YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 67


__ADS_3

"tuan please ini sudah malam, lebih baik tuan pulang atau cari hotel lain. Tidak enak dengan tetangga kalau tuan nginap disini." ucap Yasmin sekali lagi.


"Kamu beneran ngusir saya Yasmin.. kalau saya tetap mau disini kenapa? lagian ini kan Apartemen milik Mama saya!" mendengar ucapan Gio barusan membuat Yasmin sedikit tersentil.


"Kamu benar tuan. Ini milik Mama Mita, seharusnya saya yang sadar diri." Yasmin langsung masuk ke kamar.


"Yasmin bukan begitu maksud saya..!!"teriak Gio sembari beranjak dari sofa ingin nyamperin Yasmin, ia jadi merasa bersalah karena ucapannya tadi.


Tiba di depan pintu kamar, Gio di kejutkan dengan Yasmin yang sudah membawa kopernya.


"Kamu mau kemana?!" tanya Gio datar.


"Saya mau pergi dari apartemen ini." jawab Yasmin sembari menatap Gio.


"Kamu tidak akan pergi kemana-mana. Kamu akan tetap disini! karena mama sudah nyuruh kamu tinggal di apartemen nya."


"saya tidak bisa!" ucap Yasmin


"kenapa?!"


"Karena saya sadar, tempat ini bukan milik saya! Terimakasih karena tuan sudah mengingatkan." Yasmin berjalan menuju pintu sembari menarik kopernya.


"Berhenti Yasmin!" Bentak nya. Tap Yasmin masih terus berjalan. "Jangan buat saya menggendong kamu dan membawa kamu ke kamar lalu mengurung kamu dikamar!" Yasmin lalu berhenti, mendengar Gio berbicara dengan nada tinggi. Kemudian Yasmin berbalik arah dan menatap Gio dengan tatapan Gio yang manatapnya tajam.


"Sebenarnya mau tuan itu apa?!" tanya Yasmin yang sudah sangat kesal.


"Mau saya, kamu tetap disini. Oke, saya minta maaf karena ucapan saya yang tanpa sengaja Uda menyinggung hati kamu." ucapnya merasa bersalah. Yasmin masih terus menatap wajah Gio.

__ADS_1


"Baik saya maafin. Tapi saya minta tuan pergi dari sini."


"Saya masih mau disini Yasmin.. saya mohon malam ini saja. Besok saya akan kembali ke Indonesia." ucapnya lembut dan tidak nada tinggi seperti tadi.


"Tidak bisa." tolak Yasmin langsung.


"Kenapa?" Yasmin bukannya menjawab, tapi malah berjalan menuju kamar. Kemudian Gio menarik tangan Yasmin. "Tapi kenapa Yasmin?" tanya Gio lagi.


"Kalau saya bilang tidak bisa, ya tidak." jawabnya dengan nada ketus. Gio tidak tahu saja, Yasmin sudah berusaha menahan untuk tidak memeluk lelaki yang ada di hadapannya saat ini. Dan ingin rasanya ia langsung mengutarakan perasaannya karena tidak bisa menahannya lagi.


"Tapi saya mau tahu alasan kamu, Yasmin...!"


"Kan tadi saya sudah beritahu alasannya, saya tidak enak dengan tetangga disini." ucap Yasmin mendesah.


"Ya ampun, please pergilah dari sini tuan." batinnya


"Baiklah, malam ini saja." Yasmin langsung masuk ke kamarnya dan tak lupa ia mengunci pintunya.


"Makasih Ara." lirih Gio sembari tersenyum penuh kemenangan. Malam ini ia akan berlatih dan mencari kata-kata yang bagus untuk nyatakan cintanya pada Yasmin, besok pagi.


Jam satu malam, Yasmin terbangun dari tidurnya karena ia merasa haus. Ia pun keluar kamarnya untuk minum. Sampai di dapur Yasmin langsung mengambil minum ke dalam kulkas, lalu meminumnya.


Saat akan kembali ke kamarnya, Yasmin melihat ruang tamu lampunya masih menyala. Kemudian Yasmin jalan menuju ruang tamu ingin mematikan lampu. Tapi belum sempat ke saklar lampu, Yasmin di kejutkan dengan ke beradaan Gio yang tengah tidur di sofa.


"Ya ampun kenapa aku bisa lupa, kalau tuan Gio ada disini.." monolog Yasmin. Kemudian ia mengambil selimut ke kamarnya karena ia tak tega. Setelah itu ia menyelimuti tubuh Gio. Di lihatnya wajah tampan Gio saat tertidur, seperti bayi yang tidak memiliki beban. Yasmin pun memberanikan diri menyentuh wajahnya.


"Tuan kenapa kamu maksa tetap ingin disini? Maafkan saya, bukan niat saya untuk mengusir tuan. Hanya saja, saya tidak kuat dengan jantung saya yang terus berdetak kencang kalau dekat dengan tuan. Andai tuan tahu, sulit bagiku untuk bisa melupakan perasaan cinta yang telah aku miliki pada, tuan. Sudah hampir 4 bulan ini saya terus berusaha melupakan perasaan saya, tapi bukannya berkurang malah cinta itu semakin bertambah dan begitu dalam. Maaf saya sengaja menjauh dari tuan, karena saya tahu tuan tidak akan pernah menyukai saya. Saya pun juga sadar diri, siapa saya. Dan saya sangat senang, ternyata anda sudah baik-baik saja. Tuan, sekali lagi mohon maafkan saya, karena menolong saya anda sampai terluka. Maafkan saya juga karena tanpa permisi sudah mencintai tuan begitu dalam. Setelah ini saya harap kamu bahagia, tuan." lirih Yasmin. Lalu Yasmin mencium kening Gio sembari air matanya menetes dan jatuh ke pipi Gio. Tanpa Yasmin sadari kalau Gio mendengar semua ucapannya. Kerena ia memang baru saja memejamkan matanya. Setelah itu Yasmin berbalik arah dan meninggalkan Gio. Tapi saat akan melangkah, Gio langsung menarik tangan Yasmin kuat . Membuat Yasmin terjatuh di pangkuannya, karena posisi Gio sekarang sudah duduk.

__ADS_1


Gio menghapus sisah air mata Yasmin yang masih menempel di bawah matanya.


"Tu-tuan saya ma.. Hhhmmpp" Yasmin langsung terbelalak matanya terkejut karena Gio mencium bibinya.


Gio ********** dengan sedikit kasar. Yasmin pun memberontak ingin lepaskannya tapi sayang tidak bisa. Gio semakin merangkul pinggang Yasmin erat dan tangannya yang satu, menarik tengkuk Yasmin agar Yasmin tidak berusaha menjauh darinya.


Gio masih terus mencium bibir Yasmin, bibir yang sejak malam tadi berusaha ia tahan agar tidak menciumnya. Walaupun Yasmin tidak membalas tapi Gio tidak perduli. Ia sudah sangat merindukan bibir Yasmin yang sudah menjadi candunya.


Setelah beberapa saat, Gio menjauhkan bibirnya dari Yasmin. Lalu Gio menyatukan kening mereka dengan nafas yang ter engah-engah.


"Kalau.. sulit.. melupakan, jangan.. di..lupakan.. Tetaplah..terus..mencintai..saya." Bisik Gio parau dengan mata yang sayu, karena masih menahan hasratnya. "Sedikit pun jangan pernah niatan untuk melupakan cinta kamu pada saya, Yasmin." tambah Gio lagi.


"Ta-tapi say_-"


"Karena saya juga sangat-sangat mencintai kamu." potong Gio langsung.


Deg


Jantung Yasmin berdetak kencang mendengar Gio mengungkapin perasaan cinta pada nya.


"I-ini beneran, aku gak salah dengarkan?" gumamnya masih tak percaya.


"T-tuan saya tadi ha... Hhhmmpp" Gio kembali mencium bibir Yasmin. Tapi kali ini dengan lembut, sangking lembutnya sampai membuat Yasmin terbuai. Dengan perlahan Yasmin mulai membalasnya. Mendapat balasan dari Yasmin, Gio langsung bersemangat untuk terus menciumnya. Walaupun Yasmin tidak begitu lihai berciuman, tapi Gio senang Yasmin sudah mau membalas nya.


Kemudian Gio melepaskan tautan bibirnya karena Yasmin sudah kehabisan nafas.


"YASMIN! I..LOVE..YOU." Ucap Gio ter engah-engah. "I Love you, really really love you." Ulang Gio lagi. Akhirnya Ia bisa mengucapkan tiga kata itu dengan lancar.

__ADS_1


__ADS_2