
"Ya ampun Yasmin.. Lo gak apa-apa kan? gue kuatir sama Lo, dari tadi gue hubungin Lo, tapi gak di angkat juga." ucap Sarah kuatir yang sudah membukakan pintu untuk Yasmin.
"Gue gak apa-apa.. biarin gue masuk dulu, gue capek banget." balas Yasmin sembari berjalan menuju sofa yang ada di ruang tamu, lalu ia duduk di sofa sembari menghela nafasnya panjang.
"Gimana hari pertama Lo jadi sekretaris CEO ADIJAYA yang sangat tampan itu..?" tanya Sarah yang ikut duduk di samping Yasmin.
"Gak segampang yang lo pikirin Sar, pekerjaan Sekretaris itu ternyata lebih banyak." jawab Yasmin jujur. " Lo tahu Sar, kenapa gue pulang sampai malam? gue di suruh ngerjain berkas yang lumayan banyak dan itu harus selesai sore. Kan gue yang emang belum terlalu ngerti jadi bingung ngerjain nya. Sampai-sampai gue gak tahu kalau hari Uda gelap, eh si Pak Gio marah-marah sama gue karena dokumen belum siap gue selesaikan." ucap Yasmin menjelaskan dengan kesal meningkat Gio marah dan selalu saja berbicara datar padanya. "Uda gitu dia selalu saja berbicara datar ke gue." tambah Yasmin lagi.
"Masa' sih pak Gio seperti itu.." ucap Sarah tak percaya. "Tapi Yas, saat berbicara di ruang rapat kemaren, sepertinya dia lelaki yang lembut. Dan gue dengar-dengar dia juga sayang banget sama mamanya. Masa' sih pak Gio seperti itu?" tanyanya yang masih tak percaya.
"Tau ah! gue mau mandi dulu Uda gerah." balas Yasmin yang langsung beranjak dari sofa berjalan menuju kamar.
*
Sedangkan Gio saat ini, sudah berada di apartemen kekasihnya, Salsa. Mereka berdua tengah berciuman mesra melepas rindu di atas sofa. Sehabis mengikuti dimana tempat tinggal Yasmin tadi, Salsa menelponnya dan menyuruhnya untuk datang ke apartemen kekasihnya itu. Dan kebetulan Gio juga rindu pada kekasihnya, karena seharian ini Gio sama sekali tidak ada menghubungi nya.
__ADS_1
Walaupun Gio memiliki beberapa kekasih, tapi kepada Salsa ada rasa sayang untuk wanita itu, karena menurutnya Salsa tidak seperti kekasihnya yang lainnya. Kalau Gio memberinya uang Salsa tidak akan memintanya terus-menerus, berbeda dengan yang lain. Salsa juga selalu lembut padanya, dan mengerti dirinya. Ya walaupun belum ketahap yang cinta banget, tapi bersama Salsa ia berusaha bertahan.
"sayang.." panggil Salsa manja pada Gio.
"Hmm,"
"kapan sih kamu rencana nikahin aku.." tanya Salsa memberanikan diri bertanya.
"kamu kan tahu kalau untuk saat ini, aku belum mau menikah." jawab Gio sembari tangannya merapikan rambut Salsa.
Cup
Gio mencium bibir Salsa sekilas.
"udah ah jangan cemberut gitu, kita jalanin aja dan menikmati hubungan kita seperti ini dulu dan jangan terlalu terburu-buru." ujar Gio yang kembali mencium bibir Salsa dan di balas oleh Salsa.
__ADS_1
Kemudian Gio melepaskan tautan bibirnya pada Salsa, lalu pamit padanya karena hari sudah terlalu malam. Gio tidak mau berlama-lama di apartemen kekasihnya itu. Karena seorang Gio takut khilaf melakukan hal lebih kepada Salsa, wajar Gio juga lelaki normal yang meliki hasrat dan nafsu. Lagian Gio sudah berjanji kepada mamanya untuk tidak melakukan hal lebih pada wanita yang belum menjadi istrinya, dan Gio tidak mau mengecewakan mamanya dengan hal itu.
"Da sayang.. hati-hati ya.." ucap Salsa
"Iya sayang.." balas Gio, lalu ia pun keluar dari apartemen Salsa.
Setelah kepergian Gio, Salsa langsung menelpon seseorang.
'Halo sayang.. kamu dimana?'
'Iya sayang, aku lagi di apartemen.. Oke, aku tunggu sayang..' ucap seseorang dari seberang telepon
'Baiklah aku jalan sekarang, dah sayang..'
Selesai berbicara pada seseorang di telpon, Salsa langsung bergegas mengambil tasnya dan keluar dari apartemen nya menuju apartemen seorang yang di telponnya tadi.
__ADS_1
"maaf Gio, kalau gue juga mendua sama seperti Lo. Karena gue juga butuh uang buat keperluan gue, kalau uang dari Lo itu tidak akan cukup. Tapi kalau gue meminta lebih dari Lo, Lo pasti bakalan campakkan gue sama seperti yang lain dan gue gak mau itu sampai terjadi." monolog Salsa sembari tersenyum sinis.