
Seminggu telah berlalu, setelah kejadian kemaren Gio sekarang lebih sering mengajak Yasmin ke rumah orang tuanya. Dan itu hampir setiap hari sepulang kerja. Yasmin sendiri sebanarnya senang-senang saja kalau di ajak kerumah orang tua Gio, tapi itu membuat Yasmin menjadi tidak enak dengan mama Mita karena hubungan palsunya dengan bosnya itu.
"Yasmin..!!" teriak Sarah.
"Apaan sih lo teriak-teriak, gak bisaa lembut dikit apa manggilnya?" kesal Yasmin yang baru keluar dari kamar dan lagi siap-siap untuk berangkat kerja.
"Tuh Lo lihat mobil siapa yang ada di depan." ucap Sarah menarik lengan Yasmin ke arah pintu depan. "Lo yakin bilang sama gue gak ada hubungan apa-apa dengan pak Gio?" Yasmin menghela napasnya pelan. Ya, mobil yang ada di depan rumah Dina adalah mobil Gio yang lagi mau menjemput Yasmin.
"Uda berapa kali gue bilang, kalau gue gak ada hubungan apa-apa sama tuan Gio." jawabnya jujur. Karena memang kenyataannya dirinya tidak ada hubungan apa-apa dengan bosnya itu.
"Nah tuh ngapain lagi si bos kesini? kalau bukan jemput loh!" Sarah masih tetap tak percaya kalau sahabatnya itu tak memiliki hubungan apa-apa pada Gio.
"Tau ah bawel. Gue duluan ya.." Yasmin langsung mengambil tasnya, lalu berjalan keluar rumah menuju mobil Gio.
"Oke kalau Lo gak mau jujur sama gue. Lihat aja sahabatku tersayang, gue akan cari tahu sendiri." monolog Sarah sembari menatap Yasmin dan Gio yang lagi berbicara di samping mobil.
"Uda siap, ayo masuk mobil." Gio langsung membuka pintu mobil untuk Yasmin.
"Kamu kenapa kok mukanya di tekuk gitu?" tanya Gio pada Yasmin. Saat ini mereka lagi di mobil menuju kantor. Entah ada apa dengan bosnya itu, sudah seminggu ini lelaki itu sering jemput Yasmin kerumahnya untuk pergi ke kantor bersama.
"kenapa tuan jemput lagi sih..!" kesal Yasmin.
"Loh emangnya kenapa kalau saya jemput kamu? ada larangan apa kalau saya jemput calon istri saya.." Yasmin langsung menoleh ke arah Gio sembari melebarkan matanya.
__ADS_1
"apa! calon istri?!"
"ehmm." balas Gio tersenyum menatap Yasmin sekilas.
"calon istri dari Hongkong!" kesalnya.
"calon istri saya bukan dari Hongkong Yasmin.. tapi orang Surabaya. Kan kamu orang Surabaya bukan dari Hongkong..!" ucap Gio menggoda Yasmin.
"Jangan ngaco deh! saya hanya calon istri bohongan kalau tuan lupa!" ucap Yasmin mengingatkan.
"oh.. jadi kamu maunya beneran nih?" goda Gio lagi.
"tau ah, terserah tuan aja." Ucap Yasmin langsung mengalihkan pandangan ke arah luar dengan wajah cemberut dan bibirnya di majukan karena kesal.
Spontan Yasmin langsung menutup mulutnya dengan tangannya. "Dasar mesum!" Gio hanya terkekeh di bilang mesum oleh Yasmin.
Sebenarnya Yasmin sampai sekarang belum bisa lupa kejadian seminggu yang lalu, saat bibirnya di cium oleh bosnya itu. Ia masih bisa merasakan bibir lembut bosnya yang mendarat di bibirnya. Mengingat itu membuat pipi Yasmin langsung merah merona.
"ayo turun!" ucap Gio sembari membuka seatbeltnya.
"Loh Uda sampai ya?" tanya Yasmin yang tak sadar kalau mobilnya sudah berhenti di parkiran kantor.
Pada saat membuka seatbeltnya, Yasmin agak sedikit kesusahan dan Gio pun langsung membantunya. Wajah Gio sekarang berada tepat di wajah Yasmin, dengan jarak yang begitu dekat. Yasmin bisa menghirup aroma mint serta merasakan hangat nafas Gio. Itu membuat Yasmin rasanya sulit bernafas. Yasmin pun tidak berani menatap mata Gio. Setelah seatbeltnya terlepas, Yasmin terkejut tiba-tiba saja bibir Gio sudah menempel tepat di bibir Yasmin.
Yasmin ingin melepaskan tautan bibirnya, namun Gio menekan tengkuk lehernya. Jantung Yasmin seperti berhenti berdetak. Berberapa menit Gio baru lepaskan tautan bibirnya dari Yasmin. Kemudian Gio mengusap lembut bibir Yasmin yang sedikit kebas.
__ADS_1
"Aku suka dengan pipi kamu yang merona gini." bisik Gio. Membuat Yasmin menundukkan kepalanya malu. Melihat Yasmin seperti itu, Gio mencium kilat bibir Yasmin lagi. "Uda ayo kita masuk." ajak Gio
"Tuan apaan sih! main cium-cium orang sembarangan!" ucap Yasmin tak terima.
"Loh kenapa emang? kan kam_-"
"Calon istri tuan gitu maksudnya?!" potong Yasmin langsung. Gio langsung tertawa renyah mendengarnya.
"Nah itu kamu tahu!" balas Gio yang masih tertawa.
"Tuan Gio yang terhormat.. hubungan kita itu hanya bohongan?!"
"Siapa bilang hubungan kita bohongan?" tanya Gio
"Kan perjanjiannya emang seperti itu!" jawab Yasmin yang mulai kesal.
"Saya gak ingat tuh kalau kita ada perjanjian seperti itu." ucap Gio sembari tersenyum menatap Yasmin.
"Tau ah!" Yasmin langsung membuka pintu mobil, lalu keluar ninggalin Gio yang tertawa lepas Uda membuat kesal wanita itu. Kemudian Gio menyusul Yasmin yang berjalan menuju lobi.
"Yasmin. Hei masa calon suaminya di tinggal sih!" goda Gio sembari berjalan mengikuti Yasmin dari belakang.
"Bodoh !" Yasmin jalan terus tak memperdulikan Gio yang terus menggoda nya.
Sedangkan Gio, senyum di wajahnya tak pernah pudar hingga sampai di dalam ruangannya. Gio gak menyangka menggoda Yasmin membuatnya bisa semenyenangkan ini dan tentunya ia bisa lupa akan Salsa.
__ADS_1