
Waktu terus berjalan, tak terasa usia si kembar sudah tiga tahun. Hari ini Gio, Yasmin dan kedua anaknya akan terbang ke London. Sebab Gio ada perjalanan bisnis kesana selama tiga hari, tetapi mereka akan pergi seminggu. Karena tidak mau jauh dari istri dan anaknya, Gio pun membawa mereka sekalian mengajak mereka liburan. Dan mereka juga akan singgah ke rumah Bagas dan Zahra, sahabat dari Gio. Karena sudah lama mereka tidak bertemu.
"Sayang, apa sudah selesai semuanya? biar kopernya mas masukkan kedalam mobil." tanya Gio.
"Udah semua mas.." jawab Yasmin. "Mas, apa entar kami tidak merepotkan kamu disana? kamu kan disana kerja mas.." Gio berjalan menghampiri Yasmin.
"Gak sayang.. mas malah senang kerja di temani sama kalian." jawab Gio sembari memeluk istrinya dari belakang.
"Beneran?" tanyanya sekali lagi.
"Iya sayang.." jawab Gio yang sibuk mencium leher jenjang Yasmin.
"Mas..!"
"Hmm.."
"Udah ih! entar anak-anak masuk loh." Gio tidak mendengarkan ucapan istrinya, ia malah semakin menggodanya.
"Sayang, mumpung si kembar bersama Bima. Boleh ya sebentar aja? mas janji main kilat." Yasmin langsung mencubit pinggangnya membuat Gio mengaduh kesakitan.
"Rasain! pikirannya itu meluluh sih." kesal Yasmin.
Gio pun langsung tersenyum geli, sudah membuat istrinya itu kesal.
*
"Kalian hati-hati ya sayang, kabari kami kalau sudah sampai di sana." ucap Mita pada Gio dan Yasmin, tak lupa Mita dan Reza menciumi kedua cucunya.
"Iya ma.." jawab Keduanya.
"Kenapa si kembar harus di bawa sih..!" sambung Bima yang juga mengantar mereka ke Bandara. "Kalau kalian mau liburan pergi aja berdua, tapi jangan bawa si kembar." tambah Bima.
"Terserah gue. Anak-anak gue, mau membawa' mereka apa gak." sahut Gio.
"Kalian hati-hati ya.." ucap Reza. "jangan lupa bawa kabar baik ya?" tambahnya.
"Papa tenang aja." balas Gio.
"Iya, biar si kembar sama gue aja." sambung Bima.
__ADS_1
"Enak aja! Lo kalau mau anak, nikah sono! ingat umur, entar kelamaan nikah jadi perjaka tua Lo!" ucap Gio
"Sialan loh! gue pasti nikah tapi tunggu dapat yang tepat." Yang lainnya hanya menggeleng kepala melihat Gio dan Bima selalu saja berdebat.
Akhirnya setelah belasan jam mereka sampai juga. "Sayang tidur kan mereka dulu, pasti si kembar kelelahan." ucap Gio saat mereka sudah sampai di apartemen milik Gio.
"Iya mas." sahut Yasmin.
Yasmin pun meletakkan Shakeel ke ranjang sementara Gio meletakan Shakira. Gio juga membantu Yasmin membukakan sepatu anaknya semetara Yasmin membuatkan susu.
"MasyaAllah.. anak-anak papa gak terasa udah gede, aja." ucap Gio sembari mengelus rambut kedua anaknya dengan sayang.
"Mas, ini susunya kasih ke mereka, aku mau ke kamar mandi dulu." Yasmin pun memberikan dua botol susu kepada Gio. Kemudian Gio mengambilnya dan memberikan susu kepada kedua anaknya yang hampir terlelap, lalu si kembar pun langsung melahap susunya.
"Mas.."
"Hmm." sahut Gio dengan lembut sembari mengelus kepala Yasmin. Mereka saat ini sudah duduk santai di sofa yang ada di kamar dengan kepala Yasmin bersandar di dada Gio dan tangannya memeluk pinggang, suaminya itu.
"Kamu mau kan kalau aku hamil lagi?" tanya Yasmin. "Mas.. kok diam aja. Gimana mas, mas maukan kalau kita nambah anak lagi?" Yasmin kembali bertanya karena suaminya itu diam saja.
"Mas mau aja sayang, tapi mas takut melihat kamu melahirkan si kembar dulu. Mas gak sanggup lihat kamu kesakitan seperti itu." ujar Gio.
"Gak bisa dong sayang, mas maunya dampingi kamu."
"Tapi katanya takut melihat aku lahiran?" Yasmin mendongakkan kepalanya agar bisa menatap sang suami. Gio langsung mencium bibir sang istri dengan lembut.
"Gimana lagi, mas kan suami kamu. Jadi gimana pun takutnya tetap dampingi kamu." ucap Gio sembari tangannya pelan-pelan membuka kancing pakaian tidur Yasmin.
"Mas.. tangan kamu." Gio bukannya berhenti, ia malah membuka semua kancing pakaian Yasmin. Kemudian Gio menggendong Yasmin, lalu Gio berjalan menuju ruangan kerjanya.
"Mas aku mau di bawa kemana?"
"Kita keruangan kerja mas, entar kalau di kamar takut si kembar kebangun." jawab Gio dengan tersenyum manis menatap Yasmin.
"Mau ngapain mas?!" tanya Yasmin pura-pura tidak tahu.
"Jangan sok gak tahu, sayang. Katanya kita mau nambah anak lagi, jadi harus sering-sering melakukan biar cepat jadi." Sahut Gio yang meletakkan Yasmin ke atas sofa yang lumayan lebar di ruangan kerjanya.
"Melakukan apa mas..." ucap Yasmin pura-pura tidak mengerti.
__ADS_1
"Hmm, pura-pura gak tahu ya.."
"Iya mas, aku memang gak tahu.." goda Yasmin.
"Beneran nih gak tahu, hah..! beneran gak tahu.." ucap Gio sembari menggelitik tubuh istrinya. Membuat Yasmin tertawa terbahak-bahak karena kegelian.
"Iya mas, udah stop! geli mas.." Gio pun langsung menghentikannya.
"Jadi gak apa-apa kan kalau kita tambah anak satu lagi?" Gio mencium kening Yasmin dengan lembut.
"Gak apa-apa sayang, mas malah senang kita punya banyak anak. Soalnya mas tidak memiliki saudara, kan mas anak satu-satunya. Mama pasti senang banget punya banyak cucu." jawab Gio. "Tapi cukup tiga aja deh sayang, kalau banyak mas gak tega lihat proses kamu melahirkan." ucap Gio lagi.
"Iya,tiga aja. Jadi gak apa-apa kan?"
"Iya sayangnya mas, bidadarinya mas.." Sahut nya sembari menatap Yasmin.
Kini mata keduanya saling tatap, Yasmin bisa melihat tatapan penuh cinta di mata Gio padanya.
Kemudian mereka tertawa bersama. Beberapa menit kemudian Gio meneteskan air matanya.
"Mas, kenapa menangis?" tanya Yasmin bingung. Yasmin pun menghapus air mata Gio yang masih terus mengalir.
"Ini air mata kebahagiaan, sayang. Terimakasih untuk semuanya. Mas sayang banget sama kamu."
"Aku juga sayang mas.."
"Jadi kan kita buatnya? mumpung si kembar tidurnya nyenyak.
"Buat apa mas?" Goda Yasmin sembari menyentuh junior milik Gio.
"Sayang...!!" ucap Gio yang merasa sudah tidak tahan, karena Yasmin terus menggodanya. "Oh,, lihat aja ya sayang, mas akan buat kamu sampai gak bisa jalan." ancam Gio sembari menarik celana yang milik Yasmin.
"Mas pastikan pulang dari London sudah hadir Dede nya perut kamu." Gio mengelus perut rata istrinya.
"Aamiin.." balas Yasmin.
Tamat.
🌹Hai teman-teman semua.. gak terasa akhirnya Novel Yasmin! I Love You tamat juga. Maaf ya kalau Author sering lama menulis kelanjutan Bab nya. Terimakasih buat yang udah mau baca, memberikan like maupun komentar nya.. Selalu dukung Author ya..👌 Insyaallah, author akan lanjutkan cerita percintaan anak-anak Gio, dan Bagas. Sekali lagi terimakasih.. maaf kalau ada salah-salah kata..🙏❤️🤭😊🌹
__ADS_1