari mengelus-ngelus perut buncit istrinya.


"Sayang, maafin mas. Tanpa sengaja mas sudah menyakiti hati kamu lagi." Bisik Gio sembari menciumi kepala istrinya tanpa henti dan ia menghirup harum rambut istrinya yang halus dan lembut.


Yasmin yang tadinya tertidur nyenyak karena merasakan perutnya ada yang mengelus, membuatnya terbangun. Yasmin kemudian memegang tangan Gio yang melingkar di perut buncitnya. Gio yang masih memeluk istrinya terkejut.


"Udah mas, tapi kebangun karena sentuhan tangan mas di perut aku." sahut Yasmin yang langsung membalikkan tubuhnya jadi menghadap Gio.


"Maaf, mas sudah membangunkanmu."ucapnya merasa bersalah.


Gio menatap wajah istrinya, ia melihat kedua mata Yasmin sedikit membengkak. Pasti istrinya terus menangis tadi, membuatnya semakin merasa bersalah.


"Sayang, maaf.." ucap Gio sembari mengelus pipi lembut istrinya. Gio mendekat wajahnya ke wajah Yasmin, dan ia mencium kedua mata istrinya. Kemudian Gio menarinya kedalam pelukan hangatnya. Yasmin kembali menangis, mengingat perkataan suaminya tadi. "Kamu jahat mas.." rintih Yasmin.

__ADS_1


"Iya. Maafkan mas, sayang.." bisik Gio.


"Apa mas mau aku kembali padanya?! Apa mas rela melihat aku dengan mas Rang_-"


"Tidak! Tidak sayang!" potong Gio langsung. "Kamu tidak boleh kembali dengannya, karena Yasmin Kiara Prasetyo hanya milik Gio Faresta Adijaya. Kau adalah Aranya mas, sayang. Tidak akan mas biarin dia mendekati mu kembali, nanti. Sayang, maafkan kata-kata mas yang udah buat kamu sakit hati, tadi. Mas tidak berniat berkata seperti itu, mas hanya asal bicara sayang, karena emosi dan cemburu." jelas Gio.


"Mas cemburu? tapi mas cemburu dengan siapa?" tanya Yasmin tak habis pikir dengan suaminya.


"Iya mas cemburu dan juga marah." Sahutnya. "Mas gak suka kamu memanggil lelaki berengsek itu dengan sebutan mas. Dan mas panas dengarnya, kamu masih saja memanggil nya mas. Cukup mas aja yang kamu panggil dengan sebutan mas tidak boleh lelaki lain." Yasmin yang masih berada di pelukan hangat sang suami, tersenyum mendengarnya.


"Jangan senyum-senyum, sayang.. Mas serius! mas gak suka kamu masih memanggilnya mas." protes Gio. Kemudian Gio mengurai pelukannya, lalu menundukkan kepalanya agar dapat menatap wajah istrinya yang juga tengah menatapnya.


"Iya mas, aku tidak akan memanggil Rang_-" Gio langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya untuk menghentikan istrinya menyebut nama lelaki berengsek itu lagi.


"Jangan pernah sebut lagi namanya di depan mas sayang, mas gak suka! mendengar namanya saja, emosi mas memuncak." ucap Gio saat selesai mencium rakus bibir istrinya.


"Mas.." Yasmin memeluk Gio dengan erat, "iya, sayang.." saut Gio sembari mencium seluruh wajah istrinya dengan gemas, karena pipi istrinya yang tambah cabi semenjak hamil.


"Hahaha.. mas udah ih, geli tahu..!" Gio tidak mendengarnya, ia terus mencium seluruh wajah nya.

__ADS_1


__ADS_2