You'Re My Everything

You'Re My Everything
Episode 22


__ADS_3

Keduanya pun nampak berbahagia menikmati bulan madu selama sepekan terakhir.


Hari terakhir artinya Davied dan Karin sudah sepekan lamanya mereka honey moon. Mereka pun mulai berbenah untuk kembali ke kediaman mereka.


Nampak terlihat jelas wajah Karin selalu merona saat berdekatan dengan Davied. Mulanya mereka terlihat masih asing, sekarang nampak bak prangko yang susah di lepaskan.


Bunga-bunga kasih pun mulai tumbuh, Karin sudah tidak segan memamerkan kemesraannya di khalayak ramai, bahkan Karin menenteng lengan Davied, kemanapun Karin berjalan.


Davied selalu mengikutinya, memapah kala Karin Letih, menggendongnya kala Karin lemah. Apapun yang Karin lakukan Davied selalu menuruti semuanya, bukan karena Davied suami takut istri atau pun Davied terlalu menyayangi Karin.


Tetapi Davied menghargai perjuangan cintanya mendapatkan seutuhnya hati Karin, memilikinya tanpa ada paksaan. Davied mencintanya lebih dari segalanya lebih dari selamanya.


Sekarang seorang siluman rubah jantan sudah memilih tempat hatinya ke siluman rubah betina. Tidak ada lagi wanita rabies, semuanya berubah setelah mereka honeymoon bersama.


Jet pribadi Karin pun meluncur dengan sangat sempurna, setibanya semua orang nampak segan dengan kedatangan tuan muda dan nona muda mereka.


Dengan kesempurnaan keduanya yang di miliki, aura dan kharisma mereka sudah menjadi satu, membuat para pasang mata, nampak kagum melihatnya.


"Nona dan tuan sangat serasi" ucap salah satu pelayan kediaman Montana.


"husttttt.....!!"Desis salah satu pelayan.


Semuanya pun terdiam kala melihat Karin dan Davied sudah memasuki ruangannya. Setelah itu mereka langsung menuju kamar tidur mereka.


Masih bagai pasangan pengantin baru lagi-lagi Davied membuat Karin tidak berdaya. Setelah menyelesaikan aktivitas pelepasan itu, Karin nampak lemah. Davied yang terpesona melihat wajah Karin tanpa balutan make up, dengan kecantikan alaminya membuat Davied selalu ingin mencumbu Karin.


Entah berapa kali Davied melakukannya, hingga Karin sudah mulai terbiasa dan nampak tidak merasakan lagi perih di area sensitifnya itu. Yang ada hanyalah sisa-sisa bekas tanda merah di ceruk lehernya.


Karena hal itu Karin sangat canggung di buatnya, berbagai jenis kain balutan di leher yang Karin lakukan agar menutupi tanda itu. Malah Karin nampak sangat lucu di buatnya.


"My abi...!! Aku malu, kenapa kau membuat bekas ini, kenapa dia tidak menghilang saat aku mandi." decak karin


"Maafkan aku istriku, aku sangat menikmatinya sampai aku lupa,"ucap Davied menggoda.


"Kau!!"cebik Karin kesal


Davied kembali mendekati Karin lalu melingkarkan lengannya di pinggang ramping Karin, lalu Davied pun berkata.


"Istriku biarkan bekas itu, biar semua orang tau kau adalah wanita ku, istri Davied Mathius."


Akhirnya Karin pun menerima kata-kata Davied , mereka pun bergegas ke ruang makan.


Jam delapan malam tepat saat Karin sudah siap beristirahat telpon genggam milik Davied berbunyi, terlihat nama di layar telpon itu adalah Mami Margaret.

__ADS_1


Melihat itu wajah Karin kembali bersemi merona, mengingat yang sudah mereka lakukan keduanya belakangan ini. Sudah senam di setiap malam, bahkan berkuda saat semua orang terlelap tidur.


Davied datang dari dapur membawa satu gelas susu, lalu menaruhnya di samping Karin.


"Untuk apa susu ini, untuk siapa?" tanya Karin tidak mengerti.


"Istriku sayang minumlah!! Aku membuatkannya special untukmu, aku membelikan susu terbaik yang ku pesan langsung, susu ini segar dan bagus untukmu." Tukas Davied.


"Baiklah aku akan meminumnya," jawab Karin.


Setelah Karin meminum susunya, Davied terlihat sangat senang karena satu gelas susu sudah habis hingga tetes terakhir. Lalu Karin menggelantungkan badannya di tubuh tegak Davied, Davied terkekeh dibuatnya.


"Jangan menggodaku," ucap Davied.


Seolah tidak mendengarkan ucapan Davied, Karin malah memberi tahu kalau Mami Margaret tadi menghubunginya. Sambil membawa Karin yang menggelayut di tubuhnya, Davied mengambil telpon genggam miliknya, lalu mengirim pesan untuk ibunya itu.


iya mam, kenapa menelponku malam-malam?


Tak berapa lama terdengarlah bunyi telpon balasan pesan kembali,


mami hanya rindu kalian, apakah kalian sudah memberi kami cucu.


Davied terkekeh membaca pesan ibunya itu, Karin yang tidak menyadarinya hanya sibuk dalam pelukan Davied.


setelah balasan terakhir Davied mengakhiri pesan itu, akhirnya merekapun terlelap tidur.


Mulanya Karin biasa-biasa saja setelah satu pekan terakhir, tidak ada perubahan dari sikapnya gayanya dan juga wajahnya.


Mereka kembali melanjutkan kegiatan kantor dan yang lainnya, Karin kembali ke kantornya begitu pula Davied.


Belakangan ini Karin nampak sangat sibuk, dan mudah sekali lelah. Pekerjaan Karin pun selalu di bantu dengan kedua temannya siapa lagi kalau bukan Stevani dan juga Wenwei.


Belakangan ini Karin sering terlihat keluar kantor dengan ke dua temannya itu, Makan siang bersama di sebuah resto terdekat di dekat kantor Karin. Menu andalan Karin iyalah Iga bakar mercon. Terkadang Karin menyuruh Davied memjemput, hanya untuk sekedar makan bersama.


Davied selalu mengiyakan, menurut saja. Sepulangnya dari tempat itu kadang-kadang mereka ke berbelanja demi memasak dan makan bersama.


Kegiatan rutin ini selalu mereka lakukan setiap hari, sesekali Davied lembur, Davied selalu pulang walaupun selarutnya.


***


Akhir pekan pun tiba, seperti janji Davied membawa Karin kembali di kediaman Pandawa di kota B.


Margaret sudah menunggu menantu dan anak sulung kesayangannya itu, Kakek Davied pun terliat ceria.

__ADS_1


Setelah penyambutan itu, mereka pun berkumpul di ruang keluarga, Terlihat kakek Pandawa duduk di kursi dengan tegaknya.


"Karin!! Bagaimana cucuku itu, apakah dia membuat onar....?" tanya kakek pandawa


"Kakek tenang saja Abiku-eh-dia- eh itu, tidak akan berbuat onar kakek" jawab Karin kaku.


Seluruh keluarga Pandawa tertawa mendengar pengakuan Karin, membuat wajah karin malah menjadi sangat merona, merona malu atas ucapan dan kebodohannya sendiri.


Davied juga hanya terkekeh, melihat Karin nampak di sidang kali ini. Dengan segera Davied membawa Karin ke kamarnya.


Di kamarnya Davied malah kembali menggoda Karin, sampai Karin di buat kesal olehnya.


"Kau kenapa jadi kesal denganku istriku sayang," ucap Davied.


Karih hanya mencebik, Karin benar di buat malu.


"Kakek kan yang membuatmu kesal...?" Davied kembali terkekeh.


Karin akhirnya mencubit Davied karena kesarnya.


"KDRT, istriku KDRT," ucap Davied tertawa menggoda.


"Puas tertawa, malam ini tidur diluar." Decak Karin tegas.


Davied terdiam, di dalam hatinya meringis.


"Istriku itukan kakek, bukan aku maafkan suamimu ini." ucap Davied memelas.


Davied menarik lengan Karin, lalu memangku Karin dengan entengnya, Karin mulai tersipu kembali. Akhirnya mereka bercengkrama seperti biasa setelah selesai sedikit konflik kerena godaan Davied.


Davied sangat senang menggoda Karin, saat Karin terlihat kesal, Wajah Karin sangat lucu menurutnya, Davied benar sangat mencintai Karin, dari lebihnya hingga kekurangannya Davied menerima Karin dengan segala rasa yang di miliki.


___________


'Sebentar lagi ending ya!!


jangan lupa koment like rate ya


semoga terhibur.'


"Cinta itu kadang buta


dia tidak akan melihat harta maupun tahta."

__ADS_1


'WeiRdy'


__ADS_2