YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 64


__ADS_3

Di tempat yang berbeda, dia sebuah apartemen. Seorang wanita cantik tengah asik menikmati angin malam di balkon Apartemen yang ia tempati sekarang.


Malam hari ini langit begitu cerah karena sinar dari bulan dan bintang.


Sudah dua bulan ia berada di Singapura. Yap, wanita itu bukan tak lain adalah Yasmin. Yasmin sekarang ada di Singapore, untuk menenangkan diri dari rasa traumanya setelah kejadian dua bulan yang lalu. Mungkin traumanya sudah mulai sembuh, karena ia sering ke psikiater untuk selalu konsultasi perihal traumanya nya. Tapi.. untuk hatinya, ia belum bisa menghapus rasa cinta yang dimilikinya pada Gio. Padahal sudah dua bulan ia tak bertemu dengan nya. Rasa cintanya bukannya hilang, tapi malah semakin bertambah, bahkan sudah semakin dalam. Ia juga bingung kenapa bisa sampai seperti ini.


"Hah.. Ya Allah, aku sangat merindukan nya.. mas maaf kan aku yang belum bisa menghilangkan perasaan ku padamu.. kamu lagi apa mas disana? semoga kamu baik-baik aja mas.." Monolognya sembari menyentuh dadanya yang terasa sesak.


Drrt drrt


Terdengar bunyi suara ponsel miliknya, Yasmin pun tersenyum setelah melihat siapa yang menghubunginya. Kemudian ia pun mengangkatnya.


"Assalamu'alaikum sayang.. gimana keadaan kamu disana, sayang?" tanya dari seberang telepon.


"waalaikumsalam mah.. Yasmin baik-baik saja mah."

__ADS_1


"Sayang.. gimana pengobatan kamu dengan psikiater? lancar, kan?"


"Alhamdulillah lancar mam, Yasmin Uda lebih baik. Uda gak sering mimpi buruk lagi mah."


Ya, setelah kejadian waktu itu, Yasmin sering mengalami mimpi buruk. Itu makanya Mama Mita meminta Yasmin untuk konsultasi pada psikiater. Mita takut trauma Yasmin kalau di biarkan saja, semakin parah.


"Syukurlah. Oh iya, sayang gimana? apa kamu betah kerja di butik mama?"


"Alhamdulillah, Yasmin betah ma.. Terimakasih mah untuk semuanya..


"Iya mah.. waalaikumsalam."


Yuning adalah orang kepercayaan mama Mita untuk menjaga butik mama Mita di Singapure. Dan Yasmin sekarang sudah hampir dua bulan ini bekerja di butik mama Mita di Singapure. Untuk membantu mengembangkan butik mama Mita disana dan sekalian mengisi rasa bosannya selama ada di Singapore. Lagian kalau dirinya tidak bekerja, ia tidak bisa membantu ibu panti asuhan dimana tempat ia di besarkan dulu. Karena itulah niatnya kalau sudah bekerja. Ingin membantu panti asuhan dan merenovasi Panti, agar lebih besar lagi, mengingat sudah terlalu banyak penghuni nya disana.


Selesai berbicara pada Mama Mita, Yasmin langsung masuk kedalam kamar untuk beristirahat karena besok ia beraktivitas kembali.

__ADS_1


*


"Le.. tolong perintahkan salah satu orang kita untuk mengawasi mama gue." perintahnya.


"Apa? tapi bos buat apa?" tanya Leo bingung.


"Gue curiga kepergian Yasmin, di bantu sama mama gue." Jawab Gio. "Gue mau tahu kegiatan mama, apa saja yang di lakukan di luaran sana. Siapa tahu aja mama menemui Yasmin tanpa kita ketahui." jelasnya.


"Tapi bos, apa bos yakin kalau Tante yang bantu Yasmin?" Tanya Leo lagi.


"Iya.. Uda cepat Lo suruh mereka awasi mama."


"Oke bos." balas Gio tanpa bertanya lagi.


Setelah Leo keluar dari ruangannya, Gio kembali menatap foto Yasmin di ponselnya. Itu setiap hari yang Gio lakukan kalau sangat merindukan Yasmin. Cintanya kepada Yasmin semakin hari semakin bertambah setelah Yasmin pergi darinya.

__ADS_1


Dadanya terasa sesak menahan rindu yang teramat sangat. Berbeda yang ia rasakan dengan Salsa dulu. Perasaannya terhadap Salsa, hanya rasa sayang. Bahkan saat ia memergoki Salsa bercinta dengan Dio pun hatinya tidak sakit, hanya saja ia marah dan kesal karena sudah di bohongin. Tapi kalau Yasmin yang di dekati dengan lelaki lain ataupun Leo, dirinya langsung marah dan emosi. Ternyata rasa cintanya ke Yasmin Uda begitu besar. Apalagi sekarang ia tahu kalau Yasmin itu adalah Kiara. Ara nya, gadis yang selama ini ia cari-cari.


__ADS_2