
"Ta-tante.." Wanita paruh baya itu menatap sinis Yasmin.
"Sedang apa kamu disini?!" tanya Wanita itu. "Oh saya lupa, kamu sudah menikah dengan pengusaha kaya itu ya?! siapa namanya? Dasar murahan! pembawa sial. Ternyata pintar juga kamu mencari lelaki yang lebih segalanya dari Rangga. Puas kamu sudah buat anak saya masuk kedalam penjara, hah?! Dan sekarang kamu hidup tenang dengan suami kamu yang kaya itu!" Ucap Wanita itu penuh amarah dan dendam.
"Tante saya bukan wanita seperti itu. Kalau mas Rangga masuk penjara itu karena ulahnya. Tante tau betul apa yang sudah dia lakukan dengan saya dan mas Gio." jelas Yasmin.
"Iya! tapi itu karena kamu! anak saya sampai seperti itu." Yasmin menggelengkan kepalanya tak terima.
"Apa salah saya sama tante Shila selama ini. Apa Tante?kenapa Tante tidak suka dengan saya." Ya, wanita paruh baya itu adalah Shila, Mama dari Rangga. Mereka pun mendapatkan undangan dari Pak Hendri. Shila tidak menyangka bisa bertemu dengan Yasmin di toilet. Begitu juga Yasmin yang tidak menyangka bisaa bertemu lagi dengan mama Rangga di sini. Semenjak Rangga di penjara di Jakarta, Papa dan mamanya pindah ke Jakarta agar lebih dekat kalau menjenguk anaknya. Kalau mereka tetep berada di Surabaya terlalu jauh.
"Kamu mau tahu, salah kamu apa?! salah kamu masuk ke dalam kehidupan Rangga. Andai dia tidak mengenal kamu, semua ini tidak akan terjadi! sekarang anak saya satu-satunya masa depannya sudah hancur karena di penjara. Seharusnya dia bisa menggantikan papa nya. Puas kamu sudah menghancurkan masa depan anak saya, puas!" Ucap Shila emosi. "ingat Yasmin saya tidak akan pernah terima dan tinggal diam. Kamu tunggu saja apa akan saya lakukan sama kamu!" ucapnya lagi dengan menekan setiap kata yang Shila ucapkan.
"maaf Tante." Hanya itu yang bisa di ucapkan Yasmin. Ia tidak mau berdebat dengan mamanya Rangga, apalagi ia tengah hamil.
Kemudian Shila pergi, karena ada orang yang masuk kedalam toilet.
__ADS_1
Sedangkan Yasmin hatinya tidak tenang mendengar ancaman dari Shila. Ia jadi merasa takut, apalagi ia tengah hamil.
Setelah beberapa saat di toilet, Yasmin keluar dengan perasaan yang masih tidak tenang.
"Sayang, kamu Uda selesai?" Membuat Yasmin terkejut.
"Eh mas, uda." jawabnya.
"kok lama di toiletnya, kamu gak kenapa-kenapa kan? mas kuatir banget, loh." ucap Gio langsung memeluk istrinya.
"Mas bisa kita pulang saja mas? aku Uda mulai ngantuk dan lelah." pinta Yasmin.
"Iya, nih mas mau ajak kamu pulang. Solanya uda jam 10 malam, mas takut kamu kelelahan." balas Gio. Mereka pun berjalan menuju parkiran mobil.
Di dalam mobil Yasmin diam saja, di otaknya masih memikirkan ucapan dari Shila.
__ADS_1
"sayang kamu kenapa?" tanya Gio sembari mengelus lembut kepala sang istri. "sayang.." panggil Gio lagi karena Yasmin masih diam saja. "Sayang.." Gio menyentuh lengan istrinya.
"Hah. Eh iya mas ada apa?"
"Kamu melamun sayang? apa yang sedang kamu pikirkan, hmm?"tanya Gio.
"Gak ada kok mas." jawabnya berbohong.
"Beneran?" tanya Gio lagi.
"Iya mas.. Aku hanya merasa lelah saja."
"Ya Uda kamu tidur aja di mobil, entar kalau sudah sampai rumah mas akan bangun kan kamu." Yasmin hanya mengangguk saja.
Tibanya di rumah Gio langsung mengangkat istrinya masuk kedalam rumah. Ia tidak tega harus membangunkan istrinya yang lagi nyenyak tidurnya. Sampainya di dalam kamar, Gio langsung meletakkan Yasmin di atas ranjang dengan pelan karena takut membangunkan sang istri. Kemudian Gio melepaskan gaun yang dipakai Yasmin, Gio tersenyum menatap sang istri yang tidak terbangun saat dirinya melepaskan pakaian istrinya itu.
__ADS_1
"Kamu seperti nya benar-benar kelelahan, sayang?" setelah gaunnya terlepas dan hanya menyisakan pakaian dalam saja. Gio langsung menyelimuti istrinya. "Selamat malam sayang.. mas sayang banget sama kamu. I Love you.." Lalu Gio mencium kening istrinya dan bibir manis sang istri. Dan Gio pun langsung masuk walk in closet untuk mengganti pakaiannya.