
"Selamat, ibu hamil.. dan kandungannya sudah menginjak 6 minggu." ucap Dokter kandungan tersebut.
"Alhamdulillah.." ucap Mama Mita dan Yasmin bersamaan. Yasmin langsung memeluk mama mertuanya.
"Mah jangan kasih tahu mas Gio dulu ya.. soalnya aku mau kasih surprise ke mas Gio nanti kalau dia sudah pulang." ucap Yasmin pada Mita.
"Iya sayang.." balas Mita yang masih tersenyum bahagia. Karena mereka di berikan kesempatan lagi memiliki cucu.
Setelah selesai menebus vitamin dan penguat kandungan, mereka pun kembali pulang kerumah. Karena Yasmin tidak boleh terlalu lelah, biasa hamil mudah.
Reza yang mengetahui kalau menantunya hamil lagi, langsung memberitahukan kabar baik itu pada besannya. Indra yang mendengar anaknya hamil lagi, sangat senang dan bahagia.
*
*
Satu Minggu telah berlalu, tapi Gio masih berada di London. Karena ia harus menyelesaikan pekerjaannya sampai selesai. Sedangkan Leo, sudah pulang ke Indonesia dua hari yang lalu. Karena Leo di tugaskan oleh Gio untuk membantu Papanya menggantikan dirinya sementara waktu. Sampai Perusahaan miliknya yang terbakar kemaren selesai. Soalnya bulan depan Gio akan membangun ulang Perusahan cabangnya tersebut.
__ADS_1
Dan dalam satu Minggu Gio hanya menghubungi Yasmin dua kali, sangking begitu sibuknya ia. Karena ia ingin menyelesaikan secepat mungkin. Agar ia bisa pulang dan memeluk istrinya.
Sebenarnya ia sudah sangat merindukan istrinya itu, tapi ia harus menyelesaikan kekacauan yang di buat oleh Perusahaan lain. Entahlah apakah itu disebut musuh atau tidak. Masalahnya selama ini ia tidak memiliki musuh. Karena soal kalah atau menang mendapat Tender itu hal yang sudah bisa. Tergantung kita bisa atau tidak menerima dengan lapang dada kalau kalah mendapatkan tender tersebut.
"Sayang kamu gak apa-apa?" tanya Mita pada menantunya yang saat ini berada di kamar mandi telah memuntahkan semua isi perutnya.
"Gak ma.."jawab Yasmin lemah. Karena tubuhnya udah sangat lemas, ia sudah empat kali bolak-balik masuk kamar mandi.
Sudah satu Minggu ini Yasmin mengalami morning sickness. Semua makanan yang ia makan pasti langsung di muntah kan lagi.
Ya, Selama Gio berada di luar negri Mita dan Reza tinggal di rumah Yasmin menemani menantunya sampai Gio kembali.
"iya ma.." balasnya dengan lemah.
"Mas kapan pulang sih, aku kangen kamu.." lirih Yasmin sembari mengelus-elus perutnya. Tak terasa air matanya mengalir gitu aja, ia benar-benar sedih suaminya tidak ada di sampingnya. Padahal ia ingin bermanja-manja dengan suaminya. Hamil yang kedua ini ia ingin dekat dengan suaminya terus dan hamil yang kedua ini ia lebih sensitif, ia mudah sekali sedih dan menangis tiba-tiba. Berbeda saat hamil pertama yang tidak mau dekat dengan suaminya sama sekali.
Tak berapa lama mama Mita masuk kedalam kamar Yasmin dengan membawa teh hangat untuk menantunya.
__ADS_1
"Sayang diminum dulu, biar perut enakan." ucap Mita sembari memberikan teh hangat pada Yasmin.
"Loh kamu nangis sayang?" Mita langsung duduk di tepi ranjang milik Yasmin. "Kenapa, hmm?" tanya Mita lagi.
"Kangen mas Gio mah.. hiks..hiks.." Mita tersenyum melihat menantunya menangis karena kangen pada putranya. Menantunya ini menggemaskan sekali.
"Sabar ya sayang, ntar mama telpon anak itu suruh cepat pulang. Kalau belum bisa pulang juga biar Mama pecat jadi anak mama." ucap Mita sembari bergurau agar sang menantu tidak sedih lagi. Yasmin yang tadinya menangis langsung tertawa karena ucapan mamanya. "Nah gitu dong.. jangan sedih-sedih kasian nanti dede' jadi ikut sedih." ujar Mama Mita.
"Iya ma.." balas Yasmin.
"Uda kamu tenang saja, mama akan menyuruhnya cepat pulang." tambah Kita lagi.
"makasih ya ma, karena mama sudah mau temani Yasmin dirumah ini." Mita langsung memeluk menantunya.
"iya sayang.. lagian Mama senang kok bisa nemenin kamu. Ya Uda kamu istrahat ya sayang.. pasti kamu lemas." ucap Mita sembari mengelus kepala Yasmin.
"iya, ma.." setelah itu Mita keluar dari kamar Yasmin dan membiarkan menantunya istirahat.
__ADS_1