YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 98


__ADS_3

"Hai Yasmin, gak nyangka kita bertemu lagi." ucap Salsa. "Oh selamat ya atas pernikahan kalian." ucap Salsa lagi.


"Iya, Terimakasih." balas Yasmin sembari tersenyum tipis. Kemudian Yasmin memandang Gio, dan Gio hanya menaikkan kedua bahunya.


"Kalian mau makan siang ya? oke Kalau gitu aku pamit. Selamat menikmati makan siang kalian.. Gio pembicaraan kita belum selsai." ucap Salsa setelah itu ia pergi meninggalkan ruangan Gio dengan mengepalkan kedua tangannya. "Oke Yasmin, kamu nikmati saja dulu kebersamaan kamu dengan Gio. Aku tidak akan tinggal diam, aku akan merebutnya kembali yang seharusnya menjadi milik Salsa." monolog Salsa.


Sedangkan didalam, Yasmin sedang menatap tajam sang suami. Gio sendiri malah tersenyum mendapat tatapan tajam dari Yasmin, ia tahu saat ini istrinya lagi cemburu.


"Mbak Salsa ada perlu apa ke kantor kamu, mas?" tanya Yasmin penasaran. "Dan tadi apa itu, pembicaraan kalia belum selesai! pembicaraan apa mas?!" tambah Yasmin lagi.


"Dia ke sini ngajak balikan lagi." jawab Gio santai.


"Apa?" Yasmin melebarkan matanya terkejut. "Awas aja kalau mas sampai balikan sama dia. Aku akan pergi jauh dimana mas gak akan menemukan aku." Ucap Yasmin sembari mengerucutkan bibirnya.


Gio Langsung mencium bibir istrinya. Karena gemas melihat bibir istrinya yang maju kedepan.


"Apa kamu mau buat mas gila, sayang?"


"gila?"


"Yah, kalau kamu pergi ninggalin mas. Mas akan bisa gila, sayang.." Yasmin langsung memeluk suaminya itu.


"Itu makanya jangan pernah selingkuh dari istrimu ini, kalau tidak_-"


"Tidak akan sayang." potong Gio langsung. "Kamu adalah satu-satunya. Kamu kan tahu mas sudah mencitai mu dari kamu masih bayi. Jadi jangan pernah ragukan aku, sayang. Lagian mana mungkin mas melepaskan berlian demi batu kerikil." ucap Gio lagi meyakinkan sang istri.


"Oke." Gio langsung menciumi seluruh wajah istrinya.


"Ya uda kita lanjut makannya lagi ya.."


"Oke, nyonya." Yasmin dan Gio tertawa bersama-sama.


Di tempat yang berbeda. Salsa sedang mengumpat karena ia gagal untuk mendekati Gio kembali. Dan yang semakin membuat kesal ternyata Gio sudah menikah dengan Yasmin. Seharusnya dia yang menjadi istrinya Gio, bukan wanita itu. Karena sejak lama ia menantikan itu.


"Brengsek.!! lihat aja Yasmin, aku akan merebut Gio dari kamu! monolog Salsa. Kemudian Salsa menelpon seseorang.

__ADS_1


"Iya, aku mau lo harus ikutin dia kemanapun dia pergi, apa yang dia lakukan. Dan satu lagi kasih tau jam berapa dia datang ke kantor suaminya.


"(...)"


"tenang saja, aku akan transfer bayarannya."


Sambungan telpon pun terputus.


"Lihat saja, gak akan aku biarin kalian bersama. Aku akan menghanjurkan rumah tangga kalian." emosi Salsa. "Uda susah payah aku lepas dari Dio hanya untuk mengejar Gio kembali. Karena antara Dio dan Gio, pastinya masih lebih kaya Gio." monolog nya.


"Sarah, Lo dari mana ?" tanya Yasmin yang baru saja keluar dari ruangan Gio.


"Eh, Lo Uda di sini?!"


"Iya. Biasa gue makan siang sama mas Gio." jawabnya.


"Lo sendiri dari mana?" tanya Yasmin lagi.


"Gue habis makan siang."


"Ya gitu deh.." ucap Sarah malu-malu.


"Kenapa kalian gak menikah aja sih?" tanya Sarah.


"Tunggu aja undangannya.." jawab Sarah.


"Apa? kalian beneran mau nikah?" Sarah hanya menganggukkan kepalanya.


"Apa pak Gio gak ada ngomong sama Lo?"


"Mas Gio Uda tahu?! tapi dia gak ada cerita ke gue." ujar Yasmin.


"Mungkin lupa kali.. karena belakangan ini sibuk dan kemaren itu ke luar kota juga." jelas Sarah.


"Ya uda kalau gitu, gue balik ke butik ya? gue masih banyak kerjaan." pamit Yasmin yang langsung memeluk Sarah.

__ADS_1


"Oke. Hati-hati ya.." Sarah membalas pelukan sahabatnya.


*


"Assalamu'alaikum.."


"Waalaikumsalam.. loh mama sama papa ke sini? kok gak kasih kabar kalau mau kesini?" Yasmin langsung menyambut kedatangan mama dan papa mertuanya.


"Iya. Mama tadinya habis dari rumah teman papa, kebetulan rumahnya sekitar sini juga. Ya uda sekalian aja kami mampir." ucap Mama Mita menjawab pertanyaan menantunya.


"Gio, kemana Yas?" tanya Reza pada menantu nya.


"Mas Gio hari ini lembur pah, mungkin sebentar lagi pulang." jawab Yasmin sembari berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman untuk mertuanya.


Saat ini mereka bertiga berbincang-bincang, sesekali Mita bertanya tentang butik. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi Gio belum juga pulang. Sebenarnya Yasmin kuatir sang suami belum pulang. Karena tidak biasa suaminya jam 9 malam belum pulang. Biasanya jam delapan saja Uda pulang, tapi ini belum juga.


"Yasmin, kami pulang ya nak.." pamit Mita sembari beranjak dari sofa.


"Mama sama papa kok gak tidur disini aja.." Yasmin ikut beranjak dan mendekat ke sang mama mertua.


"Gak sayang, soalnya mama dan papa besok ada acara di luar kota." ucap Mita. "Kamu gak apa-apa kan dirumah sendiri?" tanya Mita yang tidak tega meninggalkan menantunya sendiri. Sementara Gio belum pulang juga.


"Gak apa mah.."


Setelah mertuanya pulang, Yasmin Langsung menghubunginya Gio. Uda lima kali menelpon, sang suami tak menjawab telpon darinya. Membuat Perasaan Yasmin tidak tenang. Kemudian Yasmin menelpon Leo, dan sama Leo tak mengangkat telpon nya.


"Ini mereka berdua pada ngapain sih kok gak ada yang menjawab telponnya?" monolog Yasmin.


Akhirnya Yasmin pun memutuskan masuk kedalam kamar dan akan menunggu suaminya disana. Karena memang Yasmin sangat letih, ia pun sampai ketiduran.


Pagi harinya, Yasmin terbangun di lihat ranjang di sebelah nya kosong dan masih rapi. Itu berarti suaminya tidak pulang. Membuat parasaan Yasmin semakin tidak tenang. Ia kembali menghubungi Gio, tapi sayang Nomornya tidak aktif.


"Ya Allah mas.. kamu sebenarnya kemana? kok gak ada kabar sama sekali..!" ucap Yasmin panik.


Kemudian mengingat Sarah. Ia pun langsung menghubungi Sarah, pasti Sarah tahu dimana suaminya berada.

__ADS_1


__ADS_2