YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 56


__ADS_3

"Sebenarnya kamu mau berbicara apa?" Tanya Yasmin lagi. "Ngomong aja jangan takut." ucap Yasmin sembari menyentuh tangan Citra di atas meja. Karena sepertinya Citra takut atau tidak enak padanya. Citra menghela nafasnya panjang, baru ia mulai berbicara.


"Yasmin aku minta maaf, atas apa yang sudah aku lakukan ke kamu. Karena rasa cinta ku ke Rangga, aku sampai tega nyakiti kamu." Citra meneteskan air matanya meminta maaf. "Kamu tahu Yas, saat kamu pergi ninggalin Rangga. Rangga sangat terpuruk, hidupnya jadi kacau, Rangga setiap harinya mabuk-mabukkan, gonta-ganti pasangan yang ia tiduri. Sampai-sampai papa Yusman kewalahan dengan tingkah Rangga." tutur Citra menceritakan keadaan Rangga saat di tinggal oleh Yasmin. "Yas, aku gak akan nyalahin kamu soal kejadian ini. Karena memang Rangga yang bersalah. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf dari lubuk hati aku yang paling dalam, karena sudah menyakiti kamu. Aku harap kamu mau maafin aku Yas.." tambah Citra lagi sembari mohon maaf lagi pada Yasmin.


"Aku sudah maafin kamu kok. Dan jangan nyalahin diri kamu sendiri. Mungkin aku dan mas Rangga memang tidak berjodoh." balas Yasmin sembari tersenyum manis pada Citra.


"terimakasih ya Yas, kamu wanita yang sangat baik. Pantas saja Rangga sangat mencintai kamu. Aku benar-benar malu pada mu Yas, apa yang pernah aku lakukan di depan mata kamu sendiri waktu itu." Citra menundukkan kepalanya sembari menangis.


"Hei, sudah Citra. Gak usah bahas lagi tentang itu. Itu sudah berlalu." ucap Yasmin menenangkan Citra. "Kamu hamil Uda berapa bulan?" tanya Yasmin mencair kan suasana.


"Ini Uda jalan empat bulan." jawabnya malu-malu.


"Citra, aku minta maaf ya. Karena kejadian ini, kamu hamil tidak ada Rangga di samping kamu." Citra menggelengkan kepalanya sembari tersenyum menatap Yasmin.


"Kamu gak salah Yas, jadi gak perlu minta maaf. Mungkin ini memang sudah takdir kami. Dengan ini lah tuhan menghukum kami." tuturnya.


Yasmin sebenarnya tidak tega, harus memasukkan Rangga ke penjara. Mungkin kalau hanya dirinya yang hampir di nodainya, Yasmin bisa memaafkan dan cabut laporannya. Tapi ini.. Uda tindakan kriminal, karena menusuk bosnya pakai pisau. Jadi Rangga harus bertanggung jawab dengan perbuatannya.


*


Setelah selesai berbicara pada Citra, Yasmin di antar pulang oleh Leo kerumah Dina. Tadinya Yasmin ingin langsung melihat keadaan Gio di rumah sakit. Tapi Leo dan Mama Mita menyuruhnya untuk datang besok pagi. Karena ia juga butuh istirahat dan menenangkan diri. Jujur dirinya juga sangat trauma setelah kejadian itu.


"Terimakasih pak Leo.." ucap Yasmin setelah turun dari mobil Leo.


"Iya, kamu istrahat aja dulu. Besok biar saya antar kerumah sakit." ucap Leo menawarkan dirinya.


"Tidak usah pak Leo, biar saya pergi sendiri naik taksi besok. Pak Leo pasti sibukkan mengurus kantor? sampai tuan Gio sembuh." ujarnya.

__ADS_1


"Ya uda kalau gitu, saya pulang dulu. Titip salam aja sama teman kamu Sarah dan Dina." ucap Leo sembari berpamitan.


Setelah melihat mobil Leo menjauh dari rumahnya, Yasmin pun masuk kedalam rumah.


"Ya Allah Yasmin lo gak apa-apakan ?" tanya Sarah dan Dina bersamaan.


"Iya Alhamdulillah tidak apa-apa." Sarah langsung memeluk Yasmin. "Maaf ya aku Uda buat kalian kuatir." ucap Lisa lagi.


"Iya. Yang penting kamu baik-baik aja Yas.."tutur Sarah dan Dina.


"Pak Gio gimana Yas? kata pak Leo, Pak Gio ditusuk pisau oleh Rangga." Yasmin menghela nafasnya pelan.


"Alhamdulillah tuan Gio Uda melewati masa kritis nya. Memang dia belum sadar, tapi dia Uda baik-baik saja."Jawab Yasmin sembari berjalan menuju kamar.


"Gue gak nyangka, kalau Rangga bisa melakukan hal seperti itu."


"Iya kami tahu, pak Leo juga bilang seperti itu tadi." ujar Sarah.


*


Pagi harinya. Yasmin bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit melihat keadaan Gio. Yasmin benar-benar merasa bersalah pada keluaga mereka. Karena Gio menolong dirinya, Bosnya itu sampai masuk rumah sakit.


"Lo hari ini gak masuk kerja Yas?" tanya Sarah yang juga siap-siap mau pergi kerja.


"Iya, gue mau jenguk Tuan Gio." Jawabnya. "Gue pergi ya.." pamit Yasmin. Kemudian berjalan kedepan karena taksi yang ia pesan sudah datang.


"Iya hati-hati ya Lo.." teriak Sarah dari depan pintu.

__ADS_1


"Gimana Dok? kenapa anak kami belum sadar juga?" Tanya Reza dan juga istrinya pada Dokter yang menangani Gio.


"Bapak sama Ibu tenang saja. Keadaannya sudah lebih baik. Hanya saja pengaruh obat biusnya paska operasi kemaren belum hilang. Makanya pasien belum sadar, tapi itu tidak masalah dengan begitu pasien bisa istirahat. Soalnya pasien jangan terlalu banyak gerak dulu." tutur Dokter menjelaskan. "Baiklah kalau begitu saya permisi dulu Bapak, Ibu." Pamit Dokter itu.


"Baik Dok, Terimakasih kasih."


Setengah jam akhirnya Yasmin sampai di rumah sakit. Yasmin pun turun dari taksi, kemudian berjalan menuju ruangan Gio. Sampainya di depan ruangan rawat Gio, Yasmin mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum.." ucap Yasmin sembari membuka pintu ruangan Gio.


"Waalaikumsalam.." balas Papa Reza dan Mama Mita.


"Kamu Uda datang sayang.." Yasmin berjalan menghampiri keduanya sembari mencium punggung tangan kedua orang tua Gio.


"Gimana keadaan mas Gio ma?" tanya Yasmin kuatir.


"Alhamdulillah.. Keadaan nya baik. Hanya saja Gio belum sadar karena pengaruh obat bius kemaren saat operasi." ucap mama Mita menjelaskan. " Yasmin, mama minta tolong kamu jaga Gio bentar ya.. mama sama papa mau ke kantin dulu. Soalnya belum sarapan." pinta mama Mita.


"Loh papa sama Mama belum sarapan? Tahu gitu tadi Yasmin belikan bubur ayam di depan." ucap Yasmin.


"Tidak apa-apa nak.. ya uda kami keluar sebentar ya?"


"Iya mam, biar Yasmin yang nemenin mas Gio." jawab Yasmin sembari tersenyum menatap mereka berdua.


Setelah kedua orang tua dari Gio sudah keluar dari ruangan, Yasmin berjalan mendekat ke ranjang Gio.

__ADS_1


__ADS_2