
Setelah mata mereka bertemu dan apa yang Gio lihat itu beneran Yasmin, Gio langsung pergi dari butik mamanya. Sedangkan Yasmin bingung melihat mantan bosnya langsung pergi begitu saja. Ada rasa sesak di dadanya dan sakit, karena Gio pergi begitu saja tanpa mengucapkan satu kata pun.
"Sadar Yasmin, kamu itu siapa? mana mungkin seorang pengusaha sukses dan tampan mau nyamperin atau berbicara dengan kamu, setelah apa yang dia alami kemarin. Jangan mengharapkan apapun, Yasmin." gumamnya dalam hati.
Yasmin mendesah kecewa melihat Gio pergi dari butik. Tetapi ada perasaan ia senang juga melihat Gio sudah baik-baik saja.
Setelah pergi dari butik mamanya, Gio memilih keluar dari Mall untuk mencari udara segar. Tetapi sampainya di luar matanya masih tetap melihat kedalam mall dan entah apa yang ia pikirkan saat ini. Ia masih tidak menyangka bisa bertemu dengan Yasmin di Singapore dan yang mengejutkan dia bekerja di butik mamanya.
"Mama..!" Seketika Gio ingat, pasti mamanya sengaja menyuruhnya untuk singgah ke butiknya di Singapore, agar ia bisa bertemu dengan Yasmin. Uda dirinya duga pasti mamanya ikut andil dalam kepergian Yasmin.
Tepat pukul 10 malam Yasmin baru pulang kerja. Yasmin pun berjalan menuju Apartemen milik Mama Mita. Dan untung nya letak apartemen yang Ia tempati tidak jauh dari Mall tersebut. Jadi lima menit saja sudah sampai hanya berjalan kaki saja, dan tidak perlu naik kendaraan umum. Sembari berjalan, matanya terus saja melihat kemanan dan kekiri. Entahlah Yasmin berharap bisa bertemu dengan Gio, walaupun hanya sebentar saja untuk mengurangi rasa rindunya pada Gio.
Tok tok tok
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu apartemennya. Yasmin yang baru saja masuk kedalam pun mendesah karena hari ini ia sangat lelah. Sekaligus bingung, siapa yang datang ke apartemen nya sudah malam begini.
"Apa kak Yuning yah?" Yasmin pun berjalan menuju pintu untuk membuka pintu nya.
Saat pintu terbuka, Yasmin terkejut melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu apartemennya.
Mata mereka pun saling menatap dan dari sorot mata keduanya mengisyaratkan kerinduan yang mereka rasakan. Gio yang tidak tahan lagi, langsung memeluk erat Yasmin.
"Kenapa kamu pergi, Yasmin? kenapa?! Tahukah kamu, kalau saya sangat merindukan mu.." tubuh Yasmin membeku langsung, setelah di peluk oleh Gio tiba-tiba. "Sudah hampir 4 bulan ini saya mencari kamu, Yasmin.. dan ternyata kamu ada di Singapore." Gio terus berbicara tanpa mau melepaskan pelukannya dari Yasmin. Hatinya lega, sudah menemukan Ara nya.
"Tu-tuan." ucap Yasmin yang baru tersadar. Kemudian Yasmin berusaha melepaskan pelukan dari Gio. Tapi Gio tak memperdulikan nya ia malah memeluknya semakin erat. "Tuan jangan seperti ini.."
"Ya Allah, bukannya apa-apa. Masalahnya jantung aku mas.. jantung aku tidak bisa di ajak kompromi. Jantung ini berdetak begitu kencang nya. Serasa ingin meledak karena kamu terus memeluk ku. Aku malu, kalau sampai kamu mendengarnya." gumam Yasmin dalam hati.
"Tuan please jangan seperti ini." Ucap Yasmin lagi setelah beberapa menit membiarkan Gio. "Tuan..tidak enak dilihat orang lain, melihat kita berpelukan di depan pintu. Lagian kita tidak memiliki hubungan apa-apa loh." tambah Yasmin lagi.
__ADS_1
Kemudian Gio melepaskan pelukannya dari Yasmin.
"Siapa bilang kita tidak memiliki hubungan?" Gio menatap Yasmin lekat.
"oh ya ampun kenapa sulit kali ngomong langsung padanya kalau aku sangat mencintainya.." Gumam Gio dalam hati
"Tapi kenyataannya emang seperti itu, tuan.." ucap Yasmin.
"Kamu itu calon istri saya Yasmin.." Mendengar itu, Yasmin hanya bisa mendesah.
"Terserah tuan saja." ucapnya kesal. "Tuan sebelumnya saya minta maaf, ini sudah larut malam lebih baik tuan pergi dari sini. Saya tidak enak kalau orang melihat kita.
"Kamu ngusir saya?!"
"Bukan begitu, tapi ini sudah malam, tuan."
__ADS_1
"Saya tidak mau! saya mau tidur disini. Saya lelah Yasmin." Gio langsung masuk kedalam gitu saja, lalu merebahkan tubuhnya di sofa.
"Ya Allah aku harus apa? aku gak kuat kalau terus berdekatan dengannya. Karena jantung ini terus berdetak kencang. Ya Allah aku sangat mencintainya, tapi aku bingung harus gimana.." gumamnya dalam hati.