
Sampainya di rumah sakit, Dokter kandungan dan perawat sudah menyambut kedatang Yasmin. Kemudian Yasmin langsung di bawah ke ruangan persalinan. Gio pun mengikuti mereka masuk kedalam ruangan peralihan.
Dokter mengecek Yasmin sudah pembukaan berapa. Sementara Yasmin terus menggenggam tangan Gio dengan erat. "Yang kuat ya sayang, mas ada disini nemenin kamu." ucap Gio. Ia bisa merasakan istrinya begitu kesakitan dari genggaman tangan Yasmin yang begitu erat padanya.
"Bu, ini pembukaannya sudah sempurna. Ayo ibu Yasmin mulai mengejanya ya?" ucap Sang Dokter. Dan Yasmin mengejan mengikuti perintah Dokter kandungan yang bernama Jiah.
Di depan matanya, Gio bisa melihat jelas detik-detik perjuangan istrinya dengan sekuat tenaga mengejan agar anak mereka kaluar. Dua puluh menit berjuang, akhirnya seorang bayi cantik dan mungil keluar dari rahim Yasmin dengan mengeluarkan suara tangisan yang begitu nyaring.
"Selamat pak, anak pertama perempuan.." ucap Dokter Jiah. Binar bahagia tampak jelas di wajah Gio, anak pertama mereka sudah keluar. "Ayo bu mulai mengejan lagi, masih ada satu lagi." tak berapa lama keluarlah bayi berjenis kelamin laki-laki. Gio langsung menangis setelah kedua anaknya berhasil keluar dalam keadaan sehat dan tanpa kurang suatu apapun.
"Selamat ya pak, Bu bayi kembar dan sepasang." ucap Dokter Jiah memberi selamat.
Gio pun menciumi seluruh wajah istrinya tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada sang istri, karena sudah memberinya bayi kembar yang sangat lucu.
Sementara keluarga mereka yang lain sudah datang ke rumah sakit dan masih menunggu dengan bahagia sekaligus cemas di luar ruangan persalinan. Tak lama Gio pun keluar, dan mereka semua langsung berdiri.
"Gimana sayang..?" tanya Mita. Gio menatap mamanya dengan tersenyum lebar.
"Alhamdulillah mah, cucu kembar mama lahir dengan selamat.." ucap Gio yang langsung memeluk mamanya.
Papa Reza dan Ayah Indra ikut senang dan mereka pun berpekukan. Sangking senangnya mendapatkan cucu dua sekaligus. Apalagi ini cucu pertama mereka berdua.
"Selamat pak Reza sekarang kita udah jadi kakek.." ucap Indra pada besannya.
"Iya, selamat juga pak Indra.." balas Reza.
"Dimana sekarang Yasmin dan kedua cucu mama, nak?" tanya Mita yang sudah tidak sabar untuk menggendong cucunya.
"Sabar ma.. Yasmin masih di pindahkan ke ruangan perawatan. Kalau cucu mama lagi di bersihkan sama perawat." sahut Gio yang sebenarnya ia juga tidak sabar untuk menggendong kedua anaknya.
*
"MasyaAllah.. cucu Oma cantik dan tampan.." ucap Mita senang saat melihat cucu kembarnya di box bayi yang sedang tidur. Dan pastinya sudah selesai di adzanin dan sudah di beri susu juga. Mita pun langsung mengambilnya dari box bayi dan menggendong cucu perempuannya. Tak mau kalah Indra juga mengambil bayi yang berjenis kelamin laki-laki dari box bayi dan menggendongnya.
"Sayang, terimakasih udah memberikan cucu kembar yang sangat menggemaskan kepada kami.." ucap Mita pada Yasmin sembari mendekat ke ranjang menantunya. Sementara Gio duduk tepat di samping Yasmin.
__ADS_1
"Iya mah.." balas Yasmin dengan tersenyum menatap mertuanya.
"Oh iya, apa kalian sudah menyiapkan nama?" tanya Reza yang mengelus-ngelus pipi bayi yang di gendong oleh Indra, besannya.
"Udah pah." sahut Gio antusias.
"Siapa namanya?" kali ini Mita yang bertanya.
"Namanya.." Gio berhenti sejenak kemudian menatap sang istri. Sementara Yasmin yang di tatap pun tersenyum bahwa ia siap mendengar nama anak Meraka yang di rahasiakan suaminya. "Nama kakaknya, Shakira Nayla Adijaya dan kalau adiknya.. Shakeel Narendra Adijaya." ucap Gio.
"Wah namanya bagus. Oma suka dengan namanya. Hei Shakira.. cucu Oma yang cantik.." Mita terus menimang bayi cantik nan mungil itu.
"Kalau yang ini, sih adek namanya Shakeel.. si tampan nya Opa nih." sambung Indra yang tak henti-hentinya menciumi pipi bayi mungil itu.
"Mah gantian dong.. papa juga mau gendong cucu papa.." rengek Reza pada istrinya yang mau juga menggendong cucunya.
"Oh ya ampun.. lihat lah Shakira Opa kamu juga gak sabar mau gendong kamu." Mita pun menyerahkan Shakira ke suaminya. "Hati-hati Opa.." ucap Mita.
Sementara Gio dan Yasmin tersenyum melihat orangtuanya begitu bahagia dengan kehadiran cucu.
"Sayang, makasih ya.. kamu udah memberikan mas kesempatan kedua atas kesalahan mas kemarin dan terimakasih sudah memberikan mas anak kembar yang cantik dan tampan. Mas sangat bahagia, rasanya sulit buat mas ungkapkan. Terimakasih sayang, kamu sudah hadir di hidup mas. Mas sangat mencintaimu, Yasmin Kiara Prasetyo."Ungkap Gio. Kemudian ia memcium kening istrinya.
"Assalamu'alaikum..." tiba-tiba saja Bima masuk keruangan Yasmin.
"Waalaikumsalam salam.." jawab mereka serentak.
Bima berjalan mendekat ke ranjang Yasmin, "pinggir Lo gue mau peluk adik gue." usir Bima yang melihat Gio memeluk adiknya.
"Enak aja. Yasmin istri gue, gak boleh main peluk lelaki lain selain gue." ucap Gio kesal.
"Yasmin itu adik gue kalau Lo lupa." Sahut Bima. "Pinggir Lo."
Yasmin menghela nafasnya panjang mendengar suami dan kakaknya berdebat. "Kak.. mas.." Yasmin menatap tajam mereka berdua.
Gio pun mengalah, ia langsung beranjak dari samping Yasmin dan membiarkan Bima memeluk istrinya.
__ADS_1
"selamat ya dek, maaf kakak baru datang. Soalnya di rumah sakit lagi banyak pasien, tadi." ucap Bima sembari memeluk adiknya.
"Iya kak, gak apa-apa." sahut Yasmin. "gak mau gendong keponakan kakak?" tanya Yasmin.
"Mau dong, anak kamu kan anak kakak juga. Dan kakak mau mereka memanggil kakak dengan sebutan, Ayah. Bolehkan?"
"Boleh dong," Sahutnya.
Setelah memeluk Yasmin, Bima mendekati ayahnnya yang lagi menggendong sitampan, Shakeel. "MasyaAllah.. anak ayah tampan banget sih! papa kamu kalah tampannya." ucap Bima yang mengambil alih Shakeel dari gendongan ayahnya.
"Apa, Ayah?"
"Iya, gue Ayahnya.
"Enak aja, mereka itu anak gue. Kalau Lo mau jadi seorang Ayah, nikah sana! terus buat anak sama istri lo!" ucap Gio sarkas.
"Terserah gue, ini kan anaknya Yasmin. Dan Yasmin itu adik gue, jadi mereka harus panggil gue Ayah." balas Bima.
"Gak bisa! mereka harus panggil Lo itu paman."
"Paman?! gue gak mau di panggil paman, gue belum tua-tua banget." kesal Bima.
"Hei kenapa kalian jadi berdebat.. entar si kembar bangun." sambung Mita yang mulai jengah dengan kedua lelaki di depannya.
Uwek uwek uwek
Terdengar suara tangisan bayi, memebuat Mita, Reza dan juga Indra melotot melihat Gio dan Bima.
"Tuh kan ini gara-gara kalain berdua cucu kami jadi menangis." ucap mereka bertiga bersamaan. Kini giliran Gio dan Bima menatap orangtuanya.
"Sepertinya Shakira dan Sahkeel haus.." ucap Mita.
Mita pun mengambil Shakira dari tangan suaminya dan memberikannya kepada Yasmin agar menyusui Shakira. Sedangkan Shakeel masih di tenangkan oleh Bima.
"Sini! biar gue yang gendong Shakeel." ucap Gio.
__ADS_1
"Biar gue aja!" balas Bima.
"Ya ampun.. kalian bisa gak kalau bertemu gak berdebat." kesal Mita yang langsung mengambil Shakeel dari tangan Bima dan menenangkan cucu tampannya itu.