YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 129


__ADS_3

"Mas, kenapa kamu gak pernah memberitahu aku kalau Tante Shila masuk penjara, mas.." ucap Yasmin pada Gio, suaminya. Saat ini mereka sudah berada di jalan dan akan pulang menuju rumah mama Mita.


Ya, sekarang Yasmin sudah tahu kalau Shila mama dari Rangga berada di penjara, karena sudah berencana mencelakainya dengan menyewa seseorang untuk menabraknya waktu itu, sampai membuat dirinya kehilangan calon anak pertamanya.


Kalau saja Yusman papa dari Rangga, tidak cerita kepadanya mungkin saja sampai sekarang ia tidak mengetahuinya.


"Mas sengaja gak kasih tahu kamu, sayang..." saut Gio.


"Tapi kenapa mas?" tanya Yasmin.


"Kalau mas kasih tahu, pasti kamu tidak menyetujui wanita itu mas masukan kedalam penjara." jelas Gio.


"Tentu mas, kasian Tante Shila sudah tua harus di penjara." ujar Yasmin.


"Kamu kasian dengannya? terus kamu gak kasian sama aku, dengan dirimu sendiri atau calon anak kita yang pergi karena ulahnya?!" tanya Gio kesal mendengar ucapan istrinya.


"Tapi mas kasihan dengan om Yusman, pasti dia kepikiran terus dengan istrinya.. sampai om Yusman sakit seperti itu dan aku perhatikan tubuhnya juga semakin kurus." tutur Yasmin yang tidak tega dengan papa dari mantan tunangannya itu.

__ADS_1


Gio menghela nafasnya sembari menatap istrinya sekilas.


"Mas, gimana kalau mas Rangga kita bebaskan saja, aku gak tega dengan Citra dan Nesya putrinya."pinta Yasmin. "Pasti Nesya sangat merindukan papanya." tambah Yasmin lagi.


"Kalau kamu memang kasian kepada keluarga mereka, ya udah kembali saja kamu sama mantan tunangan kamu itu! dan hiduplah bahagia denganya!" ucap Gio yang sudah emosi. Kemudian Gio langsung keluar dari mobil dengan menutup pintu mobil dengan sangat keras. Saat ini meraka baru saja sampai di rumah mama Mita. Dengan langkah lebar, Gio masuk kedalam rumah membiarkan istrinya yang masih di dalam mobil.


Sementara Yasmin, terkejut suaminya menutup pintu mobil dengan keras sembari mengelus dadanya yang terasa sesak karena ucapn suaminya. Air matanya mengalir gitu saja, hatinya sakit benar-benar sakit mendengar ucapn suaminya barusan. Apa ia salah meminta untuk membebaskan Tante Shila dan juga Rangga? Ia hanya kasian dengan om Yusman dan Nesya yang menginginkan papanya.


Yasmin pun keluar dari dalam mobil, lalu berjalan masuk kedalam rumah.


"Gio, kok kamu sendirian? Yasminnya mana?" tanya sang mama yang lagi duduk di ruang tengah sembari menonton tv.


"Terus kamu kenapa? Apa ada masalah?" tanya Mita lagi yang melihat wajah kesal putranya.


"Tanya saja dengan menantu mama!" Gio langsung berjalan menuju ruang kerjanya.


"Ya Allah, sebenarnya ada apa sih?!" tanya Mita bingung.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum.." ucap Yasmin yang baru masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam.." jawab Mita sembari beranjak dari sofa setelah mendengar salam dari menantunya.


"Sayang.."


"Mah.." Yasmin langsung mencium punggung tangan mama mertuanya.


Mita terus memperhatikan menantunya, ia melihat wajah menantunya seperti habis menangis.


"Mah, Yasmin masuk kekamar dulu." pamit Yasmin yang langsung berjalan menuju kamarnya dengan jalan perlahan menaiki anak tangga.


Mita yang melihat itu, meyakini bahwa putra dan menantunya lagi bertengkar. "Ya Allah, ada apa lagi ini? tidak biasanya mereka berdua seperti ini." Mita kemudian menyusul menantunya untuk menanyakan ada apa yang terjadi di antara mereka.


Sementar Gio yang sudah berada di ruang kerjanya, langsung membuka jasnya, dan menarik dasinya dari kera kemejanya yang serasa mencekik lehernya, lalu melemparnya sembarang arah. Entah mengapa ia sangat kesal dan marah dengan ucapan istrinya yang meminta untuk membebaskan orang yang sudah menghilangkan nyawa calon bayinya. Bahkan nyaris membuat istrinya tiada juga. "Apa tadi? Yasmin bilang, kasian dengan wanita yang bernama Shila itu..Ya ampun.." lirihnya. Apakah istrinya gak kasian dan tidak memikirkan perasannya juga yang hancur dan frustasi kehilangan calon anak pertama mereka? membuat Gio tidak habis pikir dengan Yasmin. Sedangkan wanita tua itu saja tidak mikir berulang kali untuk menyelakai istrinya.


Kemudian Gio menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di ruangan kerjanya. Rasanya kepalanya terasa sangat pusing. Sebelum masuk kedalam kamarnya dan bertemu istrinya, ia akan tetap di ruangan kerjanya dulu untuk meredahkan amarah dan emosinya. Karena permintaan istrinya yang meminta untuk membebaskan Ibu dan anak itu.

__ADS_1


Tok tok tok


"Sayang, apa Mama boleh masuk?"


__ADS_2