
Kini Sari menatap Miranda dan yang lainnya dengan bersalah. Dia sangat bingung apa yang harus dia katakan kenapa dirinya pergi begitu saja tanpa ada penjelasan.
"Ayo lah, bukan kan kamu sudah menganggap kami sebagai kakak mu?" Ucap Miranda.
"Saya bingung harus mengatakannya, mbak!"
"Kenapa bingung?" tanya Lusi.
"Saya tahu kalau pak Baim pria yang baik dan sangat mapan. Masalahnya saya tidak siap kalau pak Baim yang akan menjadi pasangan saya kedepannya. Pak Baim pria yang terlalu sempurna untukku, mbak" ucap Sari dengan menundukkan kepalanya.
Tentu saja membuat Miranda teringat dengan ucapan Sari yang mengatakan kalau dia menyukai seorang pria, tapi dia tidak bisa mengatakannya karena pria itu terlalu sempurna baginya.
"Jawab Jujur, apa kak Baim pria yang kamu maksud semalam?" tanya Miranda dengan serius.
Sari tetap diam saja, dia tidak ingin menjawab pertanyaan Miranda. Melihat Sari tetap diam saja membuat Miranda mengerti jawaban dari pertanyaannya.
Setelah Miranda dan yang lainnya pulang, Sari langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia menatap langit kamarnya, dia mengingat bagaimana papanya selingkuh dengan wanita teman satu kantornya. Wanita itu mendekati papanya karena papanya sangat tampan meskipun sudah punya anak yang sudah remaja dan sukses dalam karirnya.
***
Sudah tiga bulan berlalu sejak kejadian dimana dia pergi meninggalkan Baim sendiri didalam restoran itu. Dia tetap bekerja sebagai sekertaris Baim. Sebenarnya dia ingin keluar tapi karena kontraknya belum habis, membuat dia tidak berani berhenti. Karena dia harus membayar denda pelanggaran kontrak.
Baim bukannya marah sejak kejadian itu, tapi dia jadi berusaha untuk membuat Sari menyukainya. Dia selalu memberikan perhatian kecil pada Sari. Sari hanya diam saja mendapatkan perhatian kecil Baim, karena dalam hatinya dia sangat senang Baim memberikan perhatian padanya.
__ADS_1
"Sar, kamu mau ke rumah sakit?" tanya Baim saat melihat Sari lagi merapikan barang-barangnya.
"Eh..I..ya pak. Saya ingin mengunjungi mbak Ira dan yang lainnya." ucap Sari.
Tadi pagi Sari mendapatkan informasi dari Cinta kalau Dina, Miranda dan Lusi sudah melahirkan. Sewaktu mereka lagi menikmati makan malam bersama dikediaman keluarga Putra, tiba-tiba saja perut Miranda mules, lalu disusul dengan Lusi. Sehingga membuat mereka langsung membawa mereka ke rumah sakit.
Ternyata setelah Miranda dan Lusi melahirkan, tiba-tiba saja Dina yang lagi duduk di sofa merasakan air mengalir di kakinya. Ternyata air ketuban Dina pecah, akhirnya Dina juga melahirkan.
"Ya, sudah kita bareng saja. Saya juga mau kesana!"
"Tidak perlu, pak. Saya mau mampir dulu ke tempat kostnya saya" ucap Sari menolak dengan sopan.
"Tidak apa-apa."
***
Dina, Miranda dan Lusi dibuat dalam satu ruangan yang khusus untuk mereka bertiga. Itu semua karena permintaan dari mereka sendiri.
"Wah selamat ya, Mbak. Saya kaget mendengar dari mbak Cinta kalau kalian melahirkan secara bersamaan" ucap Sari sambil memainkan putri Lusi. Lusi dan Miranda melahirkan seorang putri, sedangkan Dina melahirkan seorang putra.
"Hahaha. Bukan hanya kamu saja yang kaget, Sar. Suami mereka bertiga juga sangat kaget" ucap Veby sambil menggendong cucunya yang baru saja lahir.
Didalam kamar itu tampak sangat ramai dan penuh canda tawa. Apalagi Raja, Adelard dan Vani juga tampak sangat bahagia menyambut kedatangan adik-adik mereka.
__ADS_1
Apalagi Adelard dia kalau ada yang mencium pipi adiknya maka dia langsung menghapuskan nya dengan tangannya. Dia langsung melarang orang lain untuk mencium pipi adiknya yang gembul itu.
"Sepertinya putra kita akan menjadi seorang kakak bisa diandalkan untuk menjaga adiknya. Terimakasih ya, sayang. Cup..." ucap Mike sambil mencium pipi Lusi. Mike selalu mengucapkan kata terimakasih pada Lusi karena melahirkan anak-anak mereka dengan sehat.
Kehidupan mereka kini sudah dipenuhi dengan kebahagiaan. Apalagi Lusi dia tidak menyangka kalau kehidupannya saat ini sangat manis, padahal dulu dia tidak pernah membayangkan kalau kehidupannya akan seperti ini. Dia sangat bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Tuhan berikan kepadanya saat ini. Dia berharap rumah tangganya akan selalu bahagia dan tidak akan ada yang namanya orang ketiga dalam rumah tangganya. Dia juga berdoa untuk rumah tangga kedua sahabatnya juga akan selalu bahagia.
***
Untuk Kisah Baim dan Sari akan saya buat judul yang baru ya. Tapi tidak untuk sekarang, mungkin satu bulan lagi baru saya bisa up.
Maaf ya 🙏
Terimakasih banyak untuk semuanya ya...
Saya berharap kita akan selalu sehat dan marilah kita tetap mengikuti protokol yang sudah ditetapkan pemerintah, supaya kita dapat memutuskan rantai covid-19 disekitar kita.
Stay safe healthy untuk kita semua ya😇
Untuk teman-teman yang lagi dirawat di rumah sakit dan yang insoman, cepat sehat ya dan tetap semangat 💪
Saya juga mengucapkan banyak Terimakasih untuk teman-teman yang masih mendukung karya sampai saat ini. 🙏
Yuk sekalian mampir di karya saya yang baru "Cinta dalam Diam"
__ADS_1