
Waktu terus berlalu tak terasa sudah dua bulan Gio dan Yasmin menikmati perannya sebagai orang tua. Meskipun Yasmin sering begadang, tetapi Yasmin tidak pernah mengeluh dan ia malah sangat menikmatinya. Apalagi Gio selalu membantunya, dan menemaninya bergadang meskipun besoknya Gio harus bekerja. Seperti Yasmin, Gio juga sangat menikmatinya.
"Sayang, mas pulang.." teriak Gio saat memasuki kamar. Dan Gio langsung mendapat tatapan tajam dari Yasmin. "Uppsh, maaf sayang.." ucap Gio sembari menghampiri Yasmin yang lagi menyusui Shakira, putri cantik nya. Kemudian ia mencium pipi Yasmin. "Apa mereka sedang tidur?" tanyanya.
"Iya mas, baru saja tidur." jawab Yasmin.
"Mas kangen banget sama mereka," ucap Gio yang beralih melihat Shakeel.
"Mas, mandi dulu ih! baru cium anak kamu." tegur Yasmin saat Gio hendak mencium Shakeel yang tidur di ranjang.
"Hehehe.. iya mama, habisnya papanya udah kangen banget! apalagi lihat pipi tembemnya, pengen cium terus." sahut Gio yang langsung berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Ini dia si kembar Shakira dan Shakeel.. yang selalu membuat Gio dan juga Bima rebutan. Semenjak ada Shakira dan Shakeel, Bima bela-belain setiap hari datang kerumah mama Mita hanya untuk melihat sikembar. Itu yang membuat Gio dan Bima selalu berdebat, apalagi kalau Bima menyebut dirinya Ayah untuk si kembar. Membuat Gio jengkel, karena hanya Gio lah Papa maupun ayah anak kembarnya. Dan tidak boleh ada yang lain. Seposesif itulah Gio pada anak kembarnya.
"Mas, udah kamu tidur sana! Besok ada meeting penting kan?" bujuk Yasmin pada Gio, karena dari tadi Gio sudah menemani dirinya bergadang, padahal lelaki itu besok ada meeting penting di kantor. Yasmin melihat wajah suaminya yang begitu lelah, membuatnya jadi tidak tega kalau lelaki itu harus menemaninya bergadang.
"Gak apa-apa sayang.. tunggu si kembar tidur dulu. Lagian mas gak mungkin biarin kamu bergadang sendirian menjaga sikemabar, sementara mas tidur dengan nyenyak." sahut Gio. Yasmin melihat dari wajahnya kelihatan begitu lelah." Yasmin tersenyum. Ia tidak menyangka suaminya itu mau membantunya mengurus keperluan anak kembar mereka. Seperti mengganti popok maupun membuatkan susu untuk sikembar. Dan itu membaut Yasmin terharu.
__ADS_1
"Mas, kalau kamu gak tidur.. besok kamu gak konsen meeting nya loh karena ngantuk." ucap Yasmin sembari meletakkan Shakeel yang sudah tidur, di box bayi.
"Iya sayang.." jawab Gio yang juga meletakkan Shakira ke box bayi. Kemudian Gio mendekat ke Yasmin, lalu Gio merangkul bahu istrinya dan mereka menatap Shakira dan Shakeel yang sudah tertidur kembali setelah mereka bergadang selama dua jam.
"Apa Bima ada datang kesini?" tanya Gio.
"Ada mas, siang kak Bima kesini melihat si kembar. Dan sekalian makan siang disini." jawabnya Yasmin.
"Kenapa gak nikah aja sih itu anak. Biar dia punya anak sendiri." kesal Gio. "Mungkin nih ya sayang, kalau kita tidur rumah Ayah, pasti dia kegirangan bisa main sama si kembar." tambahnya lagi.
"Ya gak apa-apa dong mas, sikembar kan keponakannya. Makanya kak Bima sayang sama mereka." sahutnya. Yasmin merasa geli lihat suaminya yang kesal kalau kakaknya sudah datang kerumahnya melihat si kembar.
"Udah ah jangan gitu." ucapn Yasmin dengan mengelus pipi Gio. "Mas coba kamu lihat si kembar, gemas banget gak sih mas lihatnya?!" ucap Yasmin sembari tersenyum menatap anaknya. Yasmin sangat terharu dan bersyukur bisa di berikan kesempatan memiliki anak lagi setelah mereka sempat kehilangan calon anak pertama mereka.
"Iya.. sama menggemaskannya kaya' kamu." ucap Gio sambil mencium kening istrinya. "Mas sayang banget sama kalian. Kalian bertiga adalah jiwa mas, nyawa mas dan kehidupan mas. Mas gak akan pernah sanggup tanpa ada kalian di sisi mas, sayang. Gio langsung memeluk Yasmin erat, tanpa terasa air matanya mengalir gitu aja. "Maafkan mas, yang pernah nyakiti kamu." Yasmin membalas pelukan dari Gio sembari mengelus punggungnya untuk menenangkan lelaki itu.
"Jangan di ingat lagi yang sudah berlalu mas.. kami juga sangat menyayangi, papa." balas Yasmin."balas Yasmin.
Gio mengurai pelukannya, kemudian Gio menatap Yasmin penuh cinta. Sementara Yasmin yang di tatap merasa malu. Gio tersenyum melihat pipi istrinya merona merah membuat Gio gemas. "Sayang, apa boleh? kan ini sudah dua bulan..?"tanya Gio dengan mata yang sudah sayu. Dan Yasmin merasakan ada sesuatu yang keras di bawah sana.
__ADS_1
"Sayang.." Yasmin pun menganggukkan kepalanya.
Mendapat anggukan dari Istrinya, Gio langsung mengangkat tubuh Yasmin dan membawanya ke ranjang. Tak lupa ia mengecup bibir Yasmin dengan lembut. Di letakkan Yasmin di atas ranjang tanpa melepaskan tautan bibirnya. Gio terus mencium seluruh wajah dan tubuh istrinya yang sudah sangat ia rindukan.
"Sayang, mas boleh coba ini gak? dikit aja boleh ya?" tanya Gio sembari menyentuh dada Yasmin. Tempat favorinya dan candunya.
"Mas itu punya si kembar.."
"Coba dikit aja sayang, sebelum milik si kembar ini kan milik mas sayang.." Saat Yasmin akan menjawab, Gio sudah melahap nya. Awalnya Gio hanya ingin mencoba saja. Setelah tahu rasanya ia malah ketagihan dan sulit baginya untuk berhenti.
"Mas, udah ini punya anak kamu mas.." ucap Yasmin mengingatkankan, karena Gio belum juga melapaskan dadanya.
"Eh, maaf sayang. Habisnya ini enak banget, gak ada isinya aja enak, apalagi ada isinya." ucap Gio santai.
Gio pun melanjutkan menciumi istrinya dengan sangat lembut. Dan meraka pun melakukan penyatuan tanpa ada gangguan dari si kembar.
"Mas sangat mencintai kamu sayang.." ucap Gio sembari mencium kening istrinya setelah selesai melakukan penyatuan mereka. Gio memeluk istrinya erat dengan kepala Yasmin tepat di atas dada Gio
"Aku juga mas.." balas Yasmin yang langsung memejamkan matanya karena udah sangat lelah.
__ADS_1