You'Re My Everything

You'Re My Everything
Perjumpaan


__ADS_3

Sejak menikah Lusi lah yang memperhatikan seluruh makanan untuk seluruh penghuni rumah mereka. Setiap pagi Lusi bangun lebih awal, untuk membantu pembantu menyiapkan sarapan mereka. Setelah itu barulah Lusi melengkapi segala keperluan kantor suaminya.


Tapi untuk pagi ini, setelah beberapa hari tinggal di rumah mertuanya Lusi terlambat bangun karena ulah Suaminya.


"Sayang bangunlah...Cup" Mike membangunkan istrinya yang masih tampak terlelap.


Pelan-pelan Lusi membuka matanya dan melihat suaminya sudah bangun menatap dirinya dengan tersenyum.


"Mas... Kamu sudah bangun? Tumben kamu cepat bangunnya mas." ucap Lusi yang belum menyadari matahari sudah bersinar terang dan sudah menunjukkan jam delapan pagi.


Mike langsung tersenyum mendengar ucapan istrinya. Karena merasa gemas dengan istrinya Mike langsung menyambar bibir istrinya. Tidak hanya itu saja, Mike yang sangat candu dengan istrinya langsung menerkam Lusi kembali. Akhirnya di pagi hari itu mereka kembali melakukan olahraga panas mereka kembali.


Mike melakukannya hampir dua jam, setelah itu dia membawa istrinya untuk mandi bersama. Tentunya didalam kamar mandi mereka tidak hanya mandi saja, tapi mereka juga melakukan olahraga panas mereka didalam.


Lusi yang melihat jam sudah menunjukkan 12 siang langsung memarahi suaminya. Lusi sangat kesal karena ulah suaminya dia terlambat bangun dan tidak menyiapkan sarapan untuk papa mertuanya dan daddy nya.


Lusi yang sudah tampak rapi dengan style kerjanya langsung turun kebawah, dia meninggalkan Mike yang masih memakai baju kantor. Saat dia turun dia melihat Daddy Jhonson sudah siap-siap untuk pergi.


"Siang Dad! Daddy mau kemana?" tanya Lusi dengan tersenyum.


"Siang sayang. Daddy ada urusan dengan Felix, jadi Daddy ingin pergi ke kantornya". jelas Jhonson.


"Baiklah, Daddy berangkat lebih dulu. Oh, ya sayang kalau kamu dan Mike tidak sibuk nanti sore kita makan malam bersama dirumah Ira. Tadi dia menghubungi Daddy untuk makan malam dirumahnya dan mengajak kalian bersama" ucap Jhonson.


"Baik, dad. Daddy harus hati-hati" ucap Lusi sambil mencium punggung tangan Jhonson.


Setelah Jhonson pergi, Lusi pergi ke dapur. Dia ingin menyiapkan makan siangnya dan suaminya. Apalagi saat ini perutnya terasa lapar.

__ADS_1


Saat lagi membuat jus jeruk untuk suaminya, dua tangan kekar melingkar di perutnya. Lusi mengetahui kalau itu tangan suaminya. Karena masih kesal dengan suaminya, Lusi langsung menarik tangan Mike untuk melepaskan pelukan Mike dari tubuhnya. Lusi memilih mendiami suaminya, dan meninggalkan suaminya begitu saja tanpa bicara.


Melihat istrinya pergi begitu saja tanpa bicara, Mike mengikuti Lusi dari belakang dan duduk di kursinya. Mike terus menatap wajah istrinya yang dari tadi tampak terus diam. Ada perasaan bahagia di hati Mike, meskipun saat ini Lusi lagi ngambek tapi Lusi tetap memperhatikan segala keperluannya. Saat Lusi ingin pergi meninggalkan dirinya untuk duduk di kursi yang lain, Mike langsung menarik Lusi untuk duduk di pangkuannya.


Mike memeluk pinggang Lusi dari belakang dengan erat. Kepalanya di sandarkan nya di punggung Lusi.


"Sayang jangan ngambek dong. Aku tidak tahan kalau kamu terus mendiamkan ku begini. Maaf kan aku dong sayang" ucap Mike dengan sendu.


Mike mengetahui kalau Lusi ngambek pasti karena dirinya yang tidak mau berhenti dari tadi. Padahal istrinya tadi sudah meminta dirinya untuk berhenti disaat mereka sudah melakukannya setengah jam dikamar mandi. Tapi karena dirinya yang belum puas, melanjutkannya satu jam lebih barulah dia berhenti. Itu pun dia berhenti karena istrinya mengancam dirinya.


"Karena kamu mas, aku lupa membuat sarapan untuk papa dan Daddy. Aku malu tahu, mas. Apa tanggapan papa nantinya tentang aku" ucap Lusi dengan kesal.


Mike langsung tersenyum karena mendengar penyebab istrinya ngambek. Dia sangat senang karena istrinya sangat memperhatikan papanya. Mike semakin mengeratkan pelukannya karena perasaannya bahagia.


"Ia, sayang maafkan aku. Kamu tenang saja papa pasti akan mengerti hal ini. Aku akan menjelaskan pada papa nantinya" ucap Mike.


Lusi langsung mencubit tangan suaminya, sehingga membuat Mike langsung melepaskan pelukannya.


"Itu, hukuman buat kamu mas. Kenapa? Kamu mau marah?" ucap Lusi sambil membesarkan matanya menatap suaminya.


"Hahaha. Tidak dong sayang. Mana mungkin aku marah, meskipun kamu mencubit aku berkali-kali. Aku rela seluruh tubuh ku kamu cubit hingga terluka, asal kamu tidak marah padaku!" ucap Mike sambil mengedipkan matanya.


"Gombal. Cepat makan, kita sudah kesiangan ke kantor" ucap Lusi dengan senyum-senyum malu karena mendengar ucapan suaminya.


***


Kini Samuel dan Venesia di rumah sakit untuk melihat keadaan Cinta. Mereka sudah mendapat kabar dari putra mereka kalau Cinta sudah bangun.

__ADS_1


Saat mereka masuk Cinta sangat bingung dengan kehadiran mereka, apalagi ketika Samuel dan Venesia mengatakan kalau mereka orang tua dari Bian membuat dia jadi bingung dan gugup.


"Bagaimana kabar kamu, nak?" tanya Samuel dengan lembut.


"Ba..ik om" jawab Cinta gugup.


"Sekarang kamu makan dulu ini. Wanita hamil itu harus banyak makan. Apalagi kamu baru sadar dari koma. Sekarang ayo buka mulutnya" ucap Venesia sambil memberikan apel yang sudah dipotong-potongnya untuk disuapi nya ke Cinta.


"Em... Terimakasih Tante" ucap Lusi dengan gugup.


Lusi sangat terkejut melihat Venesia dan Samuel memperlakukan dirinya dengan lembut. Lusi terus memperhatikan arah pintu ruangannya berharap Bian datang. Sebenarnya Cinta sangat bingung dari tadi pagi sejak dia bangun Bian tidak ada dalam ruangannya.


"Kamu menunggu Bian?" tanya Venesia karena melihat Cinta terus memperhatikan pintu.


"Tidak, Tante" jawab Cinta dengan berbohong.


"Dia pergi dari tadi pagi. Kami tidak tahu kemana dia pergi, dia hanya meminta pada kami untuk menjaga kamu" ucap Venesia yang mengetahui kalau Cinta berbohong karena takut padanya dan suaminya.


Mendengar itu membuat Cinta langsung sedih. Dia takut kalau Bian akan pergi lama, meninggalkan dirinya dan calon anak mereka.


"Nak, apa kamu ingin sesuatu? Saya dan istri saya akan memberikan apapun yang kamu mau" ucap Samuel.


"Tidak ada, om. Terimakasih" ucap Cinta. Sebenarnya keinginan Cinta saat ini adalah ingin bertemu dengan Bian. Dia sangat merindukan Bian saat ini. Cinta sangat takut memberitahu keinginannya untuk melihat Bian.


"Sayang maafkan putra kami ya, kami tahu apa yang sudah terjadi pada mu. Kami tahu kalau putra kami sudah melakukan kesalahan besar dengan mu. Kamu mau kan memaafkan dirinya" ucap Venesia sambil menggenggam tangan Cinta dengan erat.


Venesia dan Samuel yang duduk di sampingnya terus menatap Cinta. Mereka berharap kalau Cinta mau memaafkan putra mereka. Mereka sudah mengetahui kalau Bian melamar Cinta dan meminta maaf pada Cinta. Tapi Cinta tidak memberikan jawaban pada Bian, Cinta malah mengalihkan pembicaraan yang lainnya. Mereka mengetahuinya semuanya dari Bian, Bian menceritakan semuanya sebelum pergi dan meminta mereka untuk menjaga Cinta untuknya.

__ADS_1


***


***


__ADS_2