
Sesampainya di ruangan Gio, Gio langsung menyuruh Yasmin duduk di sofa. Kemudian Gio mengambil air minum ke pantry untuk Yasmin.
"Ini diminum dulu." ucap Gio sembari menyerahkan segelas air putih pada Yasmin.
"Terimakasih tuan." balas Yasmin yang langsung menerima air putih dari Gio.
Gio berjalan menuju mejanya, lalu mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya. Kemudian Gio menghampiri Yasmin kembali dan duduk tepat di sampingnya. Dengan lembut Gio mengoleskan sesuatu di pergelangan tangan sekretarisnya yang memar.
"Apa ini sakit?" tanya Gio
"Dikit.." jawab Yasmin tersenyum manis menatap Gio. Membuat Jantung Gio berdegup kencang saat menatap wajah cantik Yasmin yang tersenyum lebih dekat.
__ADS_1
"Nah gitu dong senyum, kan cantik..?" goda Gio. Membuat Yasmin tertunduk malu. Yasmin bingung dengan lelaki yang ada di depannya ini, terkadang suka marah-marah gak jelas, terkadang cuek dan terkadang bisa bercanda dan menggoda dirinya. Tapi terlepas dari semua itu, lelaki yang ada di sampingnya sekarang ini sebenarnya sangat baik. Lelaki yang bisa membuat dirinya lupa pada mantannya, Rangga. Dan lelaki yang Uda ia cintai diam-diam.
"Uda selesai. Kamu istirahat disini aja dulu, soal kerjaan besok aja kamu selesaikan." ucap Gio
"Tidak apa-apa tuan saya balik aja ke meja saya. Sekali lagi terimakasih." Yasmin langsung beranjak dari sofa.
Tapi pada saat akan berjalan Yasmin sedikit oleng. Karena melihat Yasmin akan terjatuh reflek Gio menarik tangan Yasmin, dan Yasmin pun terjatuh di pangkuan Gio. Jantung mereka berdua sama-sama berdegup kencang, mata mereka saling tatap. Entah ada dorongan apa, Gio semakin mendekatkan wajah nya ke wajah Yasmin ia benar-benar tidak kuat melihat bibir pink milik Yasmin. Kemudian Gio mencium bibir Yasmin lembut. Sedangkan Yasmin yang tiba-tiba bibirnya di cium oleh Gio melebarkan matanya terkejut. Ingin rasanya Yasmin memberontak, tapi anehnya ia tidak bisa bergerak karena bosnya itu memeluk pinggang nya begitu erat. Bahkan saat bibir Gio mulai **********, Yasmin seakan menikmatinya. Walaupun ia tidak membalas sama sekali, tapi ia bisa merasakan hangat dan lembut bibir lelaki itu. Yasmin juga merasakan sensasi aneh yang muncul yang tidak pernah Yasmin rasakan sebelumnya. Gio sendiri serasa enggan untuk menyudahi ciumannya. Rasa manis bibir Yasmin membuat Gio sampai kecanduan. Ada rasa senang di hatinya, bisa merasakan bibir pink Yasmin.
Gio langsung membantu Yasmin berdiri dari pangkuannya. Yasmin sendiri terlihat gugup, ia juga merasa bersalah dan jahat kepada Salsa karena apa yang ia lakukan bersama Gio barusan. Sedangkan Gio justru terlihat begitu santai.
Karena merasa tak enak, Yasmin pun berjalan ingin meninggalkan mereka berdua tetapi tangannya langsung di tahan oleh Gio.
__ADS_1
"Mau apa kamu datang kesini?! apa kamu lupa kalau hubungan kita sudah selsai." Yasmin yang berdiri di dekat Gio, bisa mencium aroma mint yang keluar dari mulut bosnya itu. Dan Yasmin sangat menyukai aroma Gio.
"Apa yang kamu lakukan hah?!" Tanya Salsa sembari menunjuk ke Yasmin dan terdengar nada begitu marah yang di ucapkan oleh kekasih bosnya. "Dasar kamu wanita tak tahu diri, dan murahan! berani-beraninya kamu menggoda bos kamu sendiri." tambah Salsa lagi. Dada Yasmin terasa sesak dirinya di sebut wanita muraha. 'Apakah aku seperti itu?' batinnya.
"Jaga Ucapan kamu, Salsa!" ucap Gio tak terima kalau Yasmin di sebut wanita murahan. "Jangan sebut orang lain murahan. Tetapi nyatanya kamu sendiri lah yang murahan. Bahkan Yasmin lebih baik dari kamu!" tambah Gio lagi membela Yasmin.
"Kenapa kamu melakukan ini padaku Gio?! Bahkan kamu memiliki kekasih banyak aja, aku gak pernah mempermasalahkan hal itu." Ucap Salsa marah sambil mencoba ingin menarik tangan Yasmin. Tapi Gio langsung menghalanginya.
"Aku memang lelaki brengsek yang suka gonta-ganti pasangan. Tapi aku selalu bisa menjaga untuk tidak melakukan hal lebih kepada mu atau wanita yang lainnya. Tidak seperti dirimu yang sudah memberikan yang salama ini aku jaga, kepada orang lain. Dan kamu juga sudah membohongiku sampai bertahun-tahun." ucap Gio emosi. "Jadi lebih baik kamu keluar sekarang juga! dan lebih bagus kamu melanjutkan hubungan mu dengan kekasihmu itu. Berdoalah agar kamu tidak di campakkan oleh Dio. Satu lagi, jangan coba-coba kamu menyentuh Yasmin! kamu tahu aku bisa melakukan apa saja!" tambah Gio lagi sembari mengancam Salsa agar tidak menyakiti Yasmin.
"Oke!" Salsa kemudian menatap Yasmin tajam. "Ini pasti gara-gara kamu! Gio berpaling dariku. Lihat saja nanti aku akan kasih perhitungan padamu!" Ucap Salsa menatap Yasmin sinis. Tanpa memperdulikan ancaman Gio tadi padanya.
__ADS_1
"Pergilah! jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kamu lakukan!" Sambil menangis Salsa langsung keluar dari ruangan Gio.