YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 104


__ADS_3

Sebuah tamparan mendarat di pipi Salsa. "Kamu menampar aku!" Bentak Salsa dengan memandang Yasmin tajam sembari menyentuh pipinya yang di tampar oleh Yasmin.


"Maaf mbak Salsa. Tapi ucapan kamu sudah keterlaluan. Aku tidak pernah sekalipun menggoda mas Gio." ucap Yasmin. "Seharusnya mbak Salsa sadar, kalau mbak memang tidak berjodoh dengan mas Gio. Bukannya mbak yang mengkhianati mas Gio?! jadi kalau Mbah tidak bersama mas Gio lagi itu bukan salah ku! tapi salah mbak sendiri." tambah Yasmin lagi. "Lebih baik mbak pergi, dari rumah aku, sekarang!" usir Yasmin. Sebenarnya ia tidak mau berbicara kasar pada Salsa. Tapi ucapan Salsa sudah keterlaluan dan membuatnya emosi.


"Oh kau mengusir ku?!" Salsa berjalan dan mengelilingi tubuh Yasmin. "Aku tahu kamu sedang hamil kan? gimana kalau aku mendorong mu dari tangga ini, aku yakin kamu dan juga bayi dalam kandungan mu akan tiada." bisik Salsa di telinga Yasmin. Membuat Yasmin langsung memegang perutnya.


"Gak akan aku biarkan mbak nyakiti anak ku." ucap Yasmin.


"Oh ya.. tapi sayang nya aku ingin kamu dan bayi mu itu tiada, agar aku bisa mendekati Gio kembali." Salsa langsung mencekal tangan Yasmin kuat.


"Mbak mau apa! lepasin!" teriak Yasmin. "Apa salah ku sama mbak Salsa, hah!"

__ADS_1


"Kau tanya apa salah mu!" bentak Salsa. "Kau sudah mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku! dasar wanita murahan!" Salsa langsung menampar pipi Yasmin, membalas tamparan dari Yasmin padanya.


"Tapi aku tidak pernah mengambil apa pun seperti yang mbak tuduhkan." ucapnya sembari menyentuh pipinya yang terasa perih Karena tamparan Salsa begitu kuat. "Mbak bilang apa tadi? aku wanita murahan. Heh, bukannya mbak sendiri wanita yang seperti itu?!" Salsa semakin menatap tajam ke Yasmin, emosinya sudah tidak bisa di tahan lagi.


"Apa kamu bilang! hah?!" Salsa menarik rambut Yasmin kuat. Membuat Yasmin memekik karena kepalanya terasa sakit akibat tarikan rambutnya begitu kuat sampai Yasmin mengeluarkan air matanya.


"lepasin mbak. Kalau mas Gio tahu apa yang sudah mbak lakukan, dia tidak akan mengampuni mbak." ucap Yasmin agar Salsa melepaskannya.


"A-apa yang mau mbak lakukan!" Salsa menarik Yasmin mendekat ke tangga. Salsa yang memang sudah sangat membenci Yasmin dan ingin merebut kembali Gio tidak perduli lagi. Salsa benar-benar gelap mata ia ingin mendapatkan Gio kembali menjadi miliknya, walaupun harus menyingkirkan Yasmin. Karena yang ada dipikirannya adalah Gio. Tadinya ia menyewa seseorang untuk menyelakai Yasmin, tapi Yasmin belakangan ini sama sekali tidak ada keluar rumah. Jadi Salsa memutuskan untuk datang ke rumah Yasmin, mumpung Gio masih berada di luar negri.


"Mbak jangan! oke aku terima jika mbak marah padaku tapi jangan lakukan ini padaku, aku lagi hamil mbak." mohon Yasmin agar Salsa tidak mendorong nya ke tangga.

__ADS_1


"Memangnya aku perduli! tidak sama sekali. Kalau aku tidak bisa mendapatkan Gio begitu juga dengan mu! jadi... selamat tinggal Yasmin." ucapnya sembari menyeringai licik.


"Mbak jangan aku mohon, kasihanilah anak dalam kandungan ku. Jangan di lepas mbak!" teriaknya. "Tolong, tolong." teriaknya lagi meminta tolong.


"Hahaha.. sayang sekali Yasmin, tidak ada orang dirumah ini! jadi tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu!" Mata Salsa melihat sekeliling, ia sedang mengecek ada CCTV atau tidak di dekat tangga. Ia bersyukur di atas tidak ada CCTV nya. Karena memang Gio belum memasangnya CCTV di lantai atas.


"Mbak jangan." mohon nya lagi. Tapi Salsa tidak memperdulikannya.


"Dah, Yasmin.." Salsa langsung mendorong Yasmin.


"Aaaaaahhhh!"

__ADS_1


__ADS_2