
"Sayang, kamu tidak perlu berdandan secantik itu.." Gio berdecak sambil terus menatap Yasmin dari cermin. Sementara Yasmin yang mendengar ucapan suaminya memutar bola matanya jengah. Suaminya selalu saja begitu jika akan menghadiri acara. Padahal menurutnya ia memakai make up tidak pernah yang berlebihan. Tapi tetep saja sang suami selalu protes.
"Ini masih biasa mas.." saut Yasmin. "Lagian ini acara pernikahan sahabat aku mas, gak mungkinkan aku datang dengan wajah yang polos tanpa make up." protesnya.
Ya, tepat hari ini adalah acara pernikahan Leo dan juga Sarah. Asisten dari Gio dan sekretaris nya. Dan mereka akan menghadiri resepsi pernikahan dari sahabat mereka berdua.
Gio yang masih berdiri di samping ranjang, kemudian berjalan mendekat ke sang istri.
"Sayang, kamu tidak berdandan aja cantik, gimana kalau dandan coba? pasti banyak lelaki yang melihat kecantikan kamu dengan bebas dan mas gak suka itu sayang.." celetuk Gio dengan memajukan bibirnya. Yasmin yang melihat dari cermin, ingin rasanya tertawa.
"Kalau gitu, mas juga. Buat wajah mas yang tampan itu menjadi jelek. Agar wanita-wanita di sana tidak melihat ketampanan mas, dan gak ganjen di depan mas." ucapnya.
"Apa?! Mana bisa sayang... wajah mas sudah seperti ini dari sananya.." ujar Gio.
"Begitu juga dengan wajah aku mas, emang dari sananya udah seperti ini.." balas Yasmin.
"Terus gimana? atau lebih baik kita tidak datang..!"
"Ya gak gitu juga dong mas.. Mas mau mengecewakan Leo dan Sarah?"
"Ya gak sayang.. Ya udah kamu boleh dandan, tapi kamu jangan pakai lipstik merah mas gak suka. Entar banyak lelaki menatap kamu dengan tatapan yang ingin menerjang kamu." ucap Gio yang masih protes dengan penampilan istrinya.
__ADS_1
"Iya mas.. lagian siapa juga yang mau melirik wanita hamil. Yang ada mereka gak selera, mas.." ucap Yasmin sembari beranjak dari kursi meja riasnya, kemudian memutar arah menghadap ke Gio.
"Jangan salah sayang, dari sekian banyak lelaki malah suka dengan wanita hamil, karena wanita hamil lebih seksi dan hot. Apalagi wanita hamilnya cantik seperti kamu, pastinya mereka tak akan berhenti memberikan tatapan nakalnya." jelas Gio.
Yasmin tersenyum lembut menatap sang suami. Ia menangkup kedua pipi Gio, "Mas, kan ada kamu yang selalu di samping ku dan menjaga ku. Aku yakin mereka tidak akan, berani menggoda istri dari Gio Faresta Adijaya si Pengusaha terkenal." ucap Yasmin menenangkan sang suami.
Sementara Gio langsung mengecup bibir lembut Yasmin, "Mas sangat mencintai mu." Gio kemudian memeluk Yasmin.
Yasmin pun membalas pelukan dari Gio, ia bisa merasakan cinta dan kasih sayang yang begitu dalam dari suaminya.
"Mas, kita berangkat yuk? entar keburu malam loh." ucap Yasmin.
Dua puluh menit akhirnya mereka sampai di sebuah Hotel mewah milik Gio. Tempat dimana acara resepsi pernikahan Leo dan Sarah di gelar.
"Ayo, sayang.." ucap Gio sembari menggenggam tangan Yasmin, saat masuk kedalam Ballroom Hotel.
"Iya, mas.." balas Yasmin.
Suasana di acara pesta sudah sangat ramai, banyak tamu undangan yang sudah berdatangan.
__ADS_1
"Selamat menempuh hidup baru, sahabatku.." ucap Yasmin sembari memeluk Sarah erat. Yasmin meneteskan air matanya terharu. Ia tidak menyangka akhirnya Sarah, sahabatnya menikah juga. Dan lebih tidak menyangka lagi, Sarah menikah dengan Leo, asisten dari suaminya. "Kamu cantik banget Sarah.. gue sampai pangling." tambahnya lagi.
"Terimakasih, Yasmin.." Balas Sarah. "kamu juga Yas, kamu hamil yang kedua ini, makin cantik." ucap Sarah.
"Masa' sih. Kamu bisa aja Sar.." balas nya.
"Beneran loh, sampai tamu undangan yang lainnya pada lihatin kamu." Gio yang berdiri di samping sang istri langsung melihat sekeliling. Dan benar saja, banyak mata lelaki yang menatap sang istri.
"Kan sayang, benar apa yang mas bilang. Kamu sih dandannya terlalu cantik. Lihatlah sayang, lelaki itu lihatin kamu terus, ingin rasanya mas tonjok tuh matanya..!" Gio mengeram saat ia mendapati laki-laki menatap ke istrinya dengan tatapan mesum.
"Santai bos, tahan emosi. Jangan dulu mengacaukan acara gue!" Ucap Leo pada Gio.
"Iya gue tahu, kalau ini bukan acara resepsi Lo. Uda gue beri pelajaran tuh orang." ucap Gio kesal.
"Mas ih! mereka kan gak ganggu aku, mereka hanya sekedar melihat mas.." Yasmin memukul lengan suaminya pelan.
"Ya ampun, sama saja sayang.. dan mas gak suka itu." Yasmin menghela nafasnya panjang.
"Le, apa papa dan mama masih disini?" tanya Gio karena kedua orang tuanya sudah pergi dari pagi untuk mendampingi Leo dari akad nikah sampai sekarang.
"Sepertinya belum, tadi gue lihat mereka berbincang-bincang dengan temannya sama Ayah juga." jawab Leo.
__ADS_1
"Oke, gue cari mereka dulu ya..." pamit Gio.
"Oke bos." Gio dan Yasmin pun turun dari pelaminan untuk mencari orangtuanya.