YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 68


__ADS_3

Yasmin terpaku beberapa saat setelah mendengar ungkapan cinta Gio, padanya. Jantung Yasmin langsung berdegup kencang, ia tidak menyangka cintanya terbalaskan. Apakah benar mantan bosnya itu juga mencitainya? berarti cintanya tidak bertepuk sebelah tangan dong?


Kemudian Yasmin menjauhkan wajahnya sedikit dari wajah Gio lalu menatap kedalam mata Gio mencari kebohongan disana, tapi sayang ia tak menemukannya.


"Yasmin, hei.." Gio menyentuh wajah Yasmin. "Kenapa? apa kamu gak percaya, kalau saya beneran cinta sama kamu?" tanya Gio.


"Tuan jangan bercanda. Candanya gak lucu!" ucap Yasmin.


"Saya tidak bercanda, Yasmin? coba kamu rasakan ini.." Gio mengambil tangan Yasmin kemudian meletakkannya di dadanya. "Gimana? apa kamu bisa merasakan degup jantung saya yang sangat kencang? inilah yang saya rasakan saat dekat dengan kamu? Sama seperti yang kamu ucapkan tadi kalau kamu juga merasakannya." Yasmin langsung terkejut, ia bisa merasakan detak jantung Gio berdegup sangat kencang. Seperti yang selalu ia rasakan kalau berdekatan dengan Gio.


"Apa kamu masih gak percaya, Yasmin? kalau saya sudah jatuh.. sejatuh jatuhnya cinta sama kamu? Sama seperti kamu, cinta saya sudah begitu dalam, Yasmin?" lirih Gio dengan sembari menatap Yasmin penuh cinta.


Melihat tatapan penuh cinta dari Gio, membuat Yasmin hampir tidak sanggup lagi menyembunyikan perasaan cintanya kepada, Gio.


"Apa kamu masih tak percaya? katakan pada saya, apa yang harus saya lakukan agar kamu percaya pada saya, Yasmin?" tanya Gio karena Yasmin hanya diam saja.

__ADS_1


"Saya bukannya tidak percaya, hanya saja saya sadar diri." ucap Yasmin. "Saya sadar siapa saya. Saya hanya wanita biasa yang tinggal di panti asuhan. Saya bukan Salsa yang cantik luar biasa, dan seksi. Bukan seperti Salsa, atau wanita lain yang selalu berpakaian mewah dan berpenampilan wah. Saya hanya wanita biasa yang berpakaian seadanya dan tidak ada menarik-menariknya. Saya tahu, saya bukan tipe wanita yang tuan inginkan. Jadi bagaimana tuan bisa jatuh cinta dengan wanita yang biasa ini? Walaupun benar, tuan mencintai saya? Rasanya saya tidak pantas bersanding dengan Pengusaha sukses dan tampan seperti, tuan. Sampai kapan pun tidak akan pa_-"


"Cukup, Yasmin!!" Bentaknya. "Saya tidak suka kamu merendahkan diri kamu sendiri!" desis Gio sembari menatap tajam Yasmin.


"Tapi, memang itu kenyataannya!" balas Yasmin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kamu tahu, Yasmin. Saya bukan orang yang suka melihat orang lain dari status sosialnya! buat saya, kamu lebih cantik dari Salsa yang kamu bilang cantik luar biasa itu! Kamu gak perlu pakai pakaian mewah, ataupun pakaian seksi, dan gak perlu memakai make up yang berlebihan, cukup seperti ini saja. Karena buat saya, cukup kamu! cukup kamu dan hanya kamu yang saya mau! Dan saya mencintai kamu tulus, saya tidak perduli mau kamu dari panti atau dari mana pun! Saya tidak perduli, Yasmin!" jelasnya.


"Kamu gak tahu kan? seberapa frustasinya dan gila nya saya mencari kamu hampir empat bulan ini! Bahkan saya sampai beberapa kali ganti Detektif hanya untuk mencari kamu! Saya juga sempat curiga pada mama yang ikut andil atas kepergian kamu! Dan ternyata itu benar, saat saya diminta mama untuk mengecek butik mama di Singapore. Saya melihat kamu ada di butik mama. Sepertinya mama sengaja menyuruh saya ke butik, agar saya bisa bertemu dengan kamu. Mungkin saja mama sudah tidak tega melihat keadaan putranya hampir gila dan frustasi! Tapi terlepas dari itu semua, saya bersyukur kamu baik-baik saja. Dan saya harus berterima kasih pada mama, karena mama tetap menjaga dan memantau kamu walaupun dari jarak jauh." tutur Gio yang menceritakan seberapa frustasinya dia mencari Yasmin. Agar Yasmin semakin percaya kalau dirinya benar-benar sangat mencintainya.


Mendengar semua cerita dari Gio, membuat Yasmin menitihkan air matanya. Ia tidak menyangka kalau ternyata mantan bosnya secinta itu padanya.


Melihat Gio memohon dan memelas seperti itu padanya, membuat dada Yasmin terasa sesak dan tidak tega. Yasmin yang masih duduk di pangkuan Gio, Langsung memeluk Gio erat sembari terisak. Akhirnya ia tidak tahan untuk tidak memeluk lelaki yang ada di hadapannya ini.


"Jadi kamu Uda percaya sama saya dan menerima saya kan?" bisik Gio sembari membalas pelukan dari Yasmin. Sedangkan Yasmin, hanya menganggukkan kepalanya saja. Karena ia sudah tidak sanggup berkata apapun lagi, sangking senang dan bahagianya.

__ADS_1


Mendapatkan anggukan dari Yasmin, Gio langsung tersenyum senang kemudian ia semakin memeluk erat Yasmin.


"I Love you.." ucap Gio lagi sembari berbisik.


"I Love You To.." balas Yasmin.


Yasmin melepaskan pelukannya dari Gio, kemudian menatap wajah Gio sejenak lalu ia menundukkan kepalanya malu karena Gio juga menatapnya.


"Kenapa, hmm?" tanya Gio sembari mengangkat dagu Yasmin. Gio melihat pipi Yasmin yang bersemu merah seperti tomat, membuatnya tersenyum gemas. Mereka pun saling bertatapan, dengan perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Yasmin. Karena sudah tidak tahan Gio langsung melahap bibir Yasmin dengan lembut. Awalnya Yasmin diam saja, tapi dengan pelan ia pun membalasnya. Tanpa disadari posisi Gio sudah berada di atas tubuh Yasmin. Membuat Yasmin terkejut dengan posisi mereka berdua.


"Tuan.." bisik Yasmin yang mulai sadar. Gio lalu melepasakan tautannya.


"Sayang, aku lebih suka kamu panggil mas. Jangan tuan," protes Gio. Yasmin sendiri tersenyum malu-malu mendengar Gio memanggil dirinya, sayang. "Kamu gemesin banget sih kalau malu-malu dan pipinya memerah gini?" Gio menarik hidung Yasmin pelan.


"mas, awas ih ini Uda sangat larut aku mau tidur." Ucapnya yang berusaha bangkit dari sofa. Tapi Gio bukan melepaskannya ia malah memeluknya erat. Kepalanya di letakkan di ceruk leher Yasmin.

__ADS_1


"Mas jangan seperti ini.." ucapnya takut-takut. Ya walaupun ia selalu ke psikiater, tapi belum sepenuhnya pulih dari traumanya.


"Aku janji tidak akan macam-macam. Please.." Yasmin pun hanya bisa pasrah. Akhirnya mereka berdua pun tertidur di sofa. Hanya tidur dan tidak melakukan apa-apa.


__ADS_2