
Lusi langsung menatap tajam kearah Roni dengan tajam, karena Roni menarik tangannya. Para bodyguard Lusi ingin membantu Lusi, tapi Lusi langsung menggeleng kepalanya kepada bodyguardnya yang ingin membantunya.
"Lepaskan tanganmu" ucap Lusi dengan dingin.
"Tidak. Ada yang ingin aku sampaikan kepada mu. Aku sangat senang bertemu dengan mu disini" ucap Roni dengan tersenyum. Karena mendengar itu membuat Lusi sangat emosi, dengan kasar dia langsung menghempaskan tangan Roni.
Roni bukannya marah, tapi dia langsung tersenyum pada Lusi. Karena Roni berpikir kalau Lusi masih marah karena Roni memutuskan Lusi secara sepihak.
"Aku tahu kamu masih marah sama ku. Itu wajar, karena aku telah menyakiti hati mu. Apa kita bisa bicara sebentar saja?"
"CK... Tidak... Maaf saya, sedang sibuk!" ucap Lusi dengan tegas.
Lusi langsung pergi begitu saja, dengan diikuti para bodyguard nya. Roni sangat bingung kenapa Lusi diikuti para pengawal. Roni dapat menebak kalau beberapa pria yang mengikuti Lusi adalah bodyguard, karena dari cara pakainya.
***
Lusi dengan santainya memilih minuman dan makanan yang ingin dibelinya. Saat dia ingin membayar, seseorang dari belakangnya lebih dulu memberikan kartu kreditnya.
"Sayang.." gumam Lusi ketika melihat Mike sudah berada di sampingnya.
Lusi langsung memeluk tangan Mike dengan tersenyum. Dia sangat senang melihat suaminya kini berada di sampingnya. Mike lah yang membawa belanjaan Lusi.
Mike memeluk pinggang Lusi dengan erat sambil membawa belanjaan Lusi. Saat mereka masuk, mereka berpapasan dengan Roni. Roni tampak terkejut melihat Lusi berjalan bersama dengan Mike, apalagi melihat tangan Mike melingkar di pinggangnya Lusi.
***
Kini Bian berada di depan rumahnya, Bian memilih untuk tetap didalam mobilnya sambil memantau Cinta yang lagi diluar bersama mamanya.
Diam-diam Bian mengambil foto Cinta, supaya dia dapat memandang foto Cinta disaat dia merindukan Cinta.
"Cin, ingin sekali aku memeluk mu.." gumam Bian sambil menatap Cinta dari jauh.
"Tante, apa mas Bian tidak pernah hubungi Tante?" tanya Cinta dengan sendu sambil merangkai bunga bersama Venesia.
"Sebenarnya kemarin dia hubungi Tante. Apa kamu sangat merindukan Bian?" Cinta hanya mengangguk kepalanya saja. Tentu saja membuat Venesia tersenyum.
"Tante harap kamu tetap mau menunggu anak bandel itu, ya sayang. Kamu tenang saja sebentar lagi dia akan pulang" ucap Venesia sambil mengelus pipi Cinta dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Bian yang sudah merasa puas melihat wajah cantik Cinta langsung pergi begitu saja, sebelum dirinya ketahuan.
***
Sudah tiga hari berlalu, Miranda sudah dipersilahkan untuk pulang. Tentu saja membuat seluruh keluarga menyiapkan segala acara untuk menyambut kedatangan calon penerus keluarga Putra Sanjaya.
Kediaman keluarga Putra sudah tampak dihias dengan sangat indah. Makanan juga banyak tampak tersedia di meja makan. Lusi dan Dina juga ikut membantu mempersiapkan semuanya.
Saat Felix sampai bersama keluarga kecilnya, seluruh keluarga dan para sahabat mereka langsung menyambut mereka.
"Selamat datang cucunya Oma dan opa" ucap Veby sambil mengambil cucunya dari gendongan menantunya.
"Duh, cucunya kita sangat tampan ya, mas" ucap Veby dengan tersenyum bahagia melihat cucu pertamanya.
"Benar sekali, sayang" ucap Pura sambil merangkul istrinya.
"Papa..." gumam Miranda sambil berjalan untuk memeluk papanya.
"Selamat ya, sayang. Papa tidak menyangka kalau saat ini putri kesayangan papa sudah menjadi orang tua" ucap Renaldo sambil memeluk putrinya.
"Permisi tuan, ada paket untuk nyonya Ira dan tuan Felix" ucap satpam rumah Felix tiba-tiba, disaat semuanya lagi pada sibuk ingin menggendong Raja.
Semuanya langsung menghentikan kegiatannya. Felix yang mengambil kotak itu dari satpam itu, setelah itu dia mengecek kotak itu.
"Dari siapa, mas?" tanya Miranda sambil berjalan kearah suaminya.
"Tidak tahu sayang. Tidak ada nama pengirimnya" ucap Felix dengan penuh curiga.
"Kenapa..."
"Sudah nanti saja kalian membuka kadonya. Kita makan dulu ya" ucap Veby tiba-tiba pada menantunya dan putranya.
"Ia, ma!"
Semuanya menikmati acara makan siang mereka. Suasana kediaman keluarga Putra tampak sangat bahagia. Saat mereka lagi menikmati makanan, diam-diam seseorang mengambil video mereka.
Didalam sebuah apartemen, dalam kamar seorang wanita dan pria yang lagi asyik menyalurkan hasratnya langsung berhenti ketika mendengar suara dering teleponnya.
__ADS_1
Pria itu masih menindih tubuh wanita itu sambil mengambil teleponnya yang ada didekatnya. Wanita itu langsung kesal karena pria itu menghentikan kegiatannya.
"Nanti saja, sayang. Ayok lakukan" ucap wanita dengan manja sambil mengambil hp pria itu.
"Baiklah sayang. Aku ikut keinginan mu" ucap pria itu dengan semangat.
Akhirnya suara dalam apartemen itu kembali terdengar suara desahan dari keduanya.
Setelah beberapa jam Pria dan wanita yang tadi sudah selesai mandi. Pria itu masih mengunakan handuk yang melilit tubuh bawahnya, langsung mengambil hp nya. Dia melihat kiriman video dari seseorang.
"Sayang, aku lapar" ucap wanita yang tadi bersamanya dengan suara yang manja dan memeluk pria itu dari belakang.
"Mira seperti anak tiri mu hidup bahagia" ucap Pria itu sambil menyerahkan video yang dikirimkan seseorang tadi padanya.
Mira langsung melepaskan pelukannya, dan mengambil hp pria itu. Pria itu tidak lain adalah Sandi, kekasih dari Mira. Mira yang menonton video itu tampak sangat kesal, dan langsung mematikannya dan mencampakkan hp Sandi ke tempat tidur mereka.
"Aku tidak akan membiarkan dia hidup bahagia selamanya. Lihat saja, mereka tidak tahu kalau aku sudah menyiapkan kado untuk kelahiran keluarga baru mereka" ucap Mira dengan tersenyum licik.
Sandi yang melihat Mira yang sangat kesal langsung memeluk Mira dari belakang dan dagunya di sandarkan nya ke pundak Mira.
"Sayang, jangan marah begitu. Cantiknya jadi hilang loh" ucap Sandi.
Meskipun umurnya Mira sudah menginjak empat puluh lebih, tapi kecantikannya masih terpancar. Wajahnya juga tidak tampak berumur, sehingga membuat banyak pria yang diluar masih tertarik dengan Mira.
Saat mereka berdua bebas, Sandi langsung membawa Mira ke keluar kota. Setelah hampir satu bulan diluar kota, barulah mereka kembali ke kota x. Setiap mereka pergi ke club', banyak para pria yang masih tergoda dengan kecantikan Mira. Apalagi bodynya Mira masih langsing. Sandi dan Mira merubah tampilan mereka supaya tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka tidak hanya tampilan saja, mereka juga mengubah identitas mereka.
***
Setelah selesai makan siang dan berbincang dengan kerabatnya dan sahabatnya, membawa putranya ke dalam kamarnya. Melihat putranya sudah tidur Miranda langsung meletakkan putranya ke box bayi yang sudah di letakkan di dalam kamar mereka.
"Selamat tidur sayang mama" ucap Miranda sambil mengecup kening putranya dengan tersenyum.
Setelah memastikan putranya benar-benar tidur, Miranda langsung mengambil kotak kado yang tadi belum sempat dia buka bersama suaminya. Karena penasaran dengan isinya, Miranda membuka kota itu.
"Ah....." jerit Miranda sambil mencampakkan kotak itu.
*******
__ADS_1