YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 88


__ADS_3

Yasmin terbangun, karena perut nya terasa lapar dan dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari.


"Mas bangun.." ucap Yasmin membangunkan sang suami. "Mas.." Yasmin menggoyang tubuh Gio, tapi suaminya itu tak terbangun juga.


"Sayang, papa gak mau bangun. Mungkani papa kelelahan. Kita masak aja sendiri, Oke. Pasti kamu Uda kelaparan ya?" monolog Yasmin sembari turun dari ranjang. Kemudian Yasmin berjalan keluar dari kamar menuju dapur. "Sabar ya sayang, mama masak mie dulu." Yasmin mengambil mie instan di atas lemari, entah mengapa ia ingin makan mie instan. Tadinya ia ingin Gio yang memasak, tapi suaminya itu tak kunjung bangun juga.


"Kamu jam segini lapar, sayang?" tanya Gio yang sudah berada di dapur nyamperin Yasmin. "kok gak bangunin mas, sayang?" Yasmin tersenyum menatap Gio.


"Tadi Uda bangunin mas, tapi kamunya gak bangun." jawab Yasmin yang sibuk dengan mengaduk mienya.


"Masa' sih sayang? maaf ya mas gak dengar." ucap Gio merasa bersalah.


'Ya ampun Gio.. Katanya mau jadi suami siaga, tapi istrinya bangunin karena lapar aja gak bangun.' gumam Gio dalam hati.


"Mas kalau masih ngantuk tidur lagi sana! entar selesai makan aku langsung ke kamar." Gio menggelengkan kepalanya, tidak mau. Gio malah melingkarkan tangannya memeluk pinggang istrinya.


"Mas gak bisa tidur kalau tidak ada kamu di samping, mas." ucapnya dengan manja. Memang semenjak menikah Gio akan terbangun dari tidurnya kalau sang istri tidak ada berada di sampingnya. Apalagi saat istrinya mual sebulan yang lalu, kalau berdekatan dengannya Membuat Gio susah tidur dan sangat frustasi. "Kamu masak apa sayang?" tanyanya dengan masih memeluk Yasmin.

__ADS_1


"Masak mie instan, mas." Jawab Yasmin.


"Kok kamu makan mie sih sayang? itu tidak baik buat kesehatan baby dan kamu." ujar Gio.


"Mas, please kali ini aja." mohon Yasmin pada Gio. "Boleh ya mas.. aku pengen banget mas?" rengek nya.


"Emm, oke kali ini aja. Mas bolehin kamu makan mie."


"Terimakasih, papa.." Gio tersenyum lebar, mendengar Yasmin menyebut Papa. Gio semakin mempererat pelukannya dan mencium bahu putih istrinya. Karena Yasmin hanya memakai baju tidur bertali spaghetti.


"Sini biar mas yang lanjutin, sayangnya mas duduk saja di meja makan, oke." Gio menuntun sang istri ke ruang meja makan dan mendudukkan nya. Kemudian Gio mengambil mie yang sudah di masak oleh istrinya, dan meletakkan mie tersebut ke mangkuk kaca. Lalu Gio meletakkan mangkuk di meja tepat di hadapan istrinya.


"Sayang hari ini mas ada meeting di luar, kamu di rumah aja ya? entar mas suruh bibi temenin kamu, sampai mas pulang.." ucap Gio yang sebenarnya tidak tega meninggalkan istrinya di rumah. "Jangan melakukan pekerjaan apa pun, karena sudah ada bibi yang mengerjakan nya. Entar malam kita pindah ke kamar bawa aja. Mas takut terjadi apa-apa dengan kamu yang lagi hamil, harus naik turun tangga." tambah Gio lagi. Entahlah Uda dua hari ini perasaan Gio tidak tenang. Malam tadi ia juga mimpi dan mimpinya itu membuatnya tidak tenang sampai hari ini.


"Iya mas.. besok-besok biar aku dirumah aja deh mas nunggu kamu pulang kerja. Bosan juga mas, tiap hari kekantor hanya duduk diam nunggu kamu kerja."


Gio langsung menarik lembut pinggang istrinya agar lebih dekat dengannya. Karena saat ini Yasmin tengah memasangkan dasi suaminya.

__ADS_1


"No. Mas gak mau ninggalin kamu di rumah sayang? mas gak tenang. Kalau hari ini tidak banyak pertemuan di luar, mas pasti tetap ajak kamu ke kantor. Mas akan usahakan pulang cepat nanti. Oke." ucap Gio yang tidak setuju dengan permintaan istrinya, karena ia tidak mau jauh dari istrinya. "Ya uda mas langsung berangkat ya? soalnya mas harus tiba lebih cepat." seperti biasa tak lupa Gio mencium kening dan bibir istrinya. Sedangkan Yasmin mencium punggung tangan suaminya.


"Hati-hati ya mas.."


"Iya sayang.." balas Gio sembari tersenyum menatap Yasmin.


"Mas.." Panggil Yasmin saat Gio akan keluar kamar.


"Iya. Ada apa sayang, hmm?" Gio kembali mendekat ke istrinya. "Apa si baby mengingikan sesuatu?" tanya Gio yang mendapat anggukan dari Yasmin.


"Dede mau apa sayang?" Gio mensejajarkan tubuhnya dengan perut Yasmin sembari mengelusnya dan mencium perut istrinya.


"Mas, aku pengen makan ayam geprek yang di tempat biasa sama es krim. Boleh?" Gio tersenyum menatap Yasmin.


"Boleh. Dede mau makan Ayam geprek ya.. Entar papa beliin ya? terus mau apa lagi sayang?"


"Sepertinya itu aja deh mas. Nanti aku chat kamu kalau mengingikan yang lain lagi." Jawab Yamsin.

__ADS_1


"Oke. Kalau gitu papa kerja dulu ya.. jangan nakal di dalam perut mama. Dan jaga mama buat papa." Gio menciumi perut sang istri, setelah itu ia berdiri dan pamit kembali pada Yasmin.


__ADS_2