
Tibanya Gio di rumah sakit. Gio langsung berlari menuju ruangan istrinya setelah bertanya kepada Resepsionis dimana letak ruangan istrinya.
Dilihatnya ada satu ibu-ibu dan Security kantornya yang berada didepan ruangan tempat istrinya di tangani.
"Tu-tuan sudah datang.." ucap Security kantor yang langsung berdiri setelah melihat bosnya sudah berdiri di depan mereka.
"Istri saya kenapa pak Yus?" tanya Gio panik pada Security kantornya.
"Ibu mengalami kecelakaan, tuan" jawabnya dengan raut wajah sedih.
"Kok bisa pak? kejadian gimana?!"
"Se-sehabis Ibu turun dari taksi, Ibu menitipkan bekal ke pos pada saya, tuan. Katanya mau membeli Cake yang tokonya ada di depan kantor. Saya sudah menawarkan diri agar saya saja yang membeli Cake nya, tapi ibu tidak mau. Iya ingin membelinya sendiri.
"Terus?" tanya Gio menunggu kelanjutan nya.
"Saya, tidak tahu tuan. Tapi ibu ini yang melihat kejadian kecelakaan itu." Lalu Gio menatap ibu yang berdiri di samping Yus.
"Saya melihat mbak itu menyebrang jalan, pak. Lalu tiba-tiba saja ada motor melaju sangat kencang yang melintas lalu menabraknya. Kejadiannya itu cepat banget, pak.. dan Pengendara itu langsung kabur gitu saja." ucap Ibu tersebut menceritakan kejadian kecelakaan yang menimpah Yasmin.
Dunia Gio seketika runtuh setelah mendengar cerita saksi kecelakaan yang terjadi pada istrinya. Tubuhnya langsung lemas, tanpa di minta air matanya mengalir gitu aja. Dan Yus pun memapah Gio agar duduk di kursi tunggu.
Pintu ruangan IGD terbuka, Dokter yang menangani Yasmin keluar dari ruangan.
Gio pun berdiri menghampiri Dokter tersebut. "Dok bagaimana keadaan istri saya dan bayi kami?" tanya Gio kuatir.
"Bapak suaminya?" Gio mengangguk.
"Maaf tuan pasien harus segera di Operasi untuk menyelamatkan pasien. Jadi kami butuh tanda tangan dari bapak." ucap Sang Dokter.
"Dok tolong selamatkan istri dan anak saya."
__ADS_1
"Akan kami usahakan, pak. Mohon doanya." tutur Dokter tersebut sembari menyerahkan kertas yang harus di tanda tangani.
Hati siapa yang tidak hancur dan terluka melihat wanita yang ia cintai, sedang berjuang di ruang operasi. Itulah yang dirasakan oleh Gio, dan ia hanya bisa menunggu dengan tubuh lemas dengan menatap nanar ke arah pintu ruangan Operasi.
"Maafkan mas, sayang. Yang tidak bisa menjaga kamu." lirihnya dengan penuh penyesalan.
Dalam hati Gio terus berdoa agar istri dan anak yang dikandung istrinya baik-baik saja.
"Gio, gimana Yasmin?" tanya Mita yang baru saja datang bersama suaminya. Dan di ikuti dengan Indra dan Bima di belakang mereka dengan perasaan panik dan kuatir.
Gio hanya terdiam dan menunduk dengan tatapan kosong. Mita menghampiri putranya lalu mengusap lembut punggung sang putra.
"Ada apa nak? kenapa Yasmin bisa sampai kecelakaan?" tanya Mita.
Tapi Gio masih diam membisu rasanya susah kali untuk mengeluarkan kata-kata.
"Nak Gio, kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Indra.
"Lo brengsek Yo. Lo bilang Lo bakalan jagain adik gue, tapi ini apa? dia sampai mengalami kecelakaan!" ucap Bima yang emosi dan kecewa pada adik iparnya.
"Ma.."
"Iya sayang."
"Hiks.. Yasmin ma..hiks..dia di Operasi ma.." ucap Gio sembari menangis.
"Sabar sayang.."
"Apa Yasmin dan anak Gio akan selamat ma?" ucap Gio parau. Gio takut, takut Yasmin tiada dan pergi meninggalkan nya. Membuat hati Mita sakit dan jantungnya serasa diremas karena melihat anaknya begitu terpuruk dan putus asa.
"Sabar sayang, kita sama-sama berdoa ya? agar mereka berdua selamat."
__ADS_1
"Gio takut mas.. hiks.. Gio takut banget."
Bima pun yang melihat Gio sehancur itu, menjadi tidak tega. Tadinya ia mau memukul Gio untuk memberi adik iparnya itu pelajaran karena telah lalai menjaga adiknya. Tapi melihat Gio begitu hancur, ia jadi mengurungkan niatnya.
"Pah, Gio minta tolong sama papa bisa?"
"Minta tolong apa nak?" tanya Reza.
"Tolong selidiki kejadian kecelakaan Yasmin. Kecelakaan nya tepat di depan Gedung Perusahaan ADIJAYA GRUP." pinta Gio pada sang Papa. "Gio ngerasa kecelakaan Yasmin memang di sengaja." tambah Gio lagi.
"Kamu tenang saja, Papa akan urus semuanya. Kita akan secepatnya mengetahui siapa dalang dari kecelakaan yang menimpah Yasmin." ucap Reza penuh keyakinan.
*
Setelah menunggu beberapa jam, pintu ruangan Operasi pun terbuka, kemudian Dokter kelurar dari ruangan Operasi. Mereka semua langsung mendekat ke Dokter tersebut.
"Bagaimana Dok keadaan istri dan anak saya ?" tanya Gio dengan tidak sabar.
"istri pak Gio berhasil kami selamatkan." ucap Dokter. Mereka pun bernafas lega karena Yasmin bisa di selamatkan.
"Tapi.." Dokter menjeda ucapannya.
"Tapi apa Dok?"
"Maafkan kami pak Gio, kami tidak bisa menyelamatkan bayi anda. Sekali lagi maafkan kami pak. Kami sudah melakukan semampu kami. Karena istri anda mengalami pendarahan lumayan parah mengakibatkan bayi yang di kandung istri anda tidak bisa di selamatkan."ucap sang Dokter dengan sedih.
Gio menggelengkan kapalanya tak percaya. "Anak Gio mam.." ucap Gio lemah. Gio mundur kebelakang beberapa saat, kakinya langsung lemas dan seluruh dunia Gio rasanya berhenti seketika. Dadanya terasa sesak seperti ada batu besar yang menghantam jantungnya dan air mata Gio kembali menetes.
Gio mengusap wajah nya kasar. Ia gak menyangka anak yang mereka nantikan sudah tiada. Anak dalam kandungan istrinya baru saja menginjak usia tiga bulan tapi Allah sudah mengambil nya. Ingin marah, tapi ia tidak bisa, mungkin ini memang sudah takdir anaknya.
"Ya tuhan, gimana Gio ngomong nya pada Yasmin mam.. kalau anak yang di kandungnya sudah tiada.. hiks.. hiks.." Seketika Gio ingat akan mimpinya. Ia bermimpi anaknya meninggal karena mengalami kecelakaan. Dan ternyata itu menjadi kenyataan. Seharusnya kalau sudah tahu perasaannya selalu tidak tenang tentang istrinya, ia harus lebih ekstra lagi menjaga sang istri. Sungguh dirinya sangat-sangat menyesal.
__ADS_1
"Mam.. Gio gak akan sanggup ngomong nya pada Yasmin. Pasti perasaannya hancur dan Gio takut Yasmin kembali trauma. Dan juga menyalahkan dirinya, mam.." Mita langsung memeluk anaknya. Yang juga ikut menangis karena cucu yang dinanti mereka sudah tiada.
Begitu juga dengan Reza, Indra dan Bima mereka sedih bayi didalam kandungan Yasmin tidak bisa diselamatkan.