
Saat Gio tengah asik berjalan di pinggir pantai, matanya tanpa sengaja melihat wanita yang sedang berdiri dengan memandang ke arah pantai. Dia, wanita yang selama ini ia cari dan ia rindukan. Gio menghentikan langkahnya, kemudian ia menundukkan kepalanya.
"Sebegitu nya mas merindukan kamu sayang, sampai mas bisa melihat kamu ada di mana-mana." lirih Gio yang dirinya kira wanita yang ia lihat hanya halusinasinya saja.
Gio kembali mengangkat kepalanya dan ia masih melihat wanita yang ia rindukan. "Gak. Ini gak mungkin. Gue pasti hanya halusinasi saja." ucapnya yang masih tak percaya bahwa ia melihat istrinya.
Gio memejamkan matanya merasakan sesak di dadanya. "Oh Shitte..! aku benar-benar sudah gila." umpatnya dengan air matanya mengalir gitu saja. "Sayang please kembalilah, mas gak kuat sayang." ucapnya dalam hati.
Gio pun membuka matanya dan melihat lagi wanita yang ia cintai masih berdiri disana. Membiarkan rambutnya terbang tertiup angin. Lalu Gio mengucek kedua matanya apakah itu nyata atau hanya hayalannya saja. Ia tidak salah lihat, wanita itu masih tetap ada dan berdiri disana sembari menatap pantai dengan mengelus perut nya yang keliatan membuncit. Kemudian Gio mencubit tangannya dan rasanya sakit. Berarti ini nyata, ia tidak mimpi maupun halusinasi.
"Ini benaran kamu sayang.." lirihnya yang masih diam mengamati wajah istrinya, wanita yang ia cari beberapa bulan ini, sampai membuatnya nyaris gila dan wanita yang sangat ia rindukan.
__ADS_1
Gio terus saja menatap Yasmin, air matanya kembali mengalir. Ia tidak menyangka akan bertemu istrinya di sini. Keluarga nya sangat sukses menyembunyikan istrinya di Villa milik papanya. Tempat yang tidak ia pernah bayangkan dan pikirkan. Dengan perlahan Gio berjalan menghampiri wanita nya, dengan air mata yang terus mengalir. Mendadak ada rasa takut di hatinya, ia takut istrinya tidak mau memaafkannya.
Sedangkan Yasmin, setelah puas memandang arah pantai sekaligus memandang takjub matahari terbenam atau Sunset. Ia berniat akan kembali ke Villa. Pada saat berbalik arah, Yasmin terkejut melihat lelaki yang sangat ia rindukan dan yang baru saja ia pikiran ada di hadapannya. Lelaki itu tengah berjalan yang ia yakin akan menghampiri nya.
Seketika air matanya mengalir, akhirnya ia bisa bertemu dengan suaminya setelah beberapa bulan tidak bertemu. Saat kakinya akan melangkah ingin mendekat ke sang suami, tiba-tiba saja ia teringat saat suaminya marah padanya dan mengusirnya di rumah sakit waktu itu. Membuat nya mengurungkan niatnya. Dadanya terasa sangat sesak. Yasmin bingung kenapa dirinya jadi seperti ini. Padahal ia sangat merindukan suaminya dan ingin merasakan pelukan suaminya. Tapi ini.. Apakah ini bawaan Beby nya? entahlah. Kemudian Yasmin membalikan badannya, membelakangi Gio yang sudah sampai di hadapan nya itu.
Mendapatkan penolakan dari istrinya, hati Gio seperti teriris dan dadanya terasa sesak dan nyeri. Tanpa pikir panjang lagi Gio langsung memeluk erat istrinya dari belakang. Gio menangis sejadi-jadinya. Ia tidak perduli jika istrinya menganggap dirinya lelaki cengeng atau lebay.
Yasmin langsung memejamkan matanya, karena merasakan sesak di dadanya. Apalagi mendengar tangisan sang suami yang menyayat hati dan jiwa, dengan terus mengucapkan kata maaf padanya.
"Sayang.. kamu boleh tampar mas atau pukul masa sampai kamu puas, tapi please jangan pergi lagi dari mas. Mas gak kuat sayang, gak kuat. Rasanya mas ingin mati saja." Yasmin yang mendengar itu, ikut menangis. Ingin sekali ia langsung memeluk suaminya, tapi entah mengapa ia pengen memberikan pelajaran ke suaminya. Apa ini permintaan anaknya yang ingin menghukum papanya? apakah ini di sebut ngidam? entahlah. Entah mengapa ia ingin melakukan itu.
__ADS_1
Saat akan mau melepaskan tangan suaminya yang sedang memeluk tubuhnya, tiba-tiba saja pelukan dari suaminya mengendur dan..
Brukk
Yasmin langsung membalikkan tubuhnya, ia terkejut melihat suaminya pingsan tepat di bawah kakinya.
"Mas..!!!" teriak Yasmin. "Mas kamu kenapa? bangun mas..!!" ucap Yasmin yang sudah duduk di pasir di samping suaminya sembari mencoba membangunkan sang suami.
"mas, please bangun.. jangan bikin aku kuatir." ucap Yasmin yang semakin kuatir dan panik karena suaminya tidak membuka matanya.
"Tolong... tolong...!!" teriak Yasmin meminta tolong.
__ADS_1