
"Yasmin!" ucap wanita itu setelah tahu siapa yang bersama putrinya.
"Citra..!"Ucap Yasmin juga. "Apa ini putri mu?" tanya Yasmin.
"Ma..ma.." celoteh anak kecil yang berusia satu tahun itu saat sudah melihat mamanya. Nesya pun berjalan mendekat ke sang mama.
"Iya, ini putriku." jawab Citra. "Sayang, kamu nakal ya.. kabur-kaburan terus." marah Citra dengan bergurau.
"Sayang, kamu mengenalnya?"
"Iya mas, ini Citra temanku." saut Yasmin. "Citra, kenalkan ini suamiku." Citra kemudian bersalaman dengan Gio sembari memperkenalkan dirinya.
"Gimana kabar kamu Citra?" tanya Yasmin yang tidak menyangka ia bisa bertemu kembali dengan Citra.
"Aku baik, Yas." jawab Citra sambil tersenyum menatap Yasmin. Kamu sendiri bagaimana? wah, kamu hamil Yasmin?" tanya Citra yang memperhatikan perut buncit Yasmin
"Alhamdulillah, aku juga baik." jawab Yasmin. "Iya Cit, kami baru saja selesai ngecek kandungan." tambahnya lagi.
"Maaf ya.. apa putri ku mengganggu kalian?" ucap Citra merasa tidak enak.
"Gak kok. Citra maaf, apa Nesya putrimu dan mas Rangga?" tanya Yasmin penasaran karena wajahnya sedikit mirip Rangga. Yasmin baru teringat kalau anak cantik itu mirip dengan Rangga.
__ADS_1
"Iya, Yasmin. Nesya putriku dan Rangga." jawabnya sembari menghela nafasnya. "Tapi dia belum pernah bertemu dengan Papanya. Aku belum berani mempertemukan Nesya ke papanya. Kamu kan tahu, kalau Rangga sempat tidak mau mengakui kalau Nesya, anaknya. Saat aku masih hamil Nesya waktu itu." jelas Citra.
Kemudian Yasmin berjalan mendekat ke Citra, ia langsung mengelus rambut Nesya dengan sayang. "Apa salahnya Citra.. kamu memperkenalkan Nesya ke mas Rangga. Siapa tahu saja setelah melihatnya, hatinya tersentuh dan ia mau menerimanya." tutur Yasmin. "Apa kamu tidak pernah menemui mas Rangga di sana?" tanya Yasmin.
"Pernah, tapi hanya sekali. Sebulan ia di penjara baru aku menemuinya. Dan dia hanya minta maaf padaku."Jawab Citra. "Hehe, tapi ia sama sekali tidak pernah bertanya gimana perkembangan kehamilan ku, Yasmin." tambahnya lagi sembari tersenyum tipis mengingat bagaimana Rangga dulu tidak pernah perduli padanya walaupun ia sudah bertunangan dengannya.
Yasmin yang mendengarnya merasa sedih dan iba apa yang di alami oleh Citra dan putri cantik Citra.
"Tapi apa salahnya Cit, kamu coba dulu pertemukan mereka. Aku yakin setelah melihat putri cantinya, mas Rangga mau mengakuinya dan menerimanya." jelasnya. "Putri mu sangat cantik, Citra. Dia sangat menggemaskan. Lihatlah Nesya, dia sangat mirip dengan Papanya. Citra cobalah, aku yakin pasti papanya mau menerimanya." ucapnya lagi memberikan saran ke Citra.
Sedangkan Gio hanya diam saja mendengarkan pembicaraan Istrinya dan temannya.
"Terimakasih Tante.." ucap Citra yang menirukan suara anak kecil.
"Oh iya, kok kamu ada di rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Yasmin sembari mengelus pipi Nesya tembam.
"Kami lagi menjenguk kakeknya, Nesya."
"Kakeknya Nesya?"
"Iya. Papanya Rangga, beliau sedang sakit." jelasnya.
__ADS_1
"Sakit apa?" tanyanya terkejut.
"Sakitnya tidak terlalu serius kok, kata Dokter hanya kelelahan." jawab Citra.
"Citra, boleh aku menjenguknya?" tanya Yasmin yang ingin tahu gimana keadaan papa dari mantan tunangannya.
"Boleh. Pasti papa senang kalau kamu menjenguknya." balas Citra.
Kemudian Yasmin menoleh ke arah suaminya. "Mas, boleh aku menjenguknya? Aku tahu kalau mas Rangga sudah melakukan kejahatan, tapi dari semua keluarganya hanya papa yang baik kepada ku." mohonnya meminta ijin. Gio menghela nafasnya, sebenarnya ia enggan mengijinkan istrinya. Tapi ia tidak enak kalau bilang tidak pada istrinya di depan Citra, dengan sangat terpaksa Gio mengijinkan istrinya.
"Iya mas ijinkan. Tapi harus bersama dengan mas menjenguk nya." ucap Gio sembari mengecup kening istrinya.
"Terimakasih mas.." Gio hanya tersenyum tipis membalasnya.
Citra tersenyum melihat kemesraan mereka berdua. Ada rasa iri di hati Citra, ia sedari dulu mengharapkan bisa seperti itu bersama dengan Rangga. Tapi ternyata harapannya tidak sesuai, Rangga tidak bisa mencintainya. Mungkin saja Rangga masih mencintai Yasmin.
"Ayo, biar aku antar ke ruangan papa." tawarnya pada Yasmin untuk mengantar keruangan inap papanya Rangga.
Yasmin dan juga Gio mengikuti Citra menuju ruangan inap kakek dari Nesya.
Citra langsung membuka pintu ruangan saat mereka sudah berada di depan pintu ruangan inap.
__ADS_1