
"Sayang, kamu istrahat dulu. Biar Mama yang gantian menjaga Yasmin." ucap Mama Mita yang tidak tega melihat anaknya belum ada tidur sama sekali dari kemaren.
"Tidak mah." ucap Gio yang masih dengan setia menggenggam tangan istrinya. Sudah tiga hari sang istri belum sadar paska operasi kemaren. Mata Gio terlihat sedikit membengkak karena banyak menangis. Baru kali ini Gio menangis karena wanita. Ya wanita yang paling ia cintai.
"Sayang, nanti yang ada kamu sakit kalau tidak istrahat sama sekali. Tubuh kamu juga butuh istrahat lo?" sebenarnya ia sudah begitu lelah, tapi ia tidak mau beranjak dari sisi istrinya. Ia takut saat istrinya sadar, tapi ia tidak berada di samping sang istri dan ia gak mau Yasmin kecewa padanya.
Mita menghela nafasnya, putranya emang keras kepala. "Ya sudah, mama ke kantin dulu mau membeli makan siang buat kamu." Gio hanya mengangguk saja.
Gio yang masih menggenggam tangan istrinya, terkejut saat jari-jari tangan istrinya mulai bergerak. Begitu juga dengan kedua matanya perlahan-lahan terbuka. Gio langsung tersenyum lega, akhirnya istrinya sadar juga. Ia harus kuat, demi sang istri.
"Sayang, Alhamdulillah kamu sudah sadar." ucap Gio sembari ia menciumi seluruh wajah istrinya.
Yasmin melihat keseluruh ruangan yang bercat putih. Ia mulai mengingat-ingat apa yang terjadi dengan dirinya, kenapa ia berbeda di ruangan ini.Yasmin menitihkan air matanya setelah mengingat apa yang terjadi padanya. Kemudian Yasmin menyentuh perutnya yang sudah rata.
"Anak kita mas, anak kita hiks.." Gio menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ma-mas, maafin aku. Maaf yang tidak bisa menjaga anak kita hiks.. aku tidak pantas menjadi seorang ibu.. aku tidak pantas karena tidak bisa menjaganya dengan baik. Maaf mas, maaf hiks.." Ucap Yasmin menangis terisak kelihatan sangat hancur dan terluka. Membuat Gio langsung memeluknya erat yang juga ikut menangis. Ia tidak tega melihat istrinya hancur seperti ini.
"Tidak sayang, ini bukan salah kamu. Ini salah mas yang tidak bisa menjaga kalian bedua. Maafin mas saayang, ini bukan salah kamu. dan mas lah yang salah." Ucap Gio sesalnya begitu dalam. Mereka berdua pun menangis merasa sama-sama bersalah karena tidak bisa menjaga calon anaknya.
"Mas gak marah dengan ku?" tanya Yasmin setelah mengurai pelukannya.
Gio membingkai wajah cantik istrinya, mengusap air mata sang istri dengan ibu jarinya. Kemudian ia mengecup kening istrinya lama. "Tidak sayang, mungkin ini memang sudah takdirnya. Allah lebih menyayangi anak kita." Jawab Gio berusaha kuat dan tegar di depan istrinya. "Sayang, Mari kita hadapi ini bersama-sama dan berusaha untuk ikhlas atas anak kita yang sudah tiada. Jadi mas mohon, jangan menyalahkan dirimu lagi." Yasmin bisa melihat dari mata suaminya kalau ia juga hancur dengan kepergian anak mereka. Suaminya benar mereka harus menghadapi ini bersama-sama, saling menguatkan dan ikhlas. Yasmin langsung memeluk Gio dengan erat dan dibalas dengan Gio.
__ADS_1
"Maafin aku ya mas.."
"Tidak, sayang. Jangan minta maaf. Uda jangan kamu pikirkan, sekarang kamu harus banyak istrahat. Kamu masih kelihatan lemah." balas Gio gak mau istrinya terus menyalakan dirinya sendiri.
Setelah Yasmin meminum obat, istrinya itu langsung beristirahat untuk memulihkan kondisinya.
"Nak, apa Yasmin sudah tidur?" tanya Reza yang baru saja masuk keruangan rawat Yasmin.
"Sudah pah." jawab Gio. "Ada apa pah? apa papa menemukam siapa yang menabrak Yasmin?!" tanya Gio pada papanya mengenai siapa yang sudah menabrak istrinya.
"Sudah." jawab Reza dengan serius. "Lebih baik kita bicarakan ini di luar saja, agar Yasmin tidak menggangu istri kamu yang lagi tidur." Gio dan Reza pun kekuar dari ruangan VVIP tempat Yasmin di rawat.
"Jadi siapa pah yang sudah menabrak Yasmin?"
"Maksudnya apa pak Reza?" Sambung Indra yang baru saja datang ingin menjenguk putrinya. "Jadi beneran ada yang sengaja menyelakai putri ku?!" tanya Indra.
"Iya Ndra." jawab Reza.
"jadi benar kecelakaan itu di sengaja ingin melenyapkan Yasmin?!" Gio mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak akan membiarkan orang yang sudah menyelakai Istrinya. "Tapi siapa pah, siapa orangnya?!" tanya Gio penasaran.
"Dia, Shila."
"Shila?"
__ADS_1
"Siapa Shila?!" tanya Indra dan Gio bersamaan.
"Shila adalah ibu dari Rangga nak, lelaki yang pernah menusuk perutmu pakai pisau saat kamu menyelamatkan Yasmin dulu." ucap Reza menjelaskan.
"Tapi kenapa dia sampai tega melakukan itu?!" tanya Gio yang masih tak habis pikir.
"Itu yang papa pikirkan sebelumnya. Tetapi setelah papa selidiki apa motif Shila melakukan itu? itu karena dia tidak terima anaknya masuk dalam penjara. Tapi memang sebelum kejadian itu semua, Shila memang sudah tidak menyukai Yasmin. Saat Yasmin dan Rangga dulu menjalin hubungan, dulu. Shila orang yang paling menentangnya. Karena Yasmin anak panti asuhan, itu makanya dia tidak menyetujui hubungan mereka. Shila juga sering menghina Yasmin, menyebut Yasmin anak tidak tahu asal usulnya. Dia sangat marah anaknya, Rangga masuk penjara. Apalagi setelah mengetahui anaknya masuk penjara karena hampir memperkosa Yasmin dan menusuk kamu. Itu membuat nya semakin murka dan tidak senang pada Yasmin. Dia beranggapan Karena Yasmin lah hidup anaknya jadi berantakan, karena Yasmin lah masa depan anaknya hancur." tutur Reza menceritakan apa yang ia selidiki tentang Shila.
"Jadi karena itu, dia dendam pada Yasmin? dan ia menyewa orang untuk menyelakai Yasmin?!" sambung Gio.
"Iya, dan wanita itu ternyata menyewa mata-mata untuk mengikuti Yasmin sudah seminggu ini." tambah Reza lagi.
"Ck! Dasar anak dan ibu sama saja. Seharusnya dia menasehati anaknya yang kurang ajar itu. Bukan malah menyalahkan Yasmin!" geram Gio. "Terus papa apakan wanita itu?!" tanya Gio lagi.
"Tadinya Papa ingin menghancurkan bisnis mereka, tapi tidak jadi. Karena papa tidak mau mematikan rejeki orang lain. Akhirnya papa masukkan wanita itu kedalam penjara." jawab Reza
"Pah Gio mau kekantor polisi. Gio ingin mengetahui seperti apa orangnya yang sudah membuat kami kehilangan calon anak kami." ucap Gio datar karena menahan emosi.
"Ayah juga ikut, nak. Ayah juga ingin melihat wanita yang sudah menghina putriku. Dia belum tahu saja siapa Yasmin sebenarnya." ujar Indra yang juga geram setelah mendengar cerita masa lalu anaknya. Apalagi mendengar anaknya sempat ingin di perkosa dengan anak dari wanita itu.
"Mah aku titip Yasmin sebentar. Kalau dia tanya, bilang aja aku ada urusan kantor." ucap Gio pada mamanya.
"Iya.. pergilah." Setelah Gio berpamitan pada mamanya dan meminta mamanya untuk menjaga Yasmin. Mereka pun akhirnya pergi ke kantor polisi.
__ADS_1