
Sejak kepulangan Bian ke Indonesia, Cinta tidak pernah berhenti melayani Bian di ranjang. Karena Bian selalu menuntut untuk dipuaskan. Cinta tidak bisa menolaknya karena dia juga ikut menikmatinya.
Hari ini Bian, memerintahkan Cinta untuk masak makan siang mereka.
"Ingat jangan sampai tidak enak" ucap Bian.
"Ia, mas" Jawab Cinta dengan gugup.
Cinta yang baru saja melayani Bian di ranjang merasa sangat lelah, tapi dia harus memaksakan dirinya untuk tetap melakukan apa yang dikatakan Bian.
Sebelum dia keluar dari dalam kamar mandi Bian, dia membersihkan tubuhnya lebih dulu. Sebenarnya dia sangat jijik dengan dirinya sendiri, karena dia merasa dirinya saat ini sudah seperti ****** yang diluar.
***
Bian yang sudah memakai baju santainya, langsung mengambil hp nya. Dia ingin melihat laporan anak buahnya tentang tempat dimana Mike dan Lusi berbulan madu.
Melihat anak buahnya belum ada melapor, Bian dengan emosi keluar dari kamar Cinta untuk memanggil orang kepercayaannya.
"Viky" teriak Bian sambil menuruni tangga.
Vicky yang lagi minum di dapur sangat terkejut. Bukan hanya Vicky saja, Cinta yang lagi masak saja juga terkejut.
"Pak, apa mas Bian ada masalah?" tanya Cinta dengan ketakutan karena mendengar teriakkan Bian.
"Saya tidak tahu. Lebih baik kamu cepat masaknya, saya akan menghampiri bos dulu" ucap Vicky yang dari tadi memang di dapur sambil menikmati minuman kopinya.
Vicky langsung menghampiri bosnya. Dia dapat melihat jelas kalau saat ini pasti bosnya akan marah besar.
"Kenapa lama sekali? Dari mana saja kamu?" tanya Bian dengan menatap tajam Vicky.
"Maaf, bos." jawab Vicky dengan singkat.
"Sekarang kamu keruangan saya" ucap Bian.
Mereka pun langsung pergi keruangan kerja milik Bian. Sedangkan Cinta yang sudah menyelesaikan masakannya, langsung menyusun kan makanan yang di masaknya ke meja makan. Dua pembantunya hanya diam saja melihat Cinta bekerja. Karena mereka tidak diperbolehkan Cinta untuk ikut campur kalau dia yang masak.
"Non, lebih baik kami saja yang susun. Nona Cinta sepertinya sudah capek" ucap salah satu pembantu rumah tangga Bian.
Para pembantu rumah tangga Bian yang sudah mengetahui kenapa Cinta dirumah Bian, mereka sangat kasihan. Mereka selalu berusaha membantu Cinta untuk kabur dari rumah itu. Tapi selalu gagal, karena para bodyguard itu selalu saja mengawasi Cinta.
"Tidak apa-apa, bi." jawab Cinta dengan singkat sambil memaksakan senyumnya.
__ADS_1
Hanya butuh singkat semuanya sudah tersusun rapi. Cinta memutuskan untuk memanggil Bian untuk makan.
Saat dia ingin mengetuk pintu ruangan kerja Bian, dia langsung mengurungkan niatnya. Karena mendengar pembicaraan antara Bian dan Vicky.
"Kenapa sampai sekarang mereka belum mendapatkan dimana mereka bulan madu?" tanya Bian dengan emosi.
Ting...
Sebelum menjawab pertanyaan Bian, Vicky yang mendapatkan pesan langsung membuka hp nya.
Vicky langsung merasa lega, karena dia sudah bisa menjawab pertanyaan bosnya. Vicky langsung menatap kearah Bian.
"Bos, mereka di Paris" ucap Vicky.
Mendengar jawaban Vicky membuat Bian langsung ketawa.
"Akhirnya aku menemukan mu Lusi. Aku tidak akan membiarkan siapapun memiliki mu" gumam Bian dengan tersenyum sinis.
Mendengar ucapan Bian, Cinta sangat terkejut. Apalagi dia terkejut mendengar kalau Lusi sedang bulan madu di Paris. Dia tidak menyangka kalau Lusi sudah menikah. Dan kini Bian berencana ingin merebut Lusi dari Suaminya Lusi.
"Ingat kalian harus menghabiskan Mike brengsek itu. Tapi ingat jangan membuat wanita itu terluka" ucap Bian dengan tegas.
"Baik, bos"
Saat dia melihat Vicky ingin keluar, dengan cepat Cinta langsung berlari ke arah meja makan.
"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menghubungi pak Mike untuk memberitahu rencana mas Bian?" gumam Cinta dalam hati.
Karena sibuk dengan memikirkan apa yang harus dilakukannya, Cinta tidak menyadari kalau Bian sudah duduk di sampingnya.
"Buat nasi ku" ucap Bian dengan dingin pada Cinta.
Cinta tetap diam karena dia masih belum sadar akan keberadaan Bian disampingnya. Para pembantu yang mengintip di dapur, mereka sangat yakin kalau saat ini majikannya pasti akan marah besar pada Cinta karena tidak mendengarkan majikannya. Bian yang melihat Cinta melamun langsung memukul meja makan dengan kuat.
Tentu saja membuat Cinta jadi terkejut. Dia langsung melihat kearah sampingnya.
"Mas Bian" gumam Cinta dengan gugup karena tatapan Bian yang tajam padanya.
Buat nasi saya" ucap Bian dengan dingin.
"Ba.. Baik, mas" jawab Cinta dengan gugup.
__ADS_1
Cinta langsung menyendonkan nasi dan lauk pauk di piring Bian. Cinta sesekali melirik Bian, karena teringat dengan ucapan Bian pada Vicky.
Cinta tidak langsung pergi dari samping Bian, karena dia memang tidak diperbolehkan Bian untuk pergi langsung.
***
Di sore hari Mike membawa Lusi untuk membeli baju santai untuk istrinya. Tentu saja membuat Lusi sangat bahagia karena dia tidak perlu memakai baju yang tipis itu.
Sebenarnya Lusi masih lelah karena perbuatan Suaminya yang terus meminta haknya saat mereka selesai makan siang didalam kamar mereka. Tapi ketika mendengar Suaminya mengatakan kalau mereka mau belanja untuk membeli bajunya tentu saja membuat Lusi sangat bahagia.
Karena dia merasa ini kesempatan dia juga untuk menguras uang suaminya dan juga menikmati suasana malam di kota Paris.
Lusi membeli baju sepuluh potong yang akan dia pakai selama mereka di Paris. Setelah mereka belanja, Lusi meminta Mike untuk membawanya melihat menara Eiffel.
"Kak kita foto, yuk!" ucap Lusi sambil menarik Suaminya.
Mike sebenarnya tidak suka berfoto, tapi karena istrinya yang minta dan menjadi kenangan untuk mereka membuat dia mengikuti kemauan istrinya.
Cinta langsung memberikan kameranya pada bodyguard mereka yang dari tadi setia terus mengikuti mereka.
"Astaga, pak. Menaranya jangan sampai terpotong begini. Jelek jadinya!" ucap Lusi kesal karena melihat hasil fotonya yang diambil bodyguardnya.
"Maaf, nyonya" ucap bodyguard itu sambil menundukkan kepalanya.
"Tolong ambil lagi, tapi yang bagus ya" ucap Lusi sambil memberikan kameranya pada bodyguardnya lagi.
Mike hanya senyum-senyum saja melihat tingkah istrinya yang kesal pada bodyguard mereka.
Berbagai macam gaya mereka berfoto, sudah ad sepuluh mereka ganti gaya. Mike sudah mulai merasa lelah, ketika istrinya mulai membuat gaya menghadap dirinya sambil memeluk lehernya, membuat Mike yang ingin mencari kesempatan.
Cup...
Ketika mendengar hitungan ketiga, Mike langsung mengecup bibir istrinya. Mendapatkan serangan mendadak dari Mike membuat Lusi jadi membulatkan kedua matanya.
Plak...
Lusi langsung memukul lengan Suaminya dengan kesal karena mencari kesempatan.
"Astaga kak! Kenapa kakak mencium ku? Malu tahu" ucap Lusi kesal pada Mike.
Lusi merasa malu pada semua orang yang memperhatikan mereka tadi dan para bodyguard mereka.
__ADS_1
****