
"Yasmin, hei. Kamu tenang saja pak Gio orang nya kuat." Yasmin terus saja menangis di kursi tunggu ruang IGD bersama Leo.
Tak berapa lama orang tua Gio datang. Dan menghampiri Leo dan Yasmin.
"Yasmin, gimana dengan Gio?" tanya Mama Mita.
"Ma-maafin Yasmin mah, ini semua karena Yasmin. Mas Gio jadi seperti ini." ucap Yasmin merasa bersalah. Mama Mita langsung memeluk Yasmin, berusaha menenangkan nya.
"Leo ada apa yang sebenarnya terjadi?" tanya pak Reza pada Leo. Kemudian Leo pun menceritakan semua dari awal kejadian sampai Gio bisa masuk rumah sakit. "Gimana dengan pelakunya?" tanya Reza lagi.
"Pelakunya sudah di bawa oleh polisi tuan." jawab Leo.
"Kalau bisa pelakunya dihukum berat. Kurang ajar sekali dia mau menodai calon menantu Papa." ujar Reza kesal.
"Calon mantu?" tanya Leo bingung.
"Loh kamu gak tahu, kalau nak Yasmin itu calon istrinya Gio.." ucap Reza menjawab pertanyaan Leo.
"Yasmin calon istri nya pak bos?!" tanya Leo tak percaya.
__ADS_1
"Iya Le.. apa Gio gak ada cerita sama kamu?" Leo hanya menggelengkan kepalanya. Ia masih sedikit tak percaya kalau Yasmin itu calon istrinya Gio. Setahu dia, bosnya itu belum ungkapin perasaan pada Yasmin. Tapi kok bisa orangtua bosnya bilang kalau Yasmin calon menantunya. Dan dilihat dari interaksi mereka sepertinya memang sudah mengenal lama. Apalagi Yasmin memanggil orangtua bosnya itu Papa dan Mama. Yasmin juga di depan orang tua bosnya memanggil Gio dengan sebutan, mas. 'Apa ada sesuatu yang gue gak tahu ya?! pak bos juga gak pernah cerita apa pun, soal ini.' gumam Leo dalam hati.
Ingin sekali Leo bertanya soal hubungan bosnya dan juga Yasmin yang sebenarnya gimana, tapi waktunya tidaklah tepat.
Dokter yang menangani Gio pun keluar ruangan dengan sedikit raut wajah yang sulit di artikan.
"Dok gimana dengan anak saya?" tanya Reza pada Dokter.
"Begini Pak, kondisi pasien saat ini kritis. Pasien harus segera di Operasi. Lukanya sangat lebar dan dalam. Satu lagi kami juga butuh darah. Pasien kehilangan banyak darah. Stok darah yang kami miliki, juga kurang. Jadi saya mohon, pada pihak keluarga jika memiliki golongan darah yang sama dengan pasien untuk bisa menyumbangkan darah nya." ucap Dokter tersebut. "Golongan darah pasien adalah B negatif. Dan kalau bisa secepatnya kita mendapatkan donor darah agar bisa kami melakukan operasinya langsung. Kami juga akan berusaha mencari di rumah sakit yang lain." tambah Dokter tersebut.
"Golongan darah saya sama dengan anak saya Dok. Ambil saja darah saya." ucap Reza menawarkan diri pada Dokter.
"Sayang.." Mama Mita menatap Yasmin dengan tatapan sendu.
"Ma hanya ini yang bisa menebus kesalahanku kepada mas Gio. Mas Gio sudah menolong Yasmin. Sekarang Yasmin yang akan menolong mas Gio dengan mendonorkan darah Yasmin ke mas Gio."
"Makasih sayang.." Mama Mita langsung memeluk Yasmin.
"Yasmin yang seharusnya berterima kasih mam. Maafin Yasmin juga karena Yasmin, mas Gio jadi masuk rumah sakit."
__ADS_1
"Tidak sayang, jangan menyalahkan diri kamu. Mama malah senang dan bangga karena anak mama menyelamatkan kamu." tutur mama Mita.
Kemudian Yasmin dan juga Papa Reza pergi mengikuti suster untuk mendonorkan darah mereka.
*
Tiga jam mereka sudah menunggu di depan ruangan Operasi. Tapi Dokter sama sekali belum ada yang keluar dari ruangan Operasi. Sepertinya luka yang di alami oleh Gio lumayan parah.
Setelah menunggu tiga jam setengah, akhirnya operasi Gio selesai di lakukan oleh Dokter.
"Gimana Dok keadaan anak saya?" tanya papa Reza dan Mama Mita saat Dokter sudah keluar dari ruangan Operasi.
"Alhamdulillah, pasien sudah melewati masa kritis nya. Kita lihat perkembangannya beberapa jam kedepan. Mudah-mudahan pasien cepat sadar." ucap Dokter menjelaskan.
"Alhamdulillah.. " ucap mereka semua, serentak. Mereka semua merasa lega Gio sudah melewati masa kritis nya.
"Kami akan memindahkan dulu pasien, setelah itu baru keluarga bisa menjenguknya. Kalau gitu saya permisi." pamit Dokter, lalu berjalan. meninggalkan mereka.
*
__ADS_1
Sore harinya, polisi menelpon Leo untuk datang ke kantor polisi bersama Yasmin. Karena ada beberapa pertanyaan yang harus ditanyakan kepada Yasmin oleh pihak kepolisian. Leo dan Yasmin pun pergi kesana, tak lupa papa Reza ikut juga kekantor polisi, papa Reza ingin melihat siapa pelaku yang sudah menusuk anaknya. Kata Leo, pelakunya termasuk orang yang berada. Dan keluarganya memiliki Perusahan Furniture di kota Surabaya. Sedangkan Gio dirumah sakit, di jaga oleh Mama Mita.