
Di perjalanan menuju rumah sakit, terdengar suara ponsel mama Mita berbunyi dan papa Reza lah yang menelpon.
"Iya halo Pah.. Apa? Alhamdulillah... iya mama lagi dijalan menuju rumah sakit."
Sambungan telpon terputus.
"Sayang, Papa bilang Gio sudah sadar." ucap Mama Mita pada Yasmin. Mendengar itu, Yasmin begitu lega. Kemudian Yasmin ingat sesuatu, ia ingin jujur pada mama Mita tentang hubungannya dengan Gio.
"Mam.." Yasmin menghela nafasnya sembari memejamkan matanya sejenak. "Ma-mam, ada yang mau Yasmin bicarakan pada mama." ucap Yasmin dengan sedikit ragu-ragu karena takut mama Mita marah padanya. Tapi kalau ia tidak memberitahu kan, hatinya terus saja tidak tenang.
"apa yang mau kamu bicarakan sayang? bicaralah jangan takut." Mama Mita mengelus kepala Yasmin lembut.
"Ma-mam se-sebenarnya Yasmin dan mas Gio tidak memiliki hubungan apa-apa." ucap Yasmin berbicara sembari menundukkan kepalanya, yang tidak berani menatap mata mama Mita. Yasmin pun mulai menceritakan kejadian awalnya sampai ia bisa menjadi calon bohongan bosnya itu. "Mam, Yasmin benar-benar minta maaf. Mama boleh marah sama Yasmin dan benci Yasmin." Yasmin pun memberanikan diri untuk menatap Mama Mita. Karena mama Mita hanya diam saja. Setelah melihat mama Mita, Yasmin terkejut dan bingung dengan Mama Mita bukannya marah tapi malah tersenyum padanya. "Mama kenapa kok senyum-senyum gitu?!" tanya Yasmin bingung. Kemudian Mama Mita menarik hidung Yasmin pelan. "Mama gak marah sama Yasmin?" tanyanya lagi.
"Mama sudah tau kok kalau kalian itu hanya pura-pura."Jawab Mama Mita yang membuat Yasmin terkejut. "Jangan menatap Mama seperti itu. Nih yah, sayang. Malam itu mama gak sengaja mendengar pembicaraan kamu dan anak nakal itu di Gazebo. Malam itu kamu cerita kalau hubungan kalian hanya bohongan. Awalnya mama marah, tapi.. karena mama Uda senang dan sayang sama kamu, jadi mama membiarkannya saja. Siapa tau aja seiring berjalannya waktu, kalian berdua bisa saling jatuh cinta, ya kan?" tutur mama Mita menjelaskan.
'Asal mama tahu, Yasmin Uda jatuh cinta mah sama mas Gio.' ucapnya dalam hati.
"Yasmin, boleh mama tanya sama kamu?"
"Boleh mam," jawab Yassmin. "emangnya mama mau tanya apa?" Yasmin balik tanya sembari menatap Mama Mita penasaran.
__ADS_1
"Apa kamu sudah jatuh cinta dengan anak mama, sayang?" tanya mama Mita langsung.
Yasmin terkejut dengan pertanyaan mama Mita barusan. Kemudian Yasmin menghela nafasnya pelan.
"Emm, gimana ya mam.." Yasmin bingung mau jawab apa.
"Sayang jujur sama mama. Apa kamu sampai sekarang belum jatuh cinta dengan Gio?" Di tanya sepeti itu lagi membuat pipi Yasmin merah merona. Kemudian ia menundukkan kepalanya, ia malu pada mama Mita.
Melihat Yasmin malu dan pipinya merona merah seperti itu, Mama Mita uda tahu jawabannya.
"Sayang Mama berharap kamu dan Gio berjodoh. Kamu tahu, sayang? Dulu mama pernah bilang sama almarhum Ibu kamu sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya. Kalau suatu saat mama bisa menemukan kamu, mama akan menikah kan kamu dengan anak mama. Dan sekarang mama sudah menemukan kamu, Yasmin." Mendengar ucapan mama Mita, mata Yasmin berkaca-kaca.
"Kalau pun mama tidak menemukan anaknya Nilam, dan kamu juga bukan anak dari Nilam mama akan tetap menginginkan kamu menjadi menantu mama. Karena apa?"
"Apa mam?" tanyanya.
"karena mama sudah sayang banget sama kamu." Jawab Mama Mita.
"Tapi mam, mas Gio gak cinta sama Yasmin, dan mas Gio bukannya sudah memiliki kekasih?" Mama Mita tersenyum menanggapi ucapan Yasmin.
"kalau anak mama suka sama kamu juga, gimana?"
__ADS_1
"Kayanya gak mungkin deh mam. Mama pasti tahu kriteria wanita seperti apa yang mas Gio sukai." Jawab Yasmin sambil tersenyum kecil. "Lagian mam, Yasmin juga mau pamit pada mama." tambahnya lagi.
"Kamu mau kemana, sayang?" tanyanya.
"Yasmin ingin menenangkan diri mam. Yasmin benar-benar trauma dengan kejadian kemaren. Yasmin akan pindah kota, dan mencari pekerjaan baru disana nanti. Mudah-mudahan di tempat yang baru Yasmin bisa lebih baik lagi. Bisa melupakan rasa sakit yang selama ini Yasmin rasakan. Biarlah cinta Yasmin untuk anak mama, Yasmin pendam sendiri. Mungkin ini lebih baik mam. Yasmin tidak ingin memaksakan perasaan orang lain." Mama Mita langsung sedih Yasmin ingin pergi dari Jakarta.
"Sayang, apa kamu yakin? apa kamu tidak ingin tahu siapa ayah kandungmu dan bertemu dengannya?"
"Yasmin yakin mam. Kalau soal tentang ayah dari Yasmin?" Yasmin diam sejenak kemudian menghela nafasnya dalam. "Mama tadi bilang kalau ayah saya, tidak mengetahui kalau Ibu Nilam mengandung Yasmin. Berati sampai sekarangpun beliau tidak tahu. Jadi, Yasmin tidak mau mengganggu nya dengan kedatangan Yasmin secara tiba-tiba. Siapa tahu saja beliau sudah memiliki keluarga baru, dan Yasmin tidak ingin menghancurkan kebahagiaan mereka dengan kedatangan Yasmin. Yasmin sangat-sangat berterima kasih pada mama, yang Uda memberi tahukan dan mempertemukan Yasmin dengan Ibu kandung Yasmin, ya walaupun itu hanya makamnya." Mama Mita langsung memeluk Yasmin sembari menangis.
"Mama pasti kangen kamu, sayang. Anak mama yang baik hati." Lirih mama Mita yang masih memeluk Yasmin.
"Sekali lagi Yasmin minta maaf mam. Sejujurnya Yasmin sangat malu sama mama, karena sudah berbohong tentang hubungan kami. Apalagi Mama dan papa sangat baik pada Yasmin. Yasmin mohon mama mau memaafkan Yasmin." Seketika mama Mita memiliki ide.
"Apa kamu beneran mama ingin maafin kamu?" Yasmin langsung menganggukkan kepalanya.
"Mama akan maafin kamu, tapi mama punya satu syarat."
"Apa itu mam? apa pun akan Yasmin lakukan, selagi mama mau maafin Yasmin." balas Yasmin.
Mendengar Jawaban dari Yasmin, mama Mita langsung tersenyum senang.
__ADS_1