
(Sekedar informasi kalau bab 90 saya ada revisi sedikit ya... Terimakasih 🙏)
Mike dan yang lainnya langsung berlari mendekati Miranda yang sudah tidak sadarkan diri dalam pelukan Mike. Miranda beruntung karena peluru nya mengenai lengannya, berbeda dengan Mira. Tembakan polisi menembus jantung nya dan bahunya sehingga membuat dirinya langsung terkapar di lantai.
Tampak raut wajah sedih Mira ketika matanya masih bisa melihat jelas kalau mantan suaminya dan putranya lebih memilih berlari ke arah Miranda. Tidak terasa air matanya menetes keluar meratapi nasibnya.
"Apa kamu tidak bisa menghapus dendam mu?" tanya Renaldo dengan dingin yang kini sudah berlutut di hadapan Mira.
Begitu juga dengan Mike dan Lusi yang kini sudah berada didepan Mira. Mira malah menunjukkan senyumnya atas pertanyaan Renaldo padanya.
"A...ku.. tidak me.. nyesel atas.. semuanya. Akhirnya den...dam ku terbalaskan" ucap Mira dengan terbata-bata karena menahan rasa sakitnya.
"Apa mama memang sama sekali tidak menyesal?" tanya Mike.
"Tidak..." jawab Mira menatap kearah putranya itu.
Ambulance akhirnya datang, Mira dan Miranda langsung dimasukkan ke dalam ambulance supaya bisa langsung ditangani. Felix menemani Miranda ke dalam ambulance karena dia ingin selalu disamping istrinya.
Sedangkan Mira ditemani Mike dan Lusi dalam ambulance. Mira terus menatap putranya, yang dari tadi diam saja. Dia melihat Lusi, istri dari putranya terus menggenggam tangan putranya.
Mira ingin sekali memeluk putranya tapi dia tidak berani mengatakannya karena melihat tatapan putranya yang sangat membencinya. Dia juga mengetahui kalau Mike ikut menemaninya kedalam Ambulance karena paksaan dari Renaldo.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Mira memuntahkan darah, hingga membuat Mira jadi tidak sadarkan diri. Para perawat langsung pada sibuk menangani Mira, sedangkan Mike hanya diam saja berbeda dengan Lusi yang sudah menangis karena melihat mertua perempuannya sudah mulai kritis.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit, Mira dan Lusi langsung dilarikan ke dalam ruangan operasi. Semua para keluarga dan para sahabat Miranda merasa cemas dengan keadaan mereka berdua. Walau bagaimanapun Mira sangat kejam pada Miranda, mereka sangat sedih melihat keadaan Mira yang sangat kritis.
Operasi Miranda lebih dulu selesai karena peluru nya tidak terlalu dalam, setelah dioperasi Miranda langsung dibawa ke ruangan rawat inap. Felix lah yang menjadi teman istrinya dalam ruangan, sedangkan yang lainnya masih menunggu kabar tentang keadaan Mira. Karena Mira masih di ruangan operasi, pelurunya mengenai organ yang berbahaya maka karena itu dokter mengatakan kepada mereka semua, untuk bersiap-siap menerima kabar yang buruk. Dokter memperkirakan bahwa operasi ini hanya 5% berhasilnya.
Tentu saja membuat mereka sangat terkejut. Mike sebenarnya sangat membenci mamanya, tapi dia tidak bisa memungkiri kalau dia merasa sakit dan sedih melihat keadaan mamanya. Begitu juga dengan Renaldo, dia juga ikut sedih dengan apa yang terjadi pada Mira, entah bagaimana pun Mira pernah menjadi istrinya. Yang selalu setia melayani dirinya dan menemani dirinya disaat istri pertamanya pergi.
Setelah empat dua jam dalam ruangan operasi, pintu ruangan itu terbuka dan seorang dokter yang masih mengunakan seragamnya tampak sangat sendu menghampiri mereka.
"Maaf, pak. Kami sudah berusaha dengan semampu kami. Tapi Tuhan memiliki kehendak yang lain. Maaf kan kami pak" ucap dokter itu pada Renaldo.
Mereka yang mengerti ucapan dokter itu sangat terkejut, mereka tidak menyangka kalau Mira meninggal dengan cara seperti itu. Mereka semuanya langsung masuk kedalam melihat wajah Mira untuk terakhir kalinya. Mike terus menatap wajah pucat mamanya dengan tatapan yang sendu.
***
Sebelum dia dibawa lagi ke penjara Sandi meminta maaf kepada mereka semua atas apa yang dia lakukan. Setelah itu Sandi dibawah langsung ke penjara, untuk menjalankan hukuman yang telah dilakukannya.
***
Kini sudah seminggu berlalu sejak kejadian hari itu, semuanya telah kembali normal. Mike dan Lusi kembali beraktivitas seperti biasa begitu juga dengan Miranda dan Felix. Miranda memutuskan untuk memakai baby sitter pada putra mereka, jadi kalau setiap dia ada rapat penyakit dia dapat bekerja dengan tenang.
__ADS_1
Matahari sudah terbit, Lusi baru saja bangun dari tidurnya. Saat dia membuka matanya dia tidak melihat suaminya, membuat dirinya langsung sangat kesal. Lusi ingin memanggil suaminya, tapi langsung diurungkannya karena mendengar suara pintu kamar mandi mereka terbuka. Ternyata suaminya baru saja mandi, dan dia melihat roti sobek suaminya dengan penuh gairah.
"Pagi sayang, kamu sudah bangun?" Sapa Mike ketika melihat istrinya sudah bangun.
Lusi tidak menjawab pertanyaan suaminya, tapi dia malah bangkit berdiri dan berjalan kearahnya suaminya. Mike tentu saja langsung menelan ludahnya karena melihat tubuh polos istrinya. Semalam mereka baru saja olahraga panas, tapi entah kenapa Lusi sejak beberapa hari yang lalu selalu meminta Olahraga panas setiap malam. Tapi kalau sudah pagi hari Lusi selalu bermanja-manja padanya dan siang harinya Lusi gampang marah.
Kini Lusi mengelus dada Mike yang masih polos sambil tersenyum kepada suaminya. Akhirnya di pagi hari itu mereka melakukannya selama satu jam. Mike menatap wajah cantik istrinya sambil mengelus pipi Lusi dengan lembut. Mike sangat bingung dengan keadaan istrinya belakangan ini, moodnya Lusi selalu berubah-ubah setiap harinya. Mike kemudian mengarahkan pandangannya ke perut istrinya sambil mengelus perut istrinya dengan lembut.
"Sayang apa didalam sini sudah junior ku? Aku merasa kalau dalam sini sudah ada junior ku. Aku akan membawa kamu ke dokter untuk diperiksa, aku berharap akan ada kabar gembira untuk kita" gumam Mike dengan tersenyum bahagia karena membayangkan apa yang diinginkannya selama ini telah hadir dalam perut istrinya.
"Sayang, kita harus mandi dulu. Papa dan Daddy pasti sudah menunggu kita dibawa" bisik Mike ditelinga istrinya.
Tentu saja membuat Lusi membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya. Lusi pelan-pelan langsung bangkit duduk dan langsung memeluk suaminya dengan manja.
"Mandikan ya..." rengek Lusi pada suaminya.
Tentu saja Mike tidak menolak untuk hal itu. Didalam kamar mandi mereka hanya mandi tidak ada aktivitas yang lainnya, karena Mike tidak ingin membuat istrinya sangat lelah dan sakit.
***
"Sayang kenapa kita kerumah sakit?" tanya Lusi ketika melihat mobil mereka masuk kedalam rumah sakit.
__ADS_1
****