You'Re My Everything

You'Re My Everything
Gadis yang kuat


__ADS_3

Baim langsung mengambil kotak itu, kemudian dia melihat ada kertas yang tidak jauh dari tempat dia berdiri. Tulisan yang berwarna merah, yang dapat dipastikan kalau itu adalah darah.


...Jika kamu tidak ingin kekasih mu seperti tikus itu, kamu harus pergi meninggalkannya. Pilihan ada ditangan mu........


Itulah isi dari pesan tersebut. Baim memandang bosnya yang masih memeluk Lusi. Baim meninggalkan bosnya bersama Lusi, dia langsung menghubungi bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga Lusi.


Dalam tempo yang cepat, Beberapa bodyguard itu kini berada di hadapan Baim.


"Kamu pergi cari hasil CCTV siapa yang mengantarkan paket ke sini." perintah Baim, Bodyguard itu langsung mengikuti perintahnya.


Baim, yang ingin melihat keadaan didalam dia kaget melihat Mike kini berada berdiri di belakangnya.


Tanpa bertanya Mike langsung mengambil kotak dan surat yang ditangan Baim. Setelah membacanya Mike langsung meremas kuat kertas itu.


"Singkirkan itu" ucap Mike sambil menyerahkan kotak yang sudah dilihat isinya.


Mike sangat marah melihat isinya bangkai tikus dan berlumuran darah. Mike sangat mengerti bagaimana shok melihat hal itu. Mike memilih kembali ke dalam, setelah menyerahkan kotak itu. Dia melihat Kenny duduk tidak jauh dari Lusi.


Mike merasa tenang melihat Lusi mulai tampak tenang, Mike kembali duduk di samping Lusi sambil menarik Lusi untuk bersandar di pundaknya.


"Saya sangat yakin dalang semua ini diantara mereka bertiga, atau mereka bekerjasama" ucap Kenny pada Mike ketika Mike berada di samping Lusi.


Kenny merasa sangat yakin dari salah satu dari nama yang disebut nya tadi dalang dari semuanya. Apalagi tujuan dari kertas itu, incaran mereka adalah Lusi.


"Sayang, apa kamu pernah mengalami teror seperti ini kemarin-kemarin?" selidik Mike. Mike merasa kalau Lusi pernah mengalami hal yang serupa atau hal yang lainnya.


"Tidak, kak. Ini pertama kalinya aku mendapatkan hal seperti itu. Tapi tunggu dulu, siapa yang dimaksud kak Kenny?" tanya Lusi dengan penasaran.


"Setelah semuanya jelas, kamu akan ku beritahu. Jika kamu mendapatkan hal seperti ini, kamu harus kasih tahu dengan ku" UC Mike sambil menggenggam tangan Lusi.


Luis hanya mengangguk kepalanya saja mendengar apa yang dikatakan Mike padanya. Lusi sangat bersyukur Mike berada di sampingnya saat ini.


***

__ADS_1


Kini Mike, Lusi dan Baim sampai di apartemennya Lusi. Tadi mereka memutuskan untuk pulang di hari itu juga. Padahal sebenarnya besoklah mereka akan pulang kembali ke kota X, Tapi Lusi meminta untuk pulang. Lusi merasa lebih aman di apartemennya dibandingkan disana.


"Sayang a pa kamu yakin? Kamu tinggal bersama Anda ya. Apalagi saat ini kamu bilang kalau Dina tidur di rumahnya." ucap Mike dengan kuatir.


"Tidak, kak. Kalau begitu aku malam ini aku akan menjaga kamu" ucap Mike


"Tapi kak..."


"Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan hal menyakiti mu. Aku hanya merasa tidak tenang kalau kamu tinggal sendiri" ucap Mike.


"Baiklah, tapi bagaimana dengan pak Baim?" tanya Lusi sambil melihat Baim yang duduk di samping supir Mike.


"Dia juga ikut tidur di sini" ucap Mike.


Lusi hanya menghela nafasnya, sedangkan Baim yang mendengar keputusan bosnya hanya bisa diam saja. Baim tidak bisa membantah apa keputusan dari Mike.


***


Mereka hanya diam saja mendengar apa yang dikatakan Lusi. Ketika Lusi menjelaskan letak kamar mereka, Lusi langsung masuk kedalam kamar nya untuk mengambil pakaiannya.


Saat selesai mengambil bajunya dari lemari, Lusi terkejut melihat Mike kini berada di dekat foto-fotonya yang terpajang di dinding kamarnya. Lusi mendekati Mike yang tampak sangat serius memandang fotonya.


"Ternyata dari kecil kamu sangat menggemaskan" Ucap Mike dengan tersenyum.


"Makasih untuk pujiannya. Kalau aku tidak manis, kakak tidak mungkin menyukai ku" Ucap Lusi dengan bangga.


Mike langsung menatap Lusi dengan tersenyum lebar karena mendengar ucapan Lusi. Mike mendekatkan wajahnya ke wajah Lusi, hingga kini Lusi dapat merasakan hembusan nafas Mike diwajahnya. Lusi tampak sangat gugup dengan apa yang dilakukan Mike saat ini.


"Sok tau" bisik Mike ditelinga Lusi.


Lusi hanya tersenyum saja mendengar ucapan Mike. Lalu dia mendorong Mike untuk menjauh darinya dan untuk menghilangkan kegugupannya dihadapan Mike.


"Baiklah, untuk malam ini aku titipkan kamarku pada kak Mike. Tapi ingat jangan membuat kamar ku berantakan" ucap Lusi dengan tersenyum.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Lusi langsung keluar dari dalam kamarnya. Mike ingin sekali ketawa melihat kegugupan Lusi seperti tadi. Dia menatap punggung Lusi yang lama-kelamaan menghilang dari pandangannya.


Mike merasa sangat bangga, Lusi gadis yang sangat kuat. Ketika mendapatkan ancaman seperti itu biasanya gadis sepertinya langsung menangis ketakutan dan histeris. Tapi yang dilihatnya kini, Lusi tidak memiliki rasa takut sedikitpun. Lusi bisa mengatasi ketakutan dan shock nya tadi, meskipun awalnya tadi Lusi sempat menjerit. Mungkin Lusi menjerit karena secara refleks dalam dirinya karena terkejut mendapati hal seperti itu.


Setelah setengah jam membersihkan tubuhnya, Mike langsung mengganti pakaiannya yang memang dibawanya tadi pagi untuk dia gunakan saat berada di Bogor.


Mike keluar dari dalam kamarnya, dan melihat Luis bersama Baim yang lagi menikmati minumannya di dapur.


"Hai, kak Mike. Duduklah, ini minum untuk kakak. Sebentar lagi makan malam kita akan selesai" ucap Lusi ketika melihat Mike berjalan mendekati dirinya.


Mike mengikuti apa yang dikatakan Lusi, dan duduk di samping Baim.


"Bagaimana hasilnya? Apa kamu menemukannya?" tanya Mike.


"Seperti yang dikatakan JJ kalau dari hasil CCTV yang dilihatnya adalah seorang pegawai yang mengantarkannya bersama pak Alex. Saat mereka ditanya mereka mendapatkan itu dari seorang kurir, pak!"


"Temukan kurir itu, secepatnya"


"Baik, pak" jawab Baim dengan singkat.


"Pak, saya sudah mendapatkan informasi yang anda inginkan. Saya akan kirim nanti semuanya kepada bapak"


"Bagus. Dan ada satu hal yang harus kamu lakukan sekali lagi" Mike langsung melihat kearah Lusi yang ingin ke kamar mandi yang ada dekat dapur. Setelah melihat Lusi benar-benar masuk, Mike baru melanjutkan ucapannya.


"Mulai saat ini, kirim seseorang untuk mengawasi gerak-gerik Bian dan cari latar belakangnya!" ucap Mike dengan serius.


Mendengar nama Bian, Baim sangat terkejut. Dia sangat penasaran kenapa saat ini Mike memerintahkannya untuk mengawasi Bian dan mencari informasi tentang Bian.


"Kamu akan ku beritahu besok" Mike sangat mengetahui watak dari Baim.


Baim orang yang sangat penasaran dan sangat butuh penjelasan yang penting sebelum melakukan tugasnya. Baim hanya mengangguk kepalanya saja mendengar ucapan Mike.


****

__ADS_1


__ADS_2