
Setelah mengetahui kondisi Mita, Indra memutuskan tidak memberitahukan keadaan Mita yang sebenarnya pada Yasmin. Benar kata Reza, takut Yasmin menyalahkan dirinya. Dan itu nantinya akan mengganggu pikirannya yang akan berimbas dengan kandungan Yasmin.
"Ayah gimana dengan mama Mita, apa kata papa?" tanya Yasmin. Saat ini Indra ada di kamar Yasmin.
"Alhamdulillah kondisinya tidak terlalu parah. Hanya saja saat ini mama Mita harus banyak istirahat." Jawab Indra. Lebih baik kamu istrahat dan jangan terlalu banyak pikiran. Sayang, kamu harus pikirkan kandungan kamu." tambah Indra lagi.
"Baik, Yah."
Kemudian Indra keluar dan membiarkan putrinya istirahat.
Sudah dua minggu Mita belum sadar dari komanya. Dan dua minggu itu juga Gio sama sekali tidak ada memberi kabar ke istrinya. Apalagi menanyakan kabar istrinya. Bahkan Gio juga tidak tahu kalau Yasmin sudah tidak tinggal di rumah mereka tetapi berada di rumah Ayahnya. Sebenarnya ia sangat merindukan Yasmin, tapi karena egonya yang tinggi membuatnya belum bisa menghubungi maupun menemui istrinya. Gio sendiri tidak pernah pulang ke rumahnya, dua Minggu ini Gio lebih memilih tidur di rumah sakit, untuk menemani sang mama. Pergi ke kantor pun hanya sebentar saja, ia banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit.
Sedangkan Indra seminggu lalu sudah menjenguk Mita, tapi Indra tak bertemu dengan Gio. Karena Gio berada di kantor. Reza juga sudah meminta maaf pada Indra atas sikap Gio yang masih marah kepada Yasmin. Reza juga sudah mencari tahu dari rekaman Cctv rumah putranya. Tetapi tepat di lantai atas dekat kamar mereka belum terpasang Cctv, jadi tidak jelas apakah istrinya itu jatuh sendiri atau memang sengaja ada yang mendorong nya. Tapi yang pasti Reza mencurgai seorang wanita yang datang kerumah anak dan menantunya. Pembantu Yasmin berkata, sebelum apa yang menimpa istrinya, ada seorang wanita yang mencari Gio dan Yasmin. Dan saat tamu itu datang istrinya masih berada di taman belakang rumah. Tetapi selanjutnya Art anaknya tidak mengetahui apa-apa karena ia langsung pergi ke pasar. Reza yakin bukan Yasmin yang melakukan itu, mungkin bisa saja wanita yang katanya teman anak dan menantunya.
"Kamu belum ada menemui istri kamu nak?" tanya Reza.
"Belum pah." jawabnya singkat.
__ADS_1
"Sekali saja nak, temui Yasmin. Jangan nantinya kamu menyesal." ujar Reza.
"Iya pah, nanti Gio temui istri Gio." Gio beranjak dari kursi tunggu, kemudian masuk kedalam ruangan mamanya. Ia pun mendekat ke ranjang mamanya dan menggenggam tangan Mita.
"Malam mah. Mah, please jangan lama-lama dong tidurnya? Apa Mama gak merindukan kami semua..kalau rindu cepat bangun ya.." lirih Gio berbicara pada mamanya.
Pagi harinya, Gio bersiap-siap untuk pergi kekantor. Hari ini ia ada meeting penting bersama kliennya di kantornya.
"Pagi mah. Gio berangkat kerja dulu, Gio gak lama kok." Gio mencium kening dan mencium tangan mamanya. Setelah itu baru berangkat ke kantor.
"Pah Gio berangkat.." ucap Gio.
"Iya.." jawab Reza yang masih duduk di luar tepatnya didepan ruangan istrinya.
Melihat Gio sudah pergi, Reza yang masuk kedalam dan berjalan ke ranjang Istrinya. Kemudian duduk di kursi tepat di samping sang istri.
"Mah. Kok lama kali sih bangunnya? mama gak kasian sama papa apa! bangun dong.. kasian menantu kita mah kalau mama gak bangun juga. Putra mu yang nakal itu belum juga mau berbicara dan menemui menantu kesayangan kamu. Bangun ya mah.. ! Oh iya mah, papa mau kasih anak bodoh itu pelajaran. Mama setuju kan kalau papa kasih pelajaran anak itu. Mama cepat sadar yah..! buat bisa menghukum anak bodoh kesayangan mama." Ucap Reza mengajak istrinya berbicara dengan harapan istrinya mendengar dan merespon apa yang ia ceritakan.
__ADS_1
Di kantor, Gio baru saja selesai meeting bersama kliennya.
"Leo. Tolong Lo periksa rekaman CCTV rumah gue. Copy rekamannya di hari mama gue jatuh dari tangga dan satu lagi, lo selidiki Salsa juga. Soalnya di kejadian itu Salsa ada di rumah gue." perintah Gio.
"Tapi bos, kenapa baru sekarang menyelidiki nya?!" tanya Leo.
"Gue belum sempat dan gak kepikiran ke situ, karena kondisi mama, Le.." jawab Gio.
"Oke. Terus gimana kalau Yasmin bertanya?" tanyanya lagi. Gio menatap wajah Leo sekilas, kemudian kembali melihat ponselnya. Gio menghela nafasnya panjang ada rasa sesak yang iya rasakan.
"Jawab saja seadanya."ucap Gio. "oh iya Le, kalau istri gue bertanya soal mama. Jangan bilang ke Yasmin, mama koma. Gue gak mau, kalau Yasmin semakin merasa bersalah. Soalnya papa juga tidak ada memberitahukan kondisi mama yang sebenarnya pada Yasmin." ucapnya lagi berpesan.
"Baiklah, bos." Leo tahu saat ini bosnya masih marah pada istrinya, tapi seharusnya jangan sampai mengabaikan Yasmin seperti itu. Apalagi saat ini Yasmin tengah hamil. Dan Reza berpesan kepada nya dan juga Sarah untuk tidak memberitahukan tentang kehamilan Yasmin pada Gio. Bosnya ini memang hanya pintar berbisnis saja.
Setelah Leo keluar dari ruangannya. Gio beranjak dari kursinya dan bejalan menuju dinding kaca dengan kedua tangannya di masukan ke saku celananya, sembari melihat ke arah luar gedung. Gio sangat merindukan istrinya, tapi entah mengapa masih berat rasanya pulang kerumah dan bertemu dengan istrinya.
"Maaf kan mas sayang." lirih Gio.
__ADS_1