
Sesak dan sakit, itulah yang Yasmin rasakan melihat orang yang ia cintai berbaring lemah di ranjang rumah sakit. Ya, Yasmin sudah sangat mencintai Gio, dan rasa cinta nya sudah begitu dalam. Yasmin juga bingung, kenapa begitu cepat rasa cinta itu tumbuh untuk seorang Gio. Dan cintanya begitu dalam padanya. Berbeda dengan rasa cinta Yasmin kepada Rangga dulu tidak sedalam yang ia rasakan ke bosnya itu.
Yasmin memberanikan diri mengelus wajah Gio. Walaupun wajah bosnya pucat, tapi masih terlihat sangat tampan. Kemudian Yasmin menyentuh tangan dan menggenggam tangan lelaki itu.
"Tuan, maaf kan saya. Karena menolong saya, tuan sampai jadi seperti ini. Tuan, saya juga minta maaf karena sudah mencintai tuan tanpa izin. Saya gak tahu tepatnya kapan cinta itu tumbuh di hati saya, bahkan sudah begitu dalam. Tetapi saya sadar dan tau diri siapa saya. Saya hanya wanita biasa, dari panti dan anak yang tidak jelas asal usulnya. Saya tidak akan pantas bersanding dengan Leleki sukses seperti tuan. Jadi biarkanlah rasa cinta ini saya pendam sendir yang tidak tahu entah sampai kapan. Lagian saya tahu, tuan tidak akan mungkin pernah suka dan jatuh cinta sama saya, kan? Tuan, untuk tentang hubungan pura-pura kita, saya akan jujur pada mama Mita. Saya tidak sanggup lagi kalau harus terus berbohong kepada beliau yang sudah sangat baik dan sayang kepada saya. Tuan, saya juga sekalian mau pamit, mungkin ini pertemuan terakhir kita. Lebih baik saya pergi menjauh dari orang yang saya sayangi dan cintai. Mungkin Tante Shila benar kalau saya adalah wanita pembawa sial. Untuk itu maaf kan saya yang sudah membuat tuan berbaring di rumah sakit. Saya benar-benar minta maaf." Yasmin mendekatkan wajahnya ke Gio, kemudian Yasmin mencium kening Gio lama. "Habis ini kamu harus hidup bahagia, tuan. Saya selalu mendoakan yang terbaik untuk tuan. Maafkan aku yang begitu sangat mencintaimu." Yasmin langsung keluar dari ruangan Gio sembari menghapus air matanya yang jatuh ke pipinya.
Tapi saat berjalan menuju ke taman, tidak sengaja Yasmin menaberak Mama Mita yang mau masuk kedalam ruangan Gio, untuk mengambil tasnya yang tertinggal. Tas Yasmin pun jatuh dan isinya berserakan. Yasmin langsung melihat siapa yang ia tabrak.
"Mama maaf, Yasmin tidak sengaja. Yasmin gak lihat ada di depan Yasmin." ucap Yasmin merasa bersalah.
"Lihat kan Yasmin, kamu memang wanita pembawa sial." Batinnya.
"Iya tidak apa-apa sayang.." Mama Mita pun membantu Yasmin mengutipin barang-barangnya. Saat mama Mita mengambil gelang emas kecil milik Yasmin yang jatuh tepat di samping kakinya. Tangan mama Mita gemetaran mengambil gelang itu. Kemudian Mama Mita menatap lekat Yasmin. Tanpa ia sadari air matanya mengalir gitu aja.
"Ya-Yasmin apa gelang ini milikmu?" tanya Mita. Yasmin langsung menoleh ke arah mama Mita. Lalu ia tersenyum menatap Mama Mita.
"Iya mam, itu milik Yasmin." Jawab Yasmin.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu, gelang ini pemberian siapa?" tanya mama Mita lagi untuk memastikan sesuatu.
"Yasmin juga tidak tahu mam. Kata Ibu panti tempat Yasmin di besarkan, gelang itu memang sudah terpakai di tangan Yasmin saat ibu panti menemukan Yasmin masih bayi dulu." ucap Yasmin mejelaskan. "Mama tahu, gelang ini satu-satunya harapan Yasmin untuk bisa menemukan siapa orang tua Yasmin. Tapi sayang mam, sampai bertahun-tahun Yasmin menunggu dan mencari mereka, Yasmin tidak juga menemukannya." tambah Yasmin lagi.
"Siapa nama panjang kamu sayang? tanya Mita lagi untuk meyakinkan lagi.
"Yasmin Kiara Prasetyo, mam." jawab Yasmin bingung kenapa mama Mita tanya nama panjangnya.
Mendengar jawaban Yasmin, mama Mita langsung memeluk Yasmin erat sembari menangis. Iya tidak menyangka anak yang selama ini ia cari ternyata ada di depan matanya.
"Ya Allah nak.. kamu ternyata adalah Kiara yang selama ini mama cari."
Deg
Jantung Yasmin berdetak kencang, setelah mendengar ucapan mama Mita barusan.
"Ma-maksud mama apa? Kiara?" Tanya Yasmin bingung dan terkejut juga.
__ADS_1
'Kalau dirinya orang yang mama Mita cari, apa Mama Mita itu Ibu kandungnya? dan kalau ia, berarti ia dan Gio itu saudara? tapi tidak mungkin.. Mama Mita hanya memiliki satu anak yaitu Gio.' guamam Yasmin dalam hati.
Mama Mita menarik tangan Yasmin, lalu membawanya ke taman untuk duduk di sana serta menceritakan siapa keluaga Yasmin dan kenapa Mita mencarinya.
"Mama tolong jelaskan, apa maksud dari ucapan mama tadi?" tanya Yasmin lagi. Saat ini mereka sudah duduk di taman rumah sakit.
"Kamu tahu nak, gelang ini ? Gelang ini adalah hadiah yang mama. Mama memberikan gelang ini ke kamu waktu kamu baru lahir dulu. Di gelang ini ada ukiran nama kamu, Yasmin Kiara Prasetyo. KIARA. Itulah nama panggilan kamu sayang.
"Kalau mama yang memberikan gelang ini, apa itu mama adalah?"
"Tidak sayang, mama bukan ibu yang melahirkan kamu." Jawab Mita langsung. Ia tahu apa yang di pikiran oleh Yasmin. "Ibu kamu adalah wanita cantik, baik hati dan sering membantu mama. Ya Allah Mama baru sadar ternyata kamu sangat mirip sama Ibu kamu. Pantas saja saat Mama melihat kamu pertama kali, mama seperti mengenal kamu." Mita menyentuh tangan Yasmin sembari tersenyum menatap Yasmin.
"Apa Mama kenal dengan ibu kandung Yasmin?" tanyanya lagi.
"Sangat. Mama sangat mengenalnya. Nilam . Nama ibu kamu adalah Nilam Puspita." jawab Mama Mita.
"Mama, kalau mama mengenal Ibu, Yasmin. Bisa kah mama memberitahukan di mana Ibu kandung Yasmin saat ini?"
__ADS_1