YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 92


__ADS_3

"Sayang, mas berangkat dulu ya? mas Uda telat nih. Soalnya meeting hari sangat penting. Jangan lupa makan siang nanti, kekantor mas. Tapi maaf kalau kamu harus naik taksi." Ucap Gio merasa bersalah saat akan berpamitan pada Yasmin.


"Iya mas, gak apa-apa." balas Yasmin sembari tersenyum menatap suaminya.


"Seharusnya, mas sediakan supir pribadi untuk kamu, sayang. Seandainya kamu mau kekantor mas atau mau kemana tapi mas gak bisa antar kamu. Supir bisa nganter kamu." Yasmin mengelus pipi suaminya dengan lembut, kemudian Yasmin mencium bibir sang suami.


"Terimakasih, mas. Tapi itu gak perlu mas, karena aku jarang kemana-mana juga. Uda sana berangkat! Entar aku datang sekalian bawakan kamu makan siangnya." Gio langsung memeluk Yasmin. Entah lah perasaan tak tenang itu muncul kembali. Andai hari ini tidak ada meeting penting dan harus datang jam 7 pagi, ia pasti pergi kekantor bersama istrinya seperti biasa dan ia tidak akan membiarkan istrinya kekantor naik taksi. Tapi kalau ia tinggal istri nya di rumah, Gio gak perasaan nya semakin tidak tenang.


"Ya udah, mas berangkat ya?" Tak lupa Gio mengelus dan mencium perut sang istri.


"Iya. Hati-hati mas.." ucap Yasmin sembari melambaikan tangan pada suaminya.


"Le, apa sudah kamu siapkan semua berkasnya hari ini?" tanya Gio yang sudah sampai di kantor.


"Sudah bos." jawab Leo sembari menyerahkan berkas itu pada Gio.


"Oke. Kita keruang meeting sekarang, jangan sampai klien kita dari Jepang menunggu.


"O iya Sarah, kamu tetep di sini. Siapa tahu istri saya datang. Dan kamu bisa menemaninya sampai saya selesai meeting." pinta Gio pada Sarah.


"Baik Pak." balas Sarah.


Yasmin sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor sang suami. Dilihatnya sudah hampir sekita pukul 11 siang.


"non, itu taksinya sudah datang.." ucap sang bibi memberitahu kan.


"Iya bi.." balas Yasmin yang habis dari ruang meja makan mengambil bekal yang sudah ia siapkan untuk mereka makan siang disana.


"Bi saya pergi ya.." ucap Yasmin pamit pada Art nya.


"Iya non, hati-hati."


Taksi pun melaju setelah Yasmin sudah masuk dan duduk di dalam taksi.


"Pak jangan ngebut-ngebut ya.." ucap Yasmin pada supir.


"Iya mbak." balas supir taksi tersebut. "Mau ngantar makan siang untuk suaminya ya mbak?" tanya supir taksi itu basa basi.

__ADS_1


"iya pak. Bapak Uda berapa lama jadi supir taksi?" tanya Yasmin.


"Wah Uda lama mbak, kira-kira 4tahun." jawab Supir taksi.


"Anak bapak ada berapa?" tanya Yasmin lagi.


"Anak saya ada 3 mbak, dan semua masih sekolah. Jadi saya butuh banyak biaya untuk sekolah mereka." jawabnya sembari fokus menyetir.


"Emm, bapak mau gak menjadi supir pribadi keluarga saya? soal gaji bapak tenang saja, saya akan bayar bapak dua kali lipat dari gaji bapak menjadi supir taksi.


"mbak bercanda kan?." ucap sang supir yang belum percaya dengan tawaran dari penumpang nya.


"Gak pak, saya serius. Saya bisa minta nomor ponsel bapak? entar saya bicara dulu dengan suami saya, kalau dia setuju bapak akan saya hubungi." ucap Yasmin. Mendengar supir taksi sangat membutuhkan biaya banyak untuk ketiga anaknya yang masih sekolah, membuatnya tidak tega. Apalagi gaji supir taksi tidak begitu besar yang pastinya tidak akan cukup untuk mereka. Jadi ia memikirkan ulang tawaran suaminya untuk mencari supir untuknya.


"Mbak serius?"


"iya pak." Kemudian supir taksi itu memberikan nomornya sekalian menyebutkan namanya pada Yasmin dengan antusias.


Dua puluh menit akhirnya Yasmin sampai di kantor Gio, suaminya.


"Terimakasih, pak.." ucap Yasmin sembari memberikan ongkosnya.


"Iya pak. Tunggu kabar dari saya ya?"


"Oke mbak."


Yasmin pun turun dari taksi, lalu masuk ke gedung Perusahaan ADIJAYA GRUP.


"Selamat siang Bu Yasmin.." sapa Security saat Yasmin melewati pos security.


"Siang pak." balasnya. "Pak saya titip Bekalnya disini ya? soalnya saya mau beli cake dulu di depan." ucap Yasmin. Mendadak ia pengen makan Cake. Bertepatan tokonya ada di depan Gedung Perusahaan ADIJAYA GRUP.


"Bu, biarkan saya saja yang membelinya. Ibu lagi hamil, kalau menyebrang nanti ibu kelelahan." ucap Security menawarkan diri untuk ia yang membeli Cakenya.


"Gak usah pak, gak apa-apa kok. Kan gak jauh." tolak Yasmin.


"Ya uda Bu. Hati-hati nyebrang nya."

__ADS_1


"Oke pak. Titip dulu ya bekal untuk suami saya."


"Iya Bu." Yasmin pun langsung berjalan menuju toko cake tersebut.


Saat Yasmin menyebrang jalan, tiba-tiba saja ada sebuah motor melaju kencang dan lalu..


Bruakkk


Yasmin langsung tergeletak di aspal dengan darah yang terus mengalir di kakinya.


"Tolong-tolong!" teriak beberapa orang yang melihat kejadian itu. Mereka semua berlarian menghampiri Yasmin. Begitu juga Security yang baru saja berbicara dengan Yasmin, menghampiri terjadinya kecelakaan itu.


Sedangkan Gio lagi minum kopi bersama kliennya di ruang meeting, tiba-tiba saja gelasnya terjatuh dari tangannya gitu saja. Jantungnya mendadak berdetak kencang.


"Bos gak apa-apa?" tanya Leo yang terkejut melihat gelas yang di pegang bosnya jatuh. "Bos." panggil Leo karena Gio melamun.


"Leo apa Yasmin sudah sampai di kantor?" tanya Gio yang langsung teringat istrinya.


Gio pun mengambil ponselnya dari saku jasnya. Kemudian menghubungi nomor istrinya. Sudah beberapa kali istrinya tidak mengangkat telpon darinya. Membuat Gio semakin tidak tenang.


"Leo tolong kamu temani mereka dulu."Ucap Gio yang langsung berpamitan pada klien nya. Saat Gio mau keluar dari ruangan meeting, tiba-tiba saja Sarah muncul di depan pintu, dengan nafas ngos-ngosan seperti habis berlari di kejar-kejar setan.


"Pak i-itu, a-anu. I-itu Yas_-"


"Itu apa Sarah?" Potong Gio langsung. "Coba kamu tenang dulu, tarik nafas lalu buang." ucap Gio.


Setelah agak sedikit tenang, baru Sarah mulai berbicara.


"Pak, Yasmin." Sarah langsung menangis tak sanggup mau bicara pada bosnya.


"Yasmin? apa istri saya sudah datang?" tanya Gio.


"Yasmin Pak."


"Iya, Yasmin sudah ada di ruangan saya kan?"


"Ya-Yasmin kecelakaan, Pak." ucap Sarah akhirnya.

__ADS_1


Deg


__ADS_2