YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 51


__ADS_3

"Pak tolong jangan pergi!" teriak Yasmin. Tapi sayang taksi sudah jalan meninggalkan mereka berdua. "Lepasin! Sebenarnya apa mau kamu mas!" Yasmin berusaha menarik tangannya dari cengkraman Rangga.


"Sudah aku bilang, aku akan membawa kamu pergi jauh dari kota ini. Dan kita akan hidup bahagia berdua." Rangga menarik Yasmin untuk masuk dalam mobilnya.


"Mas aku gak mau. Kalau kamu gak lepasin aku, aku akan teriak."


"Teriak saja semampu kamu." Rangga langsung membekap Yasmin memakai saputangan. Beberapa menit kemudian, Yasmin langsung tak sadarkan diri. Rangga mengangkat Yasmin, lalu memasukan Yasmin kedalam mobil. Ia pun cepat-cepat pergi dari tempat itu sebelum ada orang yang melitas di jalan tersebut.


Dua puluh menit kemudian Rangga sampai di sebuah rumah kontrakan yang tidak terlalu besar. Ia sengaja menyewa kontrakan untuk menyembunyikan Yasmin sementara sampai urusannya di Jakarta selesai. Setelah itu baru ia akan membawa Yasmin pergi dari Indonesia, ia akan membawa nya ke Luar negeri.


Setelah pintu rumah terbuka, ia kembali ke mobil lalu mengangkat Yasmin dan membawanya masuk ke dalam, kemudian meletakkannya di atas ranjang.


"Kita akan hidup bahagia berdua sayang, tanpa ada yang akan menggangu kita. Bersabarlah." monolog Rangga sembari mengelus pipi Yasmin lembut yang masih tak sadarkan diri.


*

__ADS_1


Ditempat yang berbeda, Gio terbangun dari tidurnya. Lalu Gio melihat jam di tangannya, ia pun terkejut ternyata sudah jam 11malam. Berarti dia tidur begitu lama.


"Sial!" Umpat Gio. Ia memegang kepalanya yang terasa pusing. Tadi ia sempat meminta Yasmin agar jangan ada yang menggangu nya. Itu makanya Gio tidak ada keluar sama sekali dari ruangannya. Tapi saat mengerjakan pekerjaan nya ia malah tidak bisa konsentrasi, yang ada di otaknya hanya ada Yasmin dan Yasmin. Untuk menjernihkan otaknya Gio memilih minum Wiski yang selalu dia sediakan di ruangannya jika ada kliennya dari luar negri yang berkunjung kekantornya.


Entah sudah berapa gelas yang ia minum, Yasmin bukannya hilang dari otaknya malah ia gak bisa melupakannya. Gio terus saja minum sampai ia terkapar di atas sofa sampai malam hari dan jam 11 baru ia terbangun. Gio pun beranjak dari sofa kemudian berjalan menuju ruangan pribadinya untuk membersihkan tubuhnya yang bau alkohol. Sepuluh menit Gio keluar dari kamar mandi dengan keadaan tubuh yang sudah segar. Gio mengambil pakaiannya di lemari. Selesai memakai pakaiannya ia pun keluar dari ruangan pribadinya menuju mejanya.


Gio mengambil ponselnya di atas meja, karena dari tadi Gio belum ada mengecek ponselnya. Saat membuka ponselnya, Gio melihat ada panggilan tak terjawab dari Yasmin lima kali. Ada panggilan beberapa dari nomor yang tidak di kenalnya. Dan ada juga 4 pesan.


Gio menautkan alisnya, bingung. Kemudian Gio membuka dulu pesan dari Nomor yang tidak tahu siapa dan ada pesan dari Rio juga. Ia pun penasaran dan langsung membukanya.


'pak ini Sarah, sahabat dari Yasmin. Apa Yasmin ada sama pak Gio?'


'Pak please balas pesannya. Soalnya saya kuatir uda jam 10 Yasmin belum pulang juga. Biasanya dia selalu memberi kabar ke saya kalau telat pulang. Tapi ini tidak ada. Nomor ponselnya juga tidak aktif.'


pesan ketiga dengan masih nomor yang sama.

__ADS_1


"pak Gio, ini Uda jam 11 malam tapi Yasmin juga belum pulang juga kerumah. Apa benar Yasmin ada bersama Pak Gio?"


Dan pesan terakhir dari Leo.


'Bos apa Yasmin ada bersama pak bos? Soalnya temannya bilang Yasmin belum juga sampai di rumah sampai sekarang?'


Deg


Seketika Gio langsung panik, setelah membaca isi pesan yang masuk ke nomornya. Gio mengambil kunci mobilnya lalu keluar dari ruangannya dan berlari menuju lift. Didalam lift, Gio menelpon seseorang.


"Halo gimana?!"


"Maaf tuan kami kehilangan jejaknya, sepertinya dia tahu kalau sedang kami ikutin."


"Kalian ini gimana sih! Mengikuti satu orang saja tidak becus! Saya tidak mau tahu cepat cari dia! karena lelaki brengsek itu sudah bawa calon istri saya!"

__ADS_1


Gio langsung mematikan telponnya. "Brengsek! dasar bego loh Gio.. padahal Lo Uda tahu kalau ada yang mengikutin Yasmin Uda seminggu ini. Tapi kali ini Lo lalai lindungin dia." monolog Gio yang kesal pada dirinya sendiri. Gio mengepalkan kedua tangannya lalu memukulnya ke dinding lift sampai tangannya licet dan berdara.


Ya, pada saat kejadian di Cafe waktu itu. Gio tahu ada yang mengikuti mobilnya menuju kantornya. Dan pada saat Gio mengatar Yasmin pulang, mereka juga di ikuti. Itu makanya Gio selalu jemput dan mengantar Yasmin saat pulang kerja. Tapi kenapa kali ini ia teledor. Hanya karena ia cemburu Yasmin jalan dengan Leo. " kalau sampai Yasmin beneran di bawa pergi oleh lelaki brengsek itu! Gue gak akan biarin dan gue akan mencari kamu sampai ke ujung dunia sekalipun!"


__ADS_2