YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 65


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu, tetapi Gio belum juga menemukan keberadaan Yasmin. Sedangkan Mama Mita yang Gio curigai, dan selalu ia awasi nyatanya Gio sama sekali tidak menemukan apa-apa. Mamanya tidak pernah bertemu dengan Yasmin. Walaupun begitu ia belum juga menyerah, ia masih terus mencari keberadaan Yasmin.


"Bos, apa besok jadi ke Malaysia?" Tanya Leo yang baru saja masuk ke ruangan Gio setelah makan siang.


"Apa tidak bisa kamu saja yang menggantikan gue Le..?" Gio Tanya balik. Entah kenapa sekarang-sekarang ini Gio malas untuk pergi ke luar negeri. Fokusnya hanya secepatnya mendapatkan keberadaan Yasmin.


"Sayangnya tidak bisa bos. Karena mereka ingin bertemu dengan bos secara langsung." Mendengar jawaban dari asistennya, Gio hanya bisa mendesah.


"Oke, mau gak mau gue harus berangkat ke sana. Le, tolong Lo siapin semua berkasnya. Soalnya hari ini gue pulang ke rumah mama dan sekalian besok gue berangkat dari sana." ucap Gio sembari beranjak dari kursinya menuju sofa. Kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas sofa, lalu salah satu tangannya di letakkan di wajahnya menutupi kedua matanya. Hari ini ia benar-benar kelelahan, karena kurangnya istrahat. Leo sendiri jadi merasa iba dan tidak tega melihat bosnya lelah karena kurangnya istrahat, karena tak hentinya dia memcari Yasmin. Segitu besarnya rasa cinta kepada Yasmin, padahal ini sudah tiga bulan bahkan hampir memasuki bulan ke empat, Yasmin pergi.


Malam harinya Gio sudah berada di rumah orang tuanya.


"Sayang kamu pulang kerumah?" tanya Mita.


"Iya mah." jawab Gio dengan nada lemah. Melihat anaknya yang seperti kehilangan semangat jadi merasa iba.


"Ya uda kamu mandi dulu gih. Habis itu kita makan malam bersama." ucap Mita sembari membantu bibi nyiapain makan malam. Sedangkan Gio langsung berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


"Pah,mah Gio besok ada perjalan bisnis ke Malaysia. Biasa pertemuan penting dengan klien disana." ucap Gio memberitahukan. Saat ini mereka baru selesai makan malam.


"Berapa hari?" tanya Reza pada anaknya, Gio.


"Kemungkinan dua hari pah." jawab Gio. "Emangnya kenapa Pah? apa papa mau menitip sesuatu? atau mama mau dibawakan oleh-oleh?" tanya Gio.


"Mama tidak mau oleh-oleh sayang, mama hanya minta tolong sama kamu." balas Mita.


"Mama mau minta tolong apa sama Gio?" Gio menatap mamanya serius.


"Oke, entar sehabis dari Malaysia Gio singgah lihat butik mama di Singapore." jawab Gio menyetujui permintaan mamanya.


"Terimakasih, sayang." balas Mita seraya tersenyum menatap Gio dan Gio pun membalas senyuman manis dari mamanya.


*


"Terimakasih tuan Gio, atas kerjasamanya. Saya suka dengan ide-idenya. Kecerdasan tuan Gio dalam berbisnis memanglah sangat luar biasa. Dan terimakasih sudah mau berkunjung selama dua hari di Perusahaan kami ini." Ucap klien Gio bernama Ryan.

__ADS_1


"Sama-sama tuan Ryan, anda juga pebisnis yang hebat. Bahkan anda lebih hebat dari saya." Ryan tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari Gio, kliennya ini.


"Kamu bisa saja, tuan. Oh iya , apakah anda langsung pulang ke Indonesia, tuan Gio? tak mau liburan dulu disini?" tanya Ryan pada Gio. "Saya bisa merekomendasikan tempat-tempat yang indah disini.." tamabah Tuan Ryan lagi.


"Terimakasih, tapi saya sehabis dari sini langsung terbang ke Singapore, karena ada urusan disana. Oke, kalau begitu saya pamit, soalnya mau langsung bersiap-siap."


"Oh begitu. Baiklah tuan Gio, sekali lagi terimakasih."


Setelah pamit pada rekan bisnisnya, Gio langsung bergegas pergi menuju hotel. Karena ada beberapa barang yang harus ia ambil, sebalum ia terbang ke Singapore.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan Satu jam lebih, Gio sampai juga di Singapore. Gio melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul enam sore. Gio memiliki menginap dulu di hotel miliknya yang ada di Singapore untuk istrahat sejenak. Sekitar pukul 7malam ia baru mengunjungi butik mamanya.


*


Gio berjalan dengan santai memasuki sebuah mall terbesar di Singapore. Karena butik yang dimiliki mamanya ada di mall tersebut. Saat sudah sampai di depan butik mamanya, Gio terkejut dan tubuhnya mematung setelah melihat seorang wanita yang ada di butik mamanya tengah melayani pembeli. Kemudian Gio tersadar dari keterkejutannya. Karena kondisi butik lumayan ramai, Gio pun tidak bisa melihat jelas, tapi ia yakin kalau wanita itu adalah wanita yang selama ini ia cari. Lalu Gio berjalan mendekat ke wanita tersebut demi memastikan benar atau tidaknya apa yang ia lihat.


"Ma-mas Gio." ucap wanita itu terkejut saat mata mereka saling bertemu.

__ADS_1


__ADS_2