
"Hei Yasmin.." sapa Sarah.
"Hei.. " balas Yasmin sembari tersenyum menatap Sarah. Tak lupa ia memeluk sahabatnya itu.
"Gimana?"
"Gimana apanya?" tanya Yasmin bingung.
"Malam pertamanya?" bisik Sarah.
"Ada deh." jawab Yasmin singkat.
"Kok ada deh sih jawabnya. Yas bukan itu jawabannya pengen aku dengar?" kesal Sarah.
"terus apa?" tanya Yasmin
"Kasih tau dong rasanya gimana?"
"rasa apa nih?! nanya yang jelas dong, Sarah..!"
"Malam pertamanya?"
"Lo mau tahu rasanya seperti apa!" Sarah mengangguk antusias ingin mendengar jawaban dari Yasmin.
"Lo harus nikah dulu gih, baru tahu rasanya malam pertama seperti apa? kalau gue jelasin rasanya, takutnya Lo pengen lagi." ucap Yasmin tertawa senang bisa menjahili sahabatnya.
"Yasmin...!!" teriaknya kesal. "Dasar nyebelin!" kesalnya pada Yasmin yang terus mentertawakan nya. "pelit amat sih! Gue kan ingin tau juga, biar entar gak kaget kalau sudah menikah." ucapnya cemberut.
"Sahabatku tersayang, maaf ya.. kalau soal ranjang aku tidak bisa cerita. Karena itu sudah rana pribadi, tapi kalau Lo penasaran makanya nikah, biar tahu." jelas Yasmin.
"Nikah! sama siapa? pacar saja gak ada." jawab Sarah ketus.
"Tapi aku dengar-dengar Lo dekat ya sama pak Leo?" tanya Yasmin. Membuat Sarah jadi salah tingkah mendengarnya. "Lihat Lo salah tingkah gitu, beraati benarkan?"
"Ya emang dekat, kan kami kerja selalu bersama jadi dekatkan?" Yasmin tersenyum menanggapi nya.
"Gak mau cerita juga gak apa-apa. Entar gue juga tau sendiri kok." tutur Yasmin tersenyum menatap Sarah yang enggan menatapnya karena malu.
Ya, saat ini Sarah dan Leo lagi pendekatan. Awal kedekatan mereka sebulan yang lalu, saat Sarah menjadi sekretaris Gio. Dan seringnya Sarah pergi bersama Leo saat ada pertemuan dengan klien di luar. Membuat Leo nyaman berdekatan dengan Sarah, tapi mereka juga tidak mau yang terburu-buru. Mereka memutuskan jalani aja dulu seperti air yang mengalir.
"Sayang, kamu belum masuk? ayo?" ajak Gio yang baru saja keluar dari ruangan Leo, asistennya.
__ADS_1
Sebenarnya Gio keruangan Leo, untuk meminta Leo menyusun ulang jadwalnya. Karena bulan depan, Gio akan mengajak istrinya hanymoon. Dan itu tidak sebentar, sebulan. Ya, Gio akan mengajak istrinya hanymoon selama satu bulan. Gio meminta Leo untuk, mengurus Perusahaan dan semua pekerjaannya.
"Mas, uda selesai?" tanyanya
"Uda, sayang.." jawab Gio sembari menarik lembut tangan Yasmin masuk kedalam ruangan nya.
"Dah Sarah.. gue masuk dulu yah." ucap Yasmin yang masih tersenyum menatap Sarah. Sedangkan Sarah menatapnya dengan tatapan tajamnya.
Saat sudah berada di ruangannya, Gio membawa Yasmin duduk di sofa.
"Kalian bicara apa tadi, sampai suara tertawa kamu terdengar diruangan Leo?" tanya Gio sembari menciumi wajah Yasmin yang sudah berada di pangkuannya.
"Ketawa aku dengar sampai sana ya mas?" Gio hanya menganggukkan kepalanya saja, karena bibirnya masih sibuk menyusuri seluruh wajah dan leher istrinya.
"Mas.."
"Hmm, iya sayang.." Tangan Gio sudah masuk kedalam kaos istrinya dan menyentuh kedua dadanya.
"Ini di kantor loh. Geli mas ih! lepasin, kerja dulu sana?!" ucap Yasmin yang mulai tak nyaman, karena takut tiba-tiba saja ada yang masuk keruangan suaminya.
"Pintu sudah mas kunci sayang.." ucapnya yang masih belum mau melepaskan istrinya. "Mas mau ini sayang, boleh ya? bentar aja kok." rengek Gio sembari tangannya masih di kedua dada istrinya. "Mas cuman mau ini aja gak minta lebih kok, janji." ucap Gio lagi.
"Iya sayang." jawab Gio yang langsung menyambar dada milik istrinya. Semenjak ia menyentuh dada Yasmin, Gio menjadi ketagihan. Jadi, setiap akan tidur Gio selalu menyentuhnya seperti bayi yang kehausan.
*
Sore harinya Gio dan juga Yasmin sudah tiba di rumah milik Ayahnya.
"Sayang kamu datang?" tanya Indra yang baru masuk kedalam rumahnya. Dan ia melihat putrinya duduk di ruang tamu bersama menantunya.
"Ayah uda pulang kerja?" Yasmin langsung nyamperin Ayahnya lalu memeluknya. "Sudah, sayang.."jawab Indra. Gio pun ikut mendekat ke sang mertua kemudian mencium tangan mertuanya.
"Yasmin kangen ayah.." rengek Yasmin manja pada ayahnya.
"Ayah juga kangen sama kamu." balas Indra. "Ayo kita pindah keruang tengah." ajak Indra pada putri dan menantunya untuk duduk di ruang tengah.
"Kemana pelayan, kok gak ada kelihatan?" kesal Indra yang tak melihat pelayannya sama sekali.
"Ayah, biar saja entar Yasmin yang ambil sendiri minumnya." ujar Yasmin.
"Kok gak telpon ayah kalau mau main kerumah? gimana kalau ayah hari ini lembur coba?" Gio dan Yasmin hanya tersenyum saja.
__ADS_1
"kalau ayah lembur, ya datangi ayah ke rumah sakit aja.." ucap Yasmin sembari beranjak dari sofa.
"Ayah sama mas mau minum apa?" tanya Yasmin sebelum berjalan menuju dapur.
"Ayah teh aja, sayang.."
"mas juga." Yasmin pun langsung menuju dapur membuatkan teh untuk ayah dan suaminya.
"Bi.." panggil Yasmin. "Bibi masak apa?" tanya Yasmin.
"Eh, non. Ini bibi masak Ayam semur ke sukaan Bapak." jawab bibi. "Non mau buat apa?"
"ini, mau membuat teh bi.."
"Astaghfirullah, maaf non. Bibi sampe lupa buatkan minuman." ucap Bibi merasa tidak enak.
"Gak apa-apa bi.. kan bibi lagi masak." balas Yasmin tersenyum manis.
"Assalamu'alaikum.." ucap Bima yang baru masuk kedalam.
"Waalaikumsalam.." jawab mereka bersamaan.
"Kak Bima.." sapa Yasmin tersenyum senang melihat kakaknya.
"Hei, kamu kesini dek? kok gak ngabari kakak?" Bima langsung nyamperin Yasmin, lalu memeluk nya.
"Jangan lama-lama Lo peluk istri gue!" protes Gio gak suka istri nya di peluk oleh Bima, kakak iparnya.
"Bawel Lo ah! terserah gue, dia kan adik gue sendiri.." Gio memutar bola matanya jengah. Selalu itu alasan yang di ucapkan Bima.
"Kalian nginap apa gimana?" tanya Indra.
"Pulang Yah," jawab Gio.
"Ya uda kita makan malam dulu ya.. baru itu pulang kerumah." ucap Indra lagi.
Selesai makan malam dan berbincang-bincang di rumah Ayah Indra, Gio dan Yasmin langsung pulang kerumah. Dilihatnya istrinya tertidur, Gio mengulurkan tangannya mengelus kepala istrinya dengan lembut.
"Pasti kamu lelah ya, sayang nunggu mas kerja." lirih Gio sembari matanya fokus ke depan jalan.
Sampainya di rumah, Gio langsung mengangkat Yasmin, masuk kedalam rumah. Lalu membawanya masuk kedalam kamar dan meletakkan nya di kasur dengan pelan agar tidak membangun kan istrinya. Tak lupa ia menyelimuti serta mencium kening, sang istri. Setelah itu Gio masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1