YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 69


__ADS_3

Ketika Gio membuka matanya, pandangan yang pertama yang ia lihat adalah wajah cantik dan damai Yasmin. Gio tersenyum senang dan bahagia akhirnya ia mendapatkan Yasmin. Ia juga tidak menyangka wanita yang ia cari selama ini adalah Yasmin. Kiara itu yang ia tahu panggilan namanya, saat ia masih bayi dulu yang sangat menggemaskan.


Ara nya yang selama ini ia cari dan ia tunggu-tunggu, ia tidak sangka Ara akan menjadi sosok Ara yang cantik, baik dan rendah hati. Ia sangat senang Aranya tidak menjadi seperti wanita-wanita di luaran sana yang gila akan materi. Ara nya sangat jauh berbeda dari wanita yang selama ini dekat dengannya. Dia menjadi wanita yang apa adanya. Dan Gio baru sadar ternyata Yasmin mirip dengan tante Nilam, dan begonya ia tidak menyadari itu saat Yasmin baru masuk kerja di Perusahaan nya.


"Aku gak akan pernah membiarkan kamu pergi lagi dari ku Ara.." monolog Gio sembari mengelus lembut pipi Yasmin.


Jarak mereka begitu dekat, karena mereka tidur di sofa yang sama. Gio menarik Yasmin kedalam pelukan hangatnya. Gio merasakan dirinya begitu nyaman berada dekat dengan Yasmin, apalagi saat berpelukan dengannya. Gio bersyukur bisa di pertemukan dengan Ara nya. Berarti Allah memang mentakdirkan Yasmin untuknya. Kemudian Gio mencium bibir Yasmin singkat. Tapi rasanya kurang kalau hanya singkat, Gio kembali menciumnya lagi dan lagi. Gio gak tahu kenapa tidak ada bosannya dan puasnya mencium bibir Yasmin, ia benar-benar sudah sangat kecanduan seperti orang yang kecanduan narkoba.


Kayanya ia harus secepatnya menikahi, Yasmin. Menjadikan Yasmin miliknya, menjadikan Yasmin istri dan Ibu dari anak-nakanya. Kalau tidak, ia takut akan sulit menahan untuk tidak menerjang Yasmin saat ini juga. Ia harus tetap ingat pesan mamanya agar tidak meniduri wanita sebelum ia menikah.


"Sayang.." Gio mencium seluruh wajah Yasmin. Membuat Yasmin terganggu dari tidurnya. "Sayang, bangun.." Karena merasa terganggu, Yasmin membuka matanya perlahan. Setelah matanya terbuka sepenuhnya, Yasmin terkejut dengan Gio tepat berada di depan wajahnya.


"Kenapa kok kamu kaya terkejut gitu?" tanya Gio yang ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Yasmin yang terkejut.


"Tu-tuan kok bisa ada disini?" Yasmin bertanya balik karena ia lupa kejadian malam tadi.


"Tuan?!" Gio menatap tajam Yasmin. "coba kamu ingat-ingat lagi di otak cantikmu, tentang malam tadi." Yasmin bingung, tapi ia pun langsung mengingat apa yang terjadi tadi malam. Seketika Yasmin langsung ingat, kemudian Yasmin tersenyum malu-malu sembari menatap Gio.


"Sudah ingat sekarang, sayang..?" Tanya Gio sembari menaikan turunkan kedua alisnya. Sedangkan Yasmin hanya menganggukkan kepalanya karena malu. Melihat Yasmin malu-malu dan pipinya yang merona, Gio langsung mencium seluruh wajah Yasmin gemas.


"Mas, geli ih! udahan dong?"

__ADS_1


"gak mau! karena kamu panggil tuan lagi tadi? jadi aku hukum kamu, sayang.." Gio terus menciumi wajah Yasmin sampai membuat Yasmin gelian dan tertawa terbahak-bahak.


"Uda ya mas.. aku mau masak buat sarapan kita.." ucap Yasmin akhirnya. Gio pun menghentikan aktivitas nya. "Mas mau di masakin apa?" tanya Yasmin yang mulai bangun dan ingin beranjak dari sofa.


"Apa aja boleh, sayang. Asal yang masak itu kamu." jawab Gio.


"Baiklah. Lebih baik mas mandi dulu, biar tubuhnya lebih segar. Tapi disini gak ada pakaian untuk ganti kamu, mas.." ucap Yasmin.


"Kamu tenang aja, aku Uda menyuruh karyawan hotel mengantar tas aku kesini.


"Ya uda, aku mau ke dapur dulu."


"Oke." balas Gio sembari memandangi Yasmin yang berjalan menuju dapur.


Ponsel milik Gio bergetar, Gio pun mengambil ponselnya di atas meja. Ia langsung mengangkat setelah melihat siapa yang menghubunginya.


"waalaikumsalam salam mam.."


"Gimana butik mama sayang? oh iya, apa kamu sudah menemukan yang selama ini kamu cari?"


mama Mita tersenyum-senyum di seberang sana.

__ADS_1


"Kenapa mama tega sama Gio? Gio sudah mencari Yasmin sampai frustasi, tapi kenapa mama tidak bilang dan baru mempertemukan Gio sekarang? setelah sudah hampir empat bulan mam.."


Mama Mita tertawa terbahak-bahak disana, mendengar Omelan anaknya.


"Itu, mama hanya ingin melihat seberapa kamu mencintai dan mengingikan Yasmin. Dan itu juga hukuman buat kamu yang sudah membohongi mama tentang hubungan kalian. Dasar anak nakal!"


"Maaf mam.."


"Ya sudah, jaga menantu mama. Dan jangan lama-lama disana cepat bawa menantu mama pulang. Satu lagi jangan sampai melakukan hal lebih, ingat itu!"


"Hahaha kalau Gio sudah melakukannya gimana mam? maaf, Karena Gio sudah tidak tahan mam.."


"Apa? kamu sudah melakukannya?! Dasar anak nakal..!! lebih baik kalian pulang sekarang! biar Mama langsung menikahkan kalian!"


"Hahaha... dah mama ku sayang.. Assalamu'alaikum."


Gio langsung mematikan telponnya gitu saja, sembari tertawa karena sudah membuat mamanya kesal dan marah. Ia yakin pasti mamanya disana uda marah-marah dan papanya pasti habis kena lampisan kemarahan mamanya.


"mas kenapa? kok kamu tertawa sampai seperti itu?" tanya Yasmin yang baru saja nyamperin Gio, karena ingin memberitahukan kalau sarapan sudah siap.


"Gak ada sayang, apa sarapannya sudah selesai?"

__ADS_1


"Sudah, ayo kita sarapan." jawab Yasmin sembari mengajak Gio ke dapur.


Gio pun langsung beranjak dari sofa, lalu mengikuti Yasmin yang sudah berjalan menuju dapur.


__ADS_2