
Keesokan harinya Yasmin sudah di sibukkan dengan berkas yang lumayan banyak. Hari ini tumben bosnya belum datang, padahal sudah pukul 10 pagi. Sedangkan Leo asisten bosnya itu tidak memberitahu perihal bosnya yang belum datang. Yasmin sendiri malu untuk mengirim pesan ke bosnya.
Gak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, dan waktunya para karyawan istirahat makan siang. Tapi Yasmin masih bertanya-tanya kenapa bosnya belum juga datang ke kantor. Apa dari kemaren ia belum ada pulang kerumahnya? apa sebegitu pentingnya urusan nya? begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala Yasmin.
"Yas, kamu gak makan siang? kok masih disini.. jangan terlalu di paksain kerjanya entar bisa di lanjut lagi." ucap Leo yang tiba-tiba Uda ada di depan mejanya.
"Eh iya Pak Leo.. entar nih aku makan." balas Yasmin tersenyum.
"Oh iya Yas, gue lupa kasih tahu kamu kalau pak Gio sakit makanya tidak kekantor." ucap Leo lagi. Yasmin pun terkejut setelah mendengar ucapan Leo kalau bosnya, Gio sakit. "Sakit?" tanya Yasmin.
"Iya.. mungkin kelelahan kali, bos kita kan sering bolak balik ke luar negeri. Sebenarnya Yas, pak bos itu Uda sangat letih karena harus menjalankan dua Perusahaan sekaligus." ucap Leo bercerita tentang Gio.
"Dua Perusahaan?" tanya Yasmin lagi yang memang tidak tahu tentang bosnya.
"Iya.. yang Perusahaan ADIJAYA GRUP ini adalah Perusahaan milik Papanya. Karena om Reza pensiun, jadi mau gak mau pak bos yang melanjutkan nya. Sedangkan Perusahaan yang satunya ada di luar negri. Pak Gio gak mungkin menutup Perusahaan nya yang disana karena Uda sangat berkembang. Untungnya dia sudah menempatkan orang-orang yang terpercaya dan berkompeten." ujar Gio menjelaskan. Membuat Yasmin begitu kagum dengan Gio, ternyata di balik sikap datar dan mesum bosnya itu Pengusaha sukses dan pekerja keras. Sungguh sangat beruntung yang bisa menjadi istrinya. Pantas saja bosnya itu banyak di kelilingi wanita-wanita cantik, termasuk kekasihnya waktu itu yang datang kesini.
"Apa kamu gak tahu Yas, wajah bos kita selalu ada di majalah bisnis. Mau itu majalah Indonesia atau pun luar negri. Tapi yang aku salut sama dia, pak bos itu begitu sangat menyayangi mama Mita."
"Saya malah gak tahu pak, lagian saya belum pernah membaca majalah bisnis." balas Yasmin.
"Oh iya Yas, apa Lo mau ikut saya melihat pak bos di apartemen nya?" tanya Leo menawari Yasmin.
"Emm, apa gak apa-apa pak kalau saya ikut kesana?" Yasmin balik bertanya.
__ADS_1
"Ya enggak apa-apa lah emang siapa yang mau melarang seorang sekretaris mau menjenguk bosnya? gak ada kan..?"
"Uda pak kalau gitu saya siap-siap dulu."
Sekitar 20 menit akhirnya mobil Leo sampai di apartemen mewah milik Gio. Mereka berdua pun keluar dari mobil dan Yasmin mengikuti Leo masuk kedalam lift tak lupa Leo menekan tombol angka 15 tepat dimana letak apartemen Gio yaitu lantai 15.
"Pak Leo saya gak enak, takutnya tuan Gio gak suka lihat saya yang datang menjenguknya." ucap Yasmin takut. Leo yang mendengan ucapan Yasmin hanya tersenyum saja tanpa menjawab.
Ting
Lift yang mereka naiki pun sampai dilantai 15. Leo dan Yasmin keluar dari lift dan berjalan menuju Apartemen Gio sedangkan Yasmin hanya mengikuti Leo saja.
Tepat di depan pintu Apartemen Gio, Leo menekan kode PINnya karena ia memang mengetahui kode pin Apartemen milik Gio.
"Hei, Yasmin sayang kok malah berdiri di depan pintu, Ayo masuk." ucap Leo. Lalu menarik tangan Yasmin yang belum mau masuk.
Pak Leo apaan sih, jangan pagil sayang." protes Yasmin.
"Hahaha iya maaf sayang.." panggil nya lagi sembari terkekeh geli.
Kemudian Yasmin memghentikan langkahnya, masih ragu untuk masuk kedalam.
"Ck, tenang aja pak Gio gak akan marah sama kamu." ucap leo yang tau ke kawatiran Yasmin. Sampainya di dalam Yasmin langsung terkagum-kagum dengan desain interior Apartemen milik Gio. Semua barang serba mewah, wajar sih bosnya itu Pengusaha terkenal dan sukses.
__ADS_1
"Yas, Lo tunggu dulu ya.. duduk aja di sofa. Saya mau lihat pak bos di kamarnya." ucap Leo yang langsung naik ke atas dimana letak kamar Gio.
'Kalau emang tuan Gio sakit, kenapa gak tinggal aja di rumah mama Mita.. apa kemaren dia gak balik kerumah mama Mita ya? dan langsung balik ke apartemen nya.' gumam Yasmin dalam hati.
Yasmin pun hanya bisa nunggu Leo di ruang tamu. Sebenarnya ia juga ingin melihat keadaan bosnya itu, tapi ia tidak enak dan takut Gio tidak suka.
Setelah Leo sudah berada di depan kamar Gio, Leo pun langsung membuka pintu kamar milik Gio.
"Bos.." sapa nya lalu mendekati bosnya yang lagi berbaring di ranjang serta tubuhnya di tutup pakai selimut tebal.
"Lo Uda datang Le..?" tanya Gio yang berusaha untuk bangun.
"apa pak bos Uda telpon Dokter?" tanyanya
"Belum Le.., rasanya berat banget kepala gue sampai mau kekamar mandi aja susah." Jawab Gio sembari memijit keningnya yang terasa sangat pusing.
"Ya uda, bos tidur aja lagi, saya akan telpon dokter dulu. Oh iya, gue hampir lupa. Yasmin ada di bawah mau jenguk bos juga katanya. Maaf Yasmin saya ajak kesini, siapa tahu aja bisa bantu bos apa gitu."
"Yasmin disini?" tanyanya. Entah kenapaa ada perasaan rindu pada Yasmin.
"Iya bos."
"Apa boleh dia masuk ke kamar bos dan keadaan bos?" tanya Leo.
__ADS_1
"Hmm, suruh aja dia naik keatas." jawab Gio, sembari menyunggingkan senyum tipis yang tak terlihat oleh Leo.