
"Tuan, ini buburnya." ucap Yasmin sembari meletakkan bubur di atas nakas. " Tuan.." panggil Yasmin lagi membangunkan Gio yang masih berbaring di atas ranjang. Tapi Uda sampai tiga kali Yasmin membangunkannya, bosnya itu tak kunjung bangun. Akhirnya Yasmin mendekat ke ranjang Gio dan ia memberanikan diri menyentuh lengan Gio agar lelaki itu terbangun. Yasmin terkejut saat menyentuh lengan lelaki itu sangat panas, lalu Yasmin beralih menyentuh keningnya.
"Ya Allah tuan.. tubuh tuan panas sekali?" ucap Yasmin. "Tuan.. bangun. Makan dulu yah biar bisa langsung minum obat." ucap Yasmin lagi. "tuan.." Gio pun perlahan membuka matanya dan mencoba bangun, tapi tubuhnya terlalu lemah. Yasmin yang tidak tega melihat bosnya itu langsung membantu nya bangun dan duduk menyandar di ranjang.
"Tuan makan dulu ya.." ucap Yasmin sembari mengarahkan sendok yang berisi bubur ke mulut Gio. Yasmin tahu pasti bosnya tidak memiliki tenaga untuk makan bubur sendiri, jadi Yasmin berinisiatif menyuapi bubur yang ia buat untuk Gio.
Sambil mengunyah Gio terus menatap Yasmin yang menyuapi nya. Hati Gio langsung menghangat mendapat perlakuan seperti ini oleh sekretarisnya itu.
"Ini tuan di minum obatnya, abis itu tuan bisa tidur lagi." ucapnya yang baru selesai menyuapi Gio. Gio pun menurut apa yang dikatakan Yasmin. Kemudian Yasmin berdiri untuk meletakkan mangkuk buburnya ke dapur.
"Bisa temani saya di sini dulu dan jangan pergi.." Gio menarik tangan Yasmin saat Yasmin sudah berdiri dan ingin jalan menuju pintu. Yasmin menatap Gio sejenak sembari memikirkan permintaan dari bosnya itu. "Yasmin.." mohonnya.
"Saya mau meletakkan mangkuk buburnya dulu ya tuan, entar saya kembali lagi." ucap Yasmin pada akhirnya. Gio pun menganggukkan kepalanya.
Beberapa menit Yasmin kembali ke kamar Gio dengan membawa air hangat di wadah tak lupa kain untuk mengompres Gio.
__ADS_1
Seketika Gio membuka matanya terkejut karena merasakan keningnya yang basah.
"Terimakasih, kamu Uda mau merawat saya." ucap Gio yang terus menatap Yasmin.
"iya. Tuan lanjutkan istrahat nya ya.. saya akan disini nunggu tuan, sampai Pak Leo datang kesini setelah pulang dari kantor." balasnya sembari tersenyum lembut pada Gio. Ya, sehabis mengantar Dokter tadi Leo memang sekalian berpamitan pada Yasmin untuk kembali ke kantor dan Leo menyuruh Yasmin untuk tetap disini merawat Bosnya itu.
Seminggu telah berlalu, dan dalam seminggu ini Yasmin yang telah merawat Gio yang sakit di apartemennya. Yasmin sebenarnya tidak enak harus terus menemani Gio yang sakit, tapi gimana lagi ini termaksud dalam pekerjaannya sebagai seorang sekretaris. Tadinya Yasmin meminta Gio untuk memberitahukan kepada mama Mita, tapi Gio melarangnya kerena tidak mau membuat mamanya kuatir katanya.
Yasmin juga sebenarnya heran dengan pacar bosnya itu, kenapa Uda seminggu bosnya sakit pacarnya sama sekali belum ada menjenguknya, kalau Yasmin bertanya, lelaki itu selalu bilang kalau pacarnya sedang sibuk. Apa ia pacarnya sesibuk itu sampai-sampai tidak sempat melihat pacarnya yang sedang sakit.
"Iya. Pekerjaan saya sudah numpuk Yas, selama saya tinggal seminggu karena saya yang lagi sakit. Kasian Leo harus mengerjakan pekerjaan saya, takutnya giliran dia yang sakit lagi." jawab Gio menjelaskan.
"Tapi kan tuan belum terlalu pulih." Gio tersenyum menatap Yasmin. Ada rasa senang di hatinya melihat Yasmin kuatir padanya.
"Aku sudah lebih baikan, kamu tenang aja."
__ADS_1
*
*
Waktu terus berjalan, gak terasa sudah tiga bulan saja Yasmin menjadi sekretaris Gio. Dan selama bekerja menjadi sekretaris seorang Gio, ada kesalnya, dan juga bahagianya. Kesalnya, kalau bosnya itu tiba-tiba saja entah apa masalahnya suka sekali marah-marah gak jelas. Bahagianya terkadang ia suka menggoda nya dengan candaan nya. Gak tahu kenapa Yasmin begitu senang dengan candaannya. Seakan rasa sakit hati yang ia rasakan karena di hianatin oleh Rangga hilang gitu saja. Yasmin juga merasakan kenyamanan kalau sudah ada di dekat Gio. Jantungnya juga belakangan ini selalu berdegup kencang ketika ada di dekat lelaki itu.
Dan selama tiga bulan ini, Yasmin sudah sering main kerumah mama Mita. Tapi ada yang membuatnya bingung. Setiap dirinya main kerumah orangtua bosnya, lelaki itu sering tidak ikut masuk kedalam kerumah mamanya dan ia lebih sering menunggu di halaman rumahnya saja, sembari memberi makan ikan. Mama Mita juga kelihatan cuek dengan anaknya. Tapi ia tidak mau bertanya tentang hal itu, jika pun keduanya lagi ada masalah ia tidak berhak ikut campur.
"Yasmin.." panggil Gio sembari berdiri di depan pintu ruangnnya.
"Iya tuan ada apa?" tanya Yasmin yang langsung beranjak dari kursinya.
"pesankan makan siang untuk saya hari ini. Saya mau makan siang di ruangan saya saja. Oh iya pesankan seperti biasa." ucap Gio.
"Baik tuan." Gio langsung masuk dalam ruangan nya lagi melanjutkan pekerjaannya yang sangat menumpuk.
__ADS_1
"Tuh si bos kenapa sih! kadang jutek, kadang gak. Untung gue orang sabar. Tapi.. ada juga sih sisih dirinya yang menyenangkan." monolognya sembari tersenyum-senyum sendiri. "Ya ampun gue ngomong apa sih. Ingat Yasmin jangan sampai Lo jatuh cinta sama dia, Lo harus sadar diri." ucapnya lagi.