YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab. 107


__ADS_3

Plak


Sebuah tamparan mendarat ke pipi Gio, yang dilakukan oleh Reza. Yasmin yang melihat itu, langsung menutup mulutnya tak percaya apa yang dilakukan oleh papa mertuanya.


"Kamu tidak bisa seperti itu Gio pada istrimu!" bentak Reza yang sudah emosi dengan putranya.


"Mas.." ucap Yasmin sembari mendekati Gio. Kemudian tangannya mengelus pipi suaminya yang habis di tampar oleh Papanya. Tapi Gio langsung menepis pelan tangan istrinya.


"Aku bilang pergi!" usir Gio lagi. "Dan ya, untuk sementara kita tidak usah bertemu dulu." ucap Gio datar yang langsung memutar tubuhnya membelakangi Yasmin, sembari menyentuh dadanya yang terasa sangat sesak mengucap itu pada istrinya.


"Maaf sayang, gak tahu kenapa mas masih begitu marah padamu." gumam Gio dalam hati.


Sebenarnya ia tak mau melakukan ini, tapi hatinya dan pikirannya masih kacau dengan keadaan mamanya. Ia ingin menenangkan diri dulu. Agar pikirannya kembali tenang dan jernih.

__ADS_1


Jantung Yasmin langsung berdetak kencang dan dadanya terasa sangat sesak mendengar suaminya berbicara seperti itu. Dengan perlahan Yasmin pun berjalan menjauh dari Gio. Sedangkan Reza mengikuti menantunya dari belakang.


"Nak, papa percaya kamu tidak akan melakukan itu pada mama. Yasmin begini saja, kamu pulang dulu istrahat di rumah ayah Indra. Kasian anak dalam kandungan kamu. Kamu masih perlu banyak istirahat." ucap Reza pada menantunya. "Apa kamu sudah memberitahukan tentang kehamilan kamu pada Gio?" tanya Reza.


"Belum pah. Gimana Yasmin ingin memberitahunya, sedangkan keadaan mas Gio sekarang sangat tidak baik." jawab Yasmin.


Kemudian Yasmin menatap papanya sejenak. "papa maafkan Yasmin, ini memang karena Yasmin." ucap Yasmin kembali menitihkan air matanya.


"Iya pah. Yasmin mengerti." balas Yasmin.


"Ya udah, kamu pulang di antar sama supir papa ya.. kerumah ayah Indra. Udah jangan terlalu dipikirkan soal mama, mama pasti akan baik-baik saja. Karena papa tahu mama wanita yang kuat. Yang penting doakan mama saja." ucap Reza menenangkan menantunya agar tidak terlalu kuatir.


"Tapi pah mas Gio.. Yasmin gak tega ninggalin mas Gio." Yasmin pun menatap suaminya dengan sendu. Suaminya yang masih setia berdiri di depan pintu ruangan IGD.

__ADS_1


"Yasmin, biarkan mas mu tenang dulu. Entar kalau sudah tenang dia yang akan datang mencari kamu." Jelas Reza. Kemudian dengan sangat berat dan terpaksa, Yasmin meninggalkan rumah sakit.


Melihat menantunya pergi membuat Reza tidak tega. Reza akan mencari tahu, kenapa istrinya bisa jatuh dari tangga. Karena ia yakin menantunya tidak akan mungkin menyelakai istrinya. Tapi untuk sementara ia memikirkan keadaan istrinya terlebih dahulu.


Setelah melihat istrinya sudah pergi dan tak terlihat lagi, Gio menitihkan air matanya karena sudah menyakiti hati istrinya.


"Aaaahh!!!" Teriak Gio sembari tangannya memukuli dinding. Sampai membuat tangannya terluka. Ia tahu pasti istrinya sakit hati karena ucapannya. Tapi entah kenapa ia masih kecewa dan marah pada istrinya.


"Gio cukup! jangan kamu lukai tanganmu seperti itu." ucap Reza menghentikan apa yang dilakukan oleh putranya.


"Maaf pah, aku Uda membentak Yasmin. Pikiran Gio benar-benar kacau dan gak bisa berpikir jernih sekarang. Apa lagi sudah dua jam mama di dalam dan Dokter belum ada yang kekuar memberi tahu keadaan mama." ujar Gio sembari menatap luka di tangannya.


"Lebih baik kamu istrahat aja dulu. Pesan satu kamar disini untuk kamu istirahat serta tenangkan hati dan pikiranmu. Biar papa yang menunggu mama disini. Satu lagi Gio, papa yakin Yasmin tidak mungkin menyelakai mama. Papa harap kamu jangan langsung menuduh istrimu dan cari tahu dulu kejadian sebenarnya." Gio menatap papahnya sembari berpikir sejenak apa yang di ucapkan Papanya.

__ADS_1


__ADS_2