YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab. 123


__ADS_3

"Maaf sayang, kamu lagi hamil. Mas sebenarnya sangat ingin tapi mas tidak mau menyakiti calon anak kita." ucap Gio sebelum menjauhkan wajahnya dari sang istri.


Tapi bukannya menjauh, wajah mereka semakin mendekat karena Yasmin mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya. Kemudian Yasmin mengecup bibir ,Gio. Hal itu tentunya membuat Gio melebarkan matanya karena terkejut. Istrinya telah berani mencium dirinya terlebih dahulu. Bisa di bilang ini kemajuan yang sangat baik.


"Sayang.. jangan seperti ini. Kamu lagi hamil dan kamu tahu kalau mas tidak akan bisa menahannya." ucap Gio dengan jantung berdebar kencang. Andai saja istrinya tidak hamil, pastinya ia sudah menerjang istrinya itu.


"Lakukanlah. Calon anak kita di dalam baik-baik saja." ujar Yasmin. "Lagian usia kandungan aku sudah 16 Minggu dan dokter bilang kandungan nya sehat dan kuat kok mas, dan sudah boleh melakukannya asal dengan perlahan." tambahnya lagi.


"Tapi say.. ehmmmpp," Yasmin langsung membungkam bibir Gio dengan mengecup bibir suaminya.


"Mas aku juga menginginkannya, jadi lak_-" kini bibir Yasmin yang gantian di bungkam oleh bibir Gio.


Gio pun menciumnya dengan rakus. Sementara salah satu tangannya mulai meraba keseluruhan tubuh Yasmin dan yang satunya lagi melepas satu persatu pakaian Yasmin hingga menyisahkan pakai dalamnya yang berwarna hitam, menurutnya sangat cocok dengan kulit putih Yasmin.


Setelah terlepas semua, sesaat Gio diam menatap tubuh istrinya yang semakin berisi. Apalagi dadanya tempat favorit nya kelihatan tambah membesar. Mungkin pengaruh kehamilannya kali, ya?


Tubuhnya di tatap seperti itu oleh Gio, sontak Yasmin langsung menutup tubuhnya dengan kedua tangannya. Ia malu dengan perubahan tubuhnya. Apakah suaminya tidak menyukai perubahan tubuhnya? Tiba-tiba ada rasa takut di hatinya kalau suaminya akan mencari wanita lain setelah melihat tubuhnya yang makin gemuk.


"Mas, kenapa melihat aku sampai seperti itu? Aku tahu kalau tubuh ku tidak seramping dul-, ehmmmpp.." Gio langsung mencium bibir istrinya dan menarik kedua tangan Yasmin yang menutupi tubuhnya.


"tidak sayang, kamu tidak perlu malu. Mas malah suka dengan perusahaan tubuh kamu. Sayang, kamu kelihatan sangat seksi." bisik Gio, lalu ia mengecup ujung hidung Yasmin. Mereka berdua pun tertawa bersama.


"Sayang, apa kamu yakin ini tidak apa-apa?" tanya Gio lagi sebelum melanjutkannya.

__ADS_1


"Seharusnya, aku yang kuatir dengan keadaan kamu mas.. karena kamu baru keluar dari rumah sakit. Pasti tubuh kamu belum terlalu fit." tutur Yasmin.


Gio mengulum senyum sembari menatap istrinya tercinta. "Mas sudah lebih baik kok. Dengar sayang, kalau masalah seperti ini, walau mas lagi sakit mas masih kuat kok, sayang.. mau sampai pagi mas juga masih kuat." ucap Gio tersenyum geli.


Yasmin yang mendengar itu terbelalak matanya. Suaminya ini, memang sangat mesum. "Gimana sayang? serius ini tidak apa-apa?!" tanya Gio lagi memastikan.


"Iya mas tidak apa-apa. Kandungan Yasmin udah kuat kok mas." Mendengar jawaban dari istrinya, Gio pun tidak mau menyia-nyiakan waktu lagi. Perlahan ia kembali mencium Yasmin. Mulai dari kening, kedua pipinya, dan bibir yang menjadi candunya.


Sementara itu, mbok Ita yang akan mengetuk pintu kamar Gio dan Yasmin karena mau memberitahukan kalau makan siang sudah siap. Langsung mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu, setelah mendengar suara yang mbok Ita mengerti maksudnya.


"Sepertinya Pak Gio sudah sangat merindukan istrinya, non Yasmin. Mereka lagi saling melepaskan rindu kayaknya." monolog mbok Ita sembari tersenyum geli. Mbok Ita pun memilih kembali kedapur, dengan senyum-senyum sendiri dan ia tidak mau mengganggu majikannya.


"Lo mbok, kenapa senyum-senyum gitu? ada apa?" tanya suami mbok Ita penasaran yang melihat sang istri senyum-senyum sendiri saat masuk ke dapur.


"Gak ada apa-apa, " jawab mbok Ita.


"I-itu, mereka lagi.. biasalah kangen-kangenan." jawab mbok Ita.


"Oh itu makanya mbok gak jadi panggil mereka dan itu juga yang membuat mbok senyum-senyum sendiri, ya?" Goda Suaminya.


"Udah ah jangan di bahas, kerjakan lagi pekerjaan Bapak, sana!" ucap mbok Ita.


"Kalau mbok mau, Bapak masih bisa kasih kok? kan bapak masih sangat kuat." goda sang suami.

__ADS_1


"Huus! Bapak ngomong apaan sih. Udah sana balik kerja." ucap Mbok Ita malu mendengar ucapan suaminya.


"Hahaha iya, iya. Bapak balik kerja." Suami mbok Ita pun pergi dari dapur menuju taman Villa sembari tertawa terbahak-bahak. "Mbok ini beneran loh bapak masih kuat." ucap suami mbok Ita lagi yang kembali ke dapur untuk menggoda istrinya.


"Bapak ih! Uda sana." kesal mbok Ita.


"Bapak senang deh, kalau lihat mbok malu-malu gitu."


"Bapak.."


"Hahaha.. iya, iya."


Sedangkan di kamar Gio dan juga Yasmin masih asik memadu kasih untuk yang kedua kali. Kamar yang tadinya terasa dingin karena AC, kini terasa sangat panas. Tetapi keduanya seakan tidak perduli. Apalagi Gio sudah lama tidak menyentuh istrinya.


Gio bingung karena penyatuan kali ini istrinya sangat agresif sekali, tidak seperti biasanya. Tapi Gio malah semakin senang istrinya bisa seagresif itu. Kemudian Gio ingat, ia pernah membaca sebuah artikel kalau hormon ibu hamil bisa membuatnya lebih agresif dari bisanya dan Gio meyakini hal itu. Karena istrinya seperti itu sekarang.


"Mas, aku mau_-"


"sama-sama, sayang..." sela Gio. Mereka sampai pada pelepasannya yang kedua kali.


Gio lalu menyembunyikan wajahnya ke ceruk leher Yasmin sembari mengatur napasnya yang terengah-engah. Begitu juga dengan Yasmin mengatur nafasnya yang masih berada di bawah tubuh suaminya.


"Terimakasih, sayangnya mas.." ucap Gio yang sudah berbaring di samping Yasmin.

__ADS_1


"Sama-sama mas.." balas Yasmin yang langsung memeluk Gio, meletakkan kepalanya di dada suaminya.


Mereka akhirnya tertidur dengan Gio mengelus-elus perut Yasmin dan mereka sampai melupakan makan siangnya.


__ADS_2