YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 116


__ADS_3

"Hai sayang.." sapa seorang lelaki yang sudah masuk kedalam ruangan tempat Salsa di sekap.


"Dio!" Salsa terkejut melihat Dio sang mantan ada di disini. "Apakah Dio orangnya yang ingin bertemu dengan ku!"gumam Salsa dalam hati. Seketika Salsa semakin takut, karena apa yang sudah ia lakukan pada Dio. Pastinya Dio tidak akan membiarkan nya begitu saja.


"Lama kita tidak bertemu, sayang.. Apa kamu tidak merindukan ku?!" ucap Dio sembari menghampiri Salsa yang tangan dan kakinya masih terikat di kursi.


"Di-Dio kamu sudah sadar?" tanya Salsa dengan raut wajah yang ketakutan.


"Sepeti yang kamu lihat, aku sudah sadar dari koma. Apa kamu berharap aku tiada, gitu?! agar kamu bisa kembali mengincar Gio?" Jawabnya sembari menatap tajam pada Salsa.


"ti-tidak seperti itu Dio.."


"Jadi yang benar seperti apa sayang, Hah!!" bentak Dio sembari mencengkeram rahang Salsa. "Kenapa kau menyabotase mobilku! Kau ingin membunuh ku, sayang..!" ucap Dio semakin kuat mencengkram rahang Salsa. Membuat Salsa merintih kesakitan. "Kenapa! sakit? mana yang lebih sakit saat aku mengalami kecelakaan sampai mobil nyaris terbakar dan aku mengalami koma selama dua minggu. Sakit mana, hah?! jawab!" bentak Dio lagi.


"Di-Dio lepasin aku bisa mati!" Ucap Salsa sembari berusaha melepaskan cengkraman tangan Dio dari rahangnya. "please Dio lepasin!" Dio pun melepaskan nya.


"Kenapa kamu tega melakukan itu pada ku, Salsa! Apa selama ini yang aku berikan padamu itu kurang, hah! Bahkan aku rela melawan kedua orangtua ku hanya untuk bisa terus bersamamu! Tapi apa yang kau lakukan padaku, kau sudah membohongiku bertahun-tahun tentang hubunganmu bersama Gio. Dan demi ingin kembali dengan Gio, kau sampai mau membunuhku dengan menyabotase mobilku! Sungguh aku tidak menyangka kau ternyata wanita yang sangat buruk dan licik, Salsa!" ucap Dio meluapkan rasa emosinya pada mantan kekasih nya itu. "Jawab Salsa kenapa kau ingin membunuhku!" sentak Dio. "Jawab!" teriak Dio lagi.


"Yah! aku memang ingin membunuhmu. Aku kesal, aku muak karena kamu terus saja memperlakukanku seperti pemuas nafsu mu saja. Bertahun-tahun kita bersama yang ada di pikiranmu itu hanya bercinta dan bercinta saja. Aku lelah, aku capek Dio!" Balas Salsa dengan nada tinggi.


"Apa kamu bilang! aku hanya memikirkan nafsu ku saja, gitu?! heh, bukannya selama kita melakukan kau juga menikmatinya? Jika memang kau capek, dan lelah kau bisa bilang dan jelaskan padaku secara baik tidak perlu melakukan hal kotor seperti itu!" ucap Dio dengan nada suara tak kalah tinggi.

__ADS_1


"Apa! berbicara secara baik-baik. Apa kalau aku bilang ingin bebas dari dirimu Kamu akan mengijinkannya? pasti tidak kan?!"


"Tentu tidak, karena aku sangat mencintaimu." jawabnya.


"Hahaha.. tapi sayangnya aku tidak. Selama ini aku tidak pernah mencintaimu."


"Apa kau bilang!"


"Ya! aku tidak pernah mencintaimu!" ucapnya lagi


Plak


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Salsa. "Kurang ajar! jadi selama ini hubungan kita kamu anggap apa, hah?! Oh aku tahu, kamu hanya manfaatkan aku demi uang, dan kemewahan iya, kan?!"


Dio hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Salsa. Ia tidak habis pikir, ia bisa suka dengan wanita licik seperti Salsa. Tapi ia bersyukur ia sudah mengetahui nya. Apalagi kemaren Gio mendatanginya dan menceritakan semuanya tentang Salsa padanya. Membuat Dio semakin geram dan emosi.


"Baiklah. Kau bilang apa tadi? kalau selama ini kau hanya manfaatkan ku saja demi agar hidup mewah. Dan sekarang sebelum Aku dan Gio memasukkan mu ke dalam penjara, alangkah baiknya kita bersenang-senang dulu. Aku yakin kamu sudah merindukan sentuhan ku." ucap Dio menyeringai licik dengan tatapan nakal.


"Ka-kau mau apa Dio?!" tanya Salsa karena Dio semakin mendekat padanya.


"tentu saja kita bersenang-senang dulu, sayang."

__ADS_1


"Tidak Dio jangan..!" teriak Salsa.


Sedangkan Gio sudah pergi dari rumah tersebut. Tidak lupa Gio menyuruh beberapa anak buah nya menjaga rumah tersebut agar Salsa tidak kabur sebelum Gio membawanya ke kantor polisi.


*


*


Sudah satu sebulan Gio mencari Yasmin. Tapi sampai sekarang ia masih belum juga menemukannya. Sang mama juga sudah membaik dan sudah berada di rumah. Tetapi mamanya sama sekali tidak mengijinkan dirinya untuk melihat sang mama kalau tidak bersama Yasmin, menantu kesayangan mamanya. Membuat Gio semakin frustasi.


Ia juga sudah berkali-kali mendatangi Bima, tapi tetap saja Bima tidak mau memberitahukan keberadaan Yasmin dimana. Sedangkan Ayah Indra juga tidak pernah ada di rumah. Ia selalu saja ke luar kota. Karena banyak sekali rumah sakit yang membutuhkan tenaganya sebagai Dokter ahli jantung. Saat Gio menelpon mertuanya menanyakan tentang Yasmin, mertuanya bilang Yasmin baik-baik saja tapi kalau di tanya keberadaan Yasmin, Indra hanya menjawab kamu pasti bisaa menemukannya. Ayah Indra seakan menyembunyikan keberadaan istrinya itu juga.


Sedangkan Salsa, sudah mendekam di dalam penjara. Dengan tuduhan pembunuhan berencana yang dia lakukan kepada Dio dan juga Yasmin. Kedua lelaki tampan itu pastikan, Salsa akan sangat lama mendekam di jeruji besi.


"Sayang kamu dimana? apa kamu benar-benAr meninggalkan mas.. please sayang pulanglah mas sangat merindukanmu dan calon anak kita." lirih Gio sembari menatap foto sang istri di ponselnya.



"Sayang.. " ucapnya lagi sembari menyentuh dadanya yang terasa sesak karena menahan rindu yang teramat sangat. Bahkan ia sulit tidur sekarang, karena terus memikirkan istrinya. Ia akan nyenyak tidur jika sudah memeluk baju milik sang istri. "Pasti perut kamu sudah mulai kelihatan membuncit, sayang.." monolognya. Tak terasa air matanya mengalir gitu saja. "Sayang mas benar-benar gak kuat, mas sangat-sangat merindukanmu dan calon anak kita." Gio memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak sembari menangis dalam diam di ruang kerjanya.


Ia bingung harus mencari istrinya kemana lagi. ia sudah menyewa Detektif yang handal, tapi mereka tidak juga bisa menemukan istrinya. Seperti ada yang sengaja menghalangi dirinya untuk mencari istrinya. Bertanya kepada keluarganya, mereka sengaja tidak ada yang mau memberitahukan dimana Yasmin sekarang.

__ADS_1


"Ya Allah, hamba mohon bantu hamba menemukan istri yang sudah hamba sakiti.." ucap Gio berdoa dalam hati.


Kemudian Gio beranjak dari kursi kebesarannya, berjalan keluar dari ruangannya karena hari sudah semakin larut. Gio akan pulang ke rumah yang ia tempati dengan sang istri.


__ADS_2