
"Permisi pak, ada yang ingin bertemu dengan anda." ucap Sarah pada Gio.
"Siapa Sar?" tanya Gio.
"Aku yang ingin bertemu dengan mu Gio." ucap seorang wanita yang baru masuk kedalam ruangan Gio. Sarah terkejut dengan wanita yang ingin bertemu dengan bosnya itu, soalnya wanita itu belum di ijinkan masuk, tapi sudah main nyelonong saja.
"Salsa!" lirih Gio sembari menatap wanita yang ada di depannya ini dengan tatapan sulit di artikan.
"Baik Sarah, kamu boleh keluar." ucap Gio pada sekretaris nya.
"Baik pak." Sarah pun keluar dari ruangan Gio sembari bertanya-tanya siapa gerangan wanita cantik yang bertemu dengan suami dari sahabatnya.
"Mau apa kamu kesini?!" tanya Gio pada wanita itu.
"Gimana kabar kamu Gi?" wanita itu bukannya menjawab pertanyaan Gio, ia malah menanyakan kabar dari Gio.
"Seperti yang kamu lihat." Jawab Gio datar dan dingin.
"Oh ya ampun Gio ini sudah sangat lama. Apa kamu masih marah kepadaku?" tanyanya sembari berjalan menuju kursi didepan Gio.
"mau apa kamu kesini?!" tanya Gio lagi dengan sangat dingin.
"Oke. Aku akan jawab kenapa aku datang ke kantor kamu." Ucapnya. "Gio, aku tahu aku pernah melakukan kesalahan sama kamu dan aku minta maaf soal it_-"
"jangan basa-basi, langsung saja apa yang kamu inginkan." potong Gio.
__ADS_1
"Ck! baiklah. Emm, Gio aku butuh pekerjaan." Gio langsung menatap wanita itu.
"Apa? apa aku gak salah dengar? kamu minta pekerjaan sama aku?! Bukannya pacar kamu orang kaya dan Pengusaha sukses." ucap Gio. "Kenapa kamu tidak minta pekerjaan sama Dio? pastinya Dio akan ngasih kamu jabatan yang bagus." Tambah Gio lagi.
Salsa menghela nafasnya panjang. "Aku Uda putus dari Dio." jelas Salsa.
"oh ya.. kalau sudah putus kenapa gak mencari yang lain saja? kan masih banyak Pengusaha sukses lainnya yang bisa menjadi target kamu selanjutnya." ucap Gio sinis.
"Apa maksud kamu Gio?!" tanya Salsa.
"Kamu pasti tahu apa maksud ucapan ku. Lebih baik kamu keluar dari ruangan ku, karena disini tidak ada lowongan pekerjaan lagi. Kamu pikir aku tidak tahu apa maksud kamu datang menemui ku! Tapi maaf Salsa, aku sudah menikah." Ucap Gio sembari menunjuk sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya. Ia tahu yang ada di pikiran wanita seperti Salsa. Ia pastinya akan berusaha mendekati nya lagi. Untuk mendapatkan sumber uangnya. Ya seperti itulah wanita-wanita matre.
"Apa? ka-kamu sudah menikah?"
"Gak, gak mungkin." ucap Salsa sembari menatap Gio tak percaya.
"Gak mungkin bagaimana? itu lah kenyataan nya Salsa, aku sudah menikah. Apa kamu tidak pernah membaca majalah bisnis? disitu terpampang jelas Gio Faresta Adijaya sudah menikah. Atau kau bisa melihat acara pernikahan kami di media sosial.
Seketika Salsa ingat saat di pesta waktu itu, kalau Gio bersama Yasmin. Dan tadi sekretaris Gio bukan Yasmin lagi.
"Yasmin. Apa istri kamu Yasmin?!" tanyanya.
"Iya aku sudah menikah dengan Yasmin. Dan dia istri ku sekarang." jawab Gio.
"Berarti kalian sudah berselingkuh di belakang ku, ya kan?!" ucap Salsa yang menuduh Gio berselingkuh dengan Yasmin.
__ADS_1
"Apa kamu bilang? aku selingkuh!"
"gak salah! Kamu yang selingkuh dari ku dan itu sudah sampai bertahun-tahun. Dan bodohnya aku yang tidak tahu selama ini. Aku kira kamu berbeda dengan wanita-wanita yang dekat dengan ku, tapi ternyata aku salah. Bahkan kau sudah memberikan tubuhmu itu untuk dia nikmati. Sedangkan aku berusaha menjaganya. Jadi kamu pikir aku akan mempertahankan dirimu Salsa? Tidak akan!" jelas Gio. "Lebih baik kamu keluar dari ruangan ku sekarang dan jangan pernah kembali lagi." Usir Gio.
"Tapi Gio, aku masih begitu mencintai kamu."Ucap Salsa yang belum mau keluar dari ruangan Gio.
Gio menatap tajam Salsa. Membuat Salsa menelan salivanya, melihat tatapan tajam Gio.
"Itu bukan urusanku! Sekarang pergilah." usir Gio lagi.
"Gi_-" ucapan Salsa langsung terhenti karena mendengar pintu ruangan Gio terbuka.
"Ma- oh maaf mas ada tamu ya?" Gio langsung menoleh ke sumber suara.
"Sa-sayang, kamu sudah datang.." Gio langsung beranjak dari kursinya lalu menyamperin sang istri yang masih berdiri di depan pintu.
"Ada tamu ya mas?" Tanya Yasmin yang belum melihat siapa yang ada di ruangan suaminya. "Aku ganggu gak nih?!" tanya Yasmin. "maaf ya mas, soalnya Sarah gak ada di mejanya mungkin dia Uda pergi makan siang, makanya aku langsung masuk." ucapnya lagi.
"Gak kok sayang." jawab Gio sembari membawa istrinya duduk di sofa. "kamu bawa apa?" tanya Gio yang melihat istrinya membawa paper bag.
"Ini makanan kesukaan kamu, kan sudah waktunya jam makan siang, mas.." Gio melihat jam dan benar saja sudah jam 12 lewat. Pantas saja istrinya sudah datang. Karena kedatangan Salsa membuat ia tidak menyadari kalau sudah waktunya makan siang.
Salsa yang sedari tadi mendengar Gio yang begitu mesra dan manis berbicara pada Yasmin, dilanda rasa kesal dan cemburu. Salsa mengepalkan kedua tangannya. Kemudian ia beranjak dari kursi lalu menolah ke arah Gio dan Yasmin yang lagi duduk di sofa.
"Salsa." lirih Yasmin terkejut, setelah melihat siapa tamu sang suami.
__ADS_1